Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mar-a-Lago

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
10/4/2017 05:31
Mar-a-Lago
(AFP/Joe Raedle)

KIRANYA tak ada resor di AS dewasa ini semenjulang Resor Mar-a-Lago. Itulah resor milik pribadi Donald Trump, yang dijadikan tempat pertemuan bilateral Trump sebagai presiden AS dengan PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Mar-a-Lago tambah menarik perhatian karena saat diplomasi bilateral di resor itu, terjadi dua peristiwa unjuk kekuatan yang menggegerkan. Pertama, Korea Utara meluncurkan uji senjata (12/2/2017) justru di saat Presiden Trump dan PM Abe sedang kongko-kongko di resor itu.

Senjata itu 'berlabuh' sekitar 500 kilometer dari Laut Jepang. Kedua, saat jamuan makan malam dengan Presiden Xi (7/4/2017), AS menggunakan 59 rudal Tomahawk menyerang Pangkalan Udara Shayrat, Suriah. Rudal ke Suriah itu bukan hanya balasan atas serangan senjata kimia ke Khan Sheikhoun, yang terjadi tiga hari sebelumnya. Rudal itu juga pesan keras kepada Pyongyang bahwa Washington siap merudal Korea Utara bila negara itu tidak menghentikan program nuklir mereka.

Selain urusan defisit perdagangan dengan Tiongkok, Trump semula disebut-sebut ingin menegaskan kepada Presiden Xi agar Tiongkok yang mengendalikan senjata nuklir Korea Utara. Bila Tiongkok tidak berkenan, AS yang akan 'urus'. Akan tetapi, pertemuan dua pemimpin negara besar itu jauh dari tekan-menekan sebagaimana orang mengira dilakukan Trump. Pertemuan mereka berlangsung penuh persahabatan. Bahkan, ada selingan 'istimewa'.

Cucu Trump dari pasangan Jared Kushner-Ivanka Trump, yaitu Arabella Kushner, 5, mempersembahkan lagu rakyat Mo Li Hua serta puisi San Zi Jing, khusus untuk Presiden Xi dan Ibu Negara Peng Liyuan. Puisi itu karya klasik yang intinya mengajarkan prinsip moral. Ada perbedaan PM Abe dan Presiden Xi. Abe bertemu Trump resmi di Gedung Putih, menginap dan bermain golf dengan Trump di Mar-a-Lago. Trump menyalami Abe seraya menempatkan tangannya yang satu di punggung tangan Abe.

Orang membacanya sebagai ekspresi bahwa AS saudara senior Jepang. Dalam menanggapi uji senjata nuklir Korea Utara, Trump bilang, "AS seratus persen di belakang Jepang." Presiden Xi tak ingin berjumpa Trump di Gedung Putih. Ia menghindari pertemuan resmi. Sekalipun pertemuan berlangsung di Mar-a-Lago, ia tak bermalam di resor itu. Ia pun tidak bermain golf dengan Trump. Salah satu episode menunjukkan mereka duduk di sofa, dengan bahasa tubuh Presiden Xi yang 'memimpin' pembicaraan.

Trump mendengarkan. Episode lain, Trump yang menyodorkan telapak tangannya untuk bersalaman. Presiden Xi terbaca berhasil memenangi diplomasi, yang di dalam negeri amat penting baginya untuk kembali menjadi pemimpin Partai Komunis dalam pemilihan akhir tahun ini. Mar-a-Lago berada di Palm Beach, Florida, dibangun pada 1924-1927. Di atas tanah 10.000 m2 itu terdapat 126 kamar. Resor itu dibeli Donald Trump pada 1985. Menjadi anggota Mar-a-Lago Club harus membayar US$200 ribu (sekitar Rp2,66 miliar).

Ongkos menginap semalam US$2.000 (sekitar Rp26,6 juta). Saban kali berakhir pekan ke sana, Trump menghabiskan uang pajak rakyat sebesar US$2 juta (Rp26,6 miliar). Apa pun hasil diplomasi Mar-a-Lago, bisa penting, bisa tidak penting bagi Trump. Berakhir pekan di resor miliknya itu kayaknya jauh lebih penting daripada urusan negara. Buktinya? Hanya dua minggu pertama setelah dilantik menjadi presiden, Trump tidak 'memanfaatkan' properti miliknya, khususnya untuk bermain golf.

Sejak menjadi presiden empat bulan lalu, setiap 5,6 hari Trump bermain golf, antara lain di padang golf Virginia miliknya dan tentu di Mar-a-Lago. Sebagai perbandingan, selama 8 tahun menjadi presiden AS, Barack Obama hanya tiap 8,8 hari bermain golf. Jika keasyikan bermain golf itu berlanjut, saat masa jabatan berakhir 20 Januari 2021, Presiden Trump total menghabiskan 524 hari dari 1.461 hari untuk bermain golf. Itu baru urusan golf di padang golf miliknya. Belum lagi ke hotel miliknya di pusat perdagangan Washington.

Raja realestat yang menjadi presiden AS itu tiap 2,8 hari praktis mengunjungi propertinya. Tidakkah terjadi konflik kepentingan? Benturan etika kekuasaan dengan properti Trump-branded memang terjadi. Trump menggeser, bahkan menggusur, nilai-nilai. Ia tak segan mengangkat menantunya, Jared Kushner, 36, menjadi penasihat senior untuk presiden. Apakah 'rasanya' dinasihati menantu? Di rumah, entah di istana, kiranya hanya mertua kurang ajar yang membutuhkannya.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan