Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Menunggu Terbuka Kotak Pandora

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
31/3/2017 05:31
Menunggu Terbuka Kotak Pandora
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ia masih dalam proses, tetapi pasti perlawanan akan datang dari berbagai penjuru supaya kotak penuh rahasia itu tetap tertutup. Itulah yang terjadi dalam kasus megaskandal KTP elektronik yang amat durjana, amat biadab. Tentu pula amat melukai hati kita semua yang memang sudah terluka berkali-kali karena rupa-rupa korupsi. Predikat apa yang paling pantas disematkan kepada mereka yang menggarong uang negara sebesar Rp2,55 triliun selain durjana dan superloba? Jika total anggaran pembuatan KTP elektronik sebesar Rp5,9 triliun, artinya 49% mereka rampok. Inilah bandit anggaran negara yang tidak pernah jera.

Tanda-tanda agar ‘kotak pandora’ tak terbuka pun mulai terasa. Pencabutan berita acara pemeriksaan yang dilakukan mantan anggota Komisi II DPR, Miryam Haryani, tercium aroma agar megaskandal KTP elektronik tak melebar, tak membesar. Menurut penyidik KPK No­vel Baswedan, dalam sidang kasus dugaan korupsi KTP elektronik­ dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Miryam, mengaku mendapat tekanan dari sejumlah anggota Komisi III DPR. Mereka antara lain Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Masinton Pasaribu, dan Syarifudin Sudding.

Dalam sidang di Pengadil­an Tipikor di Jakarta, (30/3) itu memang mengonfrontasi Miryam dengan para penyi­dik KPK Novel Baswedan, Irwan Santoso, dan Ambarita Damanik. Miryam tetap mencabut keterangan pada BAP. Padahal, ketiga penyidik KPK menegaskan tak ada menakut-nakuti saat pemeriksaan di KPK. Miryam tetap bersikukuh mencabut BAP karena ketika diperiksa penyidik KPK ia dalam keadaan tertekan.

Sementara itu, ketiga penyidik KPK juga tak goyah dengan fakta yang ada sebab ada rekaman yang bisa dilihat. Video tersebut menggambarkan suasana yang cair di antara penyidik Irwan dan Miryam. Gerak tubuh Miryam terlihat antusias menyambut setiap pertanyaan yang dilontarkan. Bahkan Miryam terdengar tertawa sambil bercerita masalah uang yang beredar di lingkungan komi­sinya.

Lima anggota DPR yang disebut Novel juga membantah. “Kita apresiasi kinerja KPK dalam mengusut kasus KTP-E. Ketika saya beri statement tersebut, masak saya dianggap menekan yang bersangkutan?” ujar Syarifuddin Sudding yang juga Sekjen Partai Hanura. “Sejak awal saya justru mendorong saksi untuk membantu KPK untuk mengungkap fakta,” kata Bambang Soesatyo. Sebelumnya Ketua DPR Setya Novanto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Jawa Tengah Gandjar Pranowo, juga membantah terlibat kasus jahat itu. Gandjar bahkan mengungkapkan, ketika masih dalam pembahasan di DPR, dalam sebuah pertemuan di Bali, Setya Novanto meminta Gandjar tak galak dalam pembahasan anggaran proyek.

Para pejabat publik yang terhormat, silakan saling ung­kap dan saling bantah. Silakan. Toh, dalam banyak kasus korupsi, yang kemudian menjadi terpidana, semula juga amat bergairah membantah. Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang juga telah menjadi tersangka, pasti juga akan membantah. Silakan. Di tangan hakimlah bukti-bukti material akan menjadi penentu mereka benar atau cemar.

Namun, pastilah publik berharap, Andi bisa mempercepat ‘kotak pandora’ itu terbuka dan kita akan melihat jelas siapa para durjana. Karena itu, bisa jadi nasib Andi dalam bahaya. Sebab, bagi para bandit anggaran, ia punya potensi mengungkap banyak hal yang masih tersembunyi. Kita berharap KPK dan Mahkamah Tipikor tak goyah dengan tekanan dan intimidasi apa pun. Kini kita tengah menghadapi kesenjangan ekonomi yang amat lebar antara yang kaya dan miskin; dan salah satu penyebabnya ialah korupsi yang merajalela.*



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan