Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LIDAH bisa menyembunyikan kebenaran. Lidah bahkan bisa membengkokkan kebenaran. Itulah lidah yang nyaring terdengar dalam perebutan jabatan di Dewan Perwakilan Daerah. Nyaring lidah yang pertama dilontarkan pemangku jabatan di Mahkamah Agung. Mengapa Wakil Ketua MA melantik pimpinan baru DPD? Bukankah itu meniadakan amar putusan MA sendiri yang membatalkan pembagian masa jabatan 2,5 tahun? Jawab sang lidah, semuanya kembali kepada pimpinan karena mereka memiliki diskresi. Yang jelas putusan yang memiliki kekuatan hukum itu sudah ditetapkan.
Demikian pernyataan juru bicara MA, yang menunjukkan hebatnya lidah. Hebat? Ini penjelasannya. Pimpinan MA punya diskresi, alias punya hak istimewa. Dihubungkan dengan amar putusan MA dan pelantikan pimpinan DPD oleh pimpinan MA, berarti hak istimewa pimpinan MA itu dapat/boleh menabrak putusan MA yang memiliki kekuatan hukum. Apakah lidah tidak bertulang? Salah. Bertulang amat keras. Semua itu lidah MA. Bagaimana dengan lidah DPD? Alkisah ada tatib yang isinya mengatur perihal masa jabatan pimpinan DPD 2,5 tahun. Tatib dibatalkan MA.
Bersidanglah DPD melaksanakan perintah MA itu, kembali ke tatib masa jabatan 5 tahun. Kemudian dibuat tatib baru dalam sidang DPD yang dipimpin anggota tertua dan termuda (seperti awal terbentuknya DPD hasil pemilu), yang substansinya kembali mengesahkan tatib 2,5 tahun. Dengan dasar itu dipilihlah pimpinan DPD yang baru, yang kemudian dilantik pimpinan MA yang punya diskresi. Kata lidah anggota yang tertua di DPD, apa yang salah? Tidak ada aturan yang dilanggar sebab putusan MA telah dilaksanakan, lalu mengesahkan tatib yang baru. Apakah lidah tidak bertulang?
Salah. Bertulang sangat keras. Masih ada satu lidah lagi, yaitu lidah yang kini berkuasa menjadi Ketua DPD. Pimpinan DPD yang baru terpilih lebih bisa menunjukkan kinerja nyata untuk mewakili aspirasi daerah. Pimpinan DPD sah menurut hukum. Buktinya? MA datang untuk melantik. Apakah lidah tidak bertulang? Salah. Bertulang keras sekali. Adapun lidah pimpinan DPD yang lama, yang telah tergusur, tinggal lidah-lidahan. Tak jelas pula bertulang atau tidak. Siapa di MA yang mendengar, apalagi mengindahkan, permintaan lidah mereka agar MA tidak datang melantik pimpinan DPD yang baru?
Siapa yang menghiraukan lidah-lidahan perihal ilegal, inkonstitusional, MA mengingkari amar putusannya sendiri? Jangan ajari MA untuk bermain lidah, apalagi bersilat lidah. Lidah memang mengeluarkan ludah. Akan tetapi, tidak ada urusan dengan menjilat ludah sendiri. Kenapa? Karena merupakan diskresi pimpinan untuk menjilat ludah sendiri. Yang bukan pimpinan jangan panjang lidah, komentar ke sana kemari. Terlebih jangan ajari politisi yang duduk di DPD bersilat lidah. Lidah mereka licin benar. Lidah itu lebih banyak memproduksi air liur daripada air ludah.
Mereka lebih suka ngiler ketimbang meludah. Salah satu ekspresi ngiler ialah menetesnya air liur akan takhta, kekuasaan kepublikan, di hadapan publik. Itulah iler akan jabatan, 2,5 tahun memimpin DPD. Bukankah jabatan kudu dibikin arisan? Gantian dong. Lidah, ludah, dan iler sedang berjaya di dua lembaga negara yang bernama Dewan Perwakilan Daerah dan Mahkamah Agung. Apakah publik jijik melihat iler kekuasaan itu? Apakah publik jijik melihat ludah dijilat kembali?
Maaf, salahnya publik masih bisa jijik. Saya termasuk di dalamnya. Untuk mengurangi mual secara personal, biarlah institusional, tidak seorang pun yang punya lidah namanya disebut dalam tulisan ini.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved