Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Raudah Kalijodo

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
24/2/2017 05:31
Raudah Kalijodo
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

TAMAN kota pastilah selalu menjadi faset penting sebuah praja. Semakin padat dan hiruk pikuk sebuah metropolis, ruang publik serupa taman menjadi kian utama. Ia oasis di tengah kota yang bergemuruh dan warga yang tinggal di tempat-tempat padat. Taman kota juga bisa jadi panggung kenangan. Karena itu, raudah terbuka seharusnya menjadi kepedulian para pengelola negara.

Pastilah kota-kota yang tata ruangnya kerap dikhianati, bencana tinggal menunggu waktu. Itu sebabnya, dengan keingintahuan tinggi melihat taman baru Kalijodo, pekan lalu kami sekeluarga dua kali mengunjungi taman yang dulu menjadi lokus persundelan itu. Di tengah mendung Jakarta, kami berolahraga pagi di tempat yang kini bernama Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RTPRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Kalijodo.

Taman seluas 3,2 hektare itu kini menjadi episentrum baru kehidupan yang lebih sehat, khususnya warga sekitar Kalijodo. Sebagian besar wilayah itu masuk Jakarta Utara, sebagian kecil Jakarta Barat. Pagi itu cuaca tak cerah, tapi warga terus berdatangan. Kian siang kian ramai taman itu. Ada yang asyik joging, senam, sekadar duduk, foto-foto, bermain bulu tangkis, dan naik becak yang dikayuh pengunjung sendiri.

Para remaja dan anak-anak, ada yang bermain ungkit-ungkitan, bersepeda, bermain skateboard, futsal, dan naik berkuda.
Bahkan, banyak juga anak-anak, terutama anak-anak pemulung yang tinggal di bawah jembatan layang, memenuhi perpustakaan. Ada pula bilik peturasan bagi penyandang tunadaksa. Saya membayangkan ketika wilayah ini masih menjadi tempat prostitusi, perjuadian, dan kriminalitas.

Saya membayangkan ketika tahun lalu Ahok menertibkan wilayah itu, yang mendapat perlawanan dari para preman dan mereka yang berpuluh tahun mendapatkan keuntungan ekonomi. Saya bayangkan beberapa kali sejak 2003 Kalijodo hendak ditertibkan, tapi selalu kandas karena peliknya persoalan. Ia butuh perencanaan matang dan nyali berlapis.

Kami terus berjalan mengelilingi lintasan joging. Lia, ibu muda yang berjalan sejajar dengan kami, saya tanya soal Kalijodo. Dengan bersemangat ibu berputra dua ini bicara. Warga Kelurahan Pejagalan itu menikmati betul Kalijodo yang baru. "Berkali-kali Kalijodo mau ditertibkan, tapi tidak bisa. Pak Ahok seperti enggak ada takutnya. Kami bersyukur sekali. Dulu tak bisa membayangkan Kalijodo bisa seperti ini. Alhamdulillah," kata perempuan berusia 27 tahun bergamis warna biru cerah dan hijab warna serupa.

Ia menuturkan, wajar jika warga Kalijodo berterima kasih dengan wujud suara memenangkan Ahok-Djarot di pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Ketika meresmikan Kalijodo, Rabu lalu, Ahok juga bicara akan membangun masjid dua lantai seluas 800 meter persegi. Saya kira dengan taman yang ramai, wilayah yang akan terus dikepung gedung-gedung jangkung itu, keberadaan masjid jadi amat penting.

Masjid tak hanya tempat salat, melantunkan kalam Illahi, tapi juga menjadi ruang pendidikan: ilmu agama dan ilmu dunia dipelajari. Bahkan, menurut Ketua Dewan Masjid Jusuf Kalla, masjid juga harus bisa memakmurkan masyarakat. Saya membayangkan pula dari masjid ini pula kelak akan menggema khotbah-khotbah Jumat yang mencerahkan.

Yang membuat umat jadi lebih produktif dan kreatif; melipatgandakan kebajikan bagi sesama; menggairahkan, merawat, dan menghargai keberagaman. Karena itu, perlu para khatib yang tak hanya dalam ilmu agamanya, tapi juga luas ilmu dunianya. Saya baru tahu kini Jakarta punya hampir 187 RPTRA. Tahun ini akan pula dibangun 200 taman serupa, yang separuhnya akan dibiayai dari dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Makin sehatlah warga Jakarta mestinya. Kita tak tahu siapa pada 19 April nanti yang lebih dipercaya publik memimpin Jakarta, Ahok atau Anies? Kita juga tak tahu akhir cerita ia sebagai terdakwa dugaan penista agama, bebas atau masuk penjara? Namun, terlepas siapa pun pilihan warga Jakarta, di bawah Ahok, Jakarta terasa ada yang berbeda.

Ada harapan masa depan. Kalaupun Anies Baswedan yang menggantikannya, ada banyak hal baik perlu dilanjutkan. Salah satunya taman-taman itu, raudah yang punya banyak faedah.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.