Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan lalu Profesor Rheinald Kasali meluncurkan buku baru. Judulnya Disruption. Ia menuliskan tentang fenomena yang tengah terjadi. Siapa yang tidak mampu menyesuaikan diri atau menciptakan sesuatu yang baru siap-siap untuk tertinggal dan bahkan punah. Sekarang ini kita hidup di era yang bergerak dan berubah dengan cepat. Tidak boleh lagi merasa mapan dan seakan-akan tidak ada yang bisa menggantikan. Kalau kita cepat berpuas diri, siap-siap saja untuk dilupakan.
Fenomena itu sudah dialami Nokia. Perusahaan telepon seluler dari Finlandia yang pernah begitu berjaya itu sekarang tinggal sejarah. Tidak ada kesalahan bisnis yang dilakukan, hanya saja mereka lupa untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Apple dan Samsung hadir untuk mendestruksi dan menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Apakah produk kedua perusahaan yang dikatakan mendisrupsi Nokia?
Bukan hanya produknya yang lebih sesuai kebutuhan zaman, melainkan juga aplikasi yang ada di dalamnya. Apple menawarkan tempat penyimpanan data yang disebut iCloud. Masih ada lagi yang namanya App Store, iTunes Store, iWatch, dan berbagai varian aplikasi lainnya. Semua aspek kehidupan bisa didisrupsi sekarang ini. Perusahaan taksi terpuruk oleh kehadiran Uber dan Go-Jek.
Untuk bisa bertahan, Blue Bird, misalnya, melakukan penyesuaian dengan menggabungkan pelayanan mereka dengan Go-Jek. Teknologi memungkinkan siapa pun yang semula bukan apa-apa untuk menjadi seseorang yang harus diperhitungkan. Kuncinya kreavitas untuk menghasilkan inovasi baru. Inovasi itu tidak hanya harus lebih bagus, lebih murah, dan lebih cepat, tetapi juga secara bisnis bisa feasible.
Selain Go-Jek, disrupsi apa yang bisa dihasilkan anak Indonesia? Malam itu Rhenald Kasali mengundang anak muda bernama Kevin Kumala. Anak muda ini prihatin dengan kebiasaan orang Indonesia menggunakan kantong plastik. Sampah yang dihasilkan bisa berton-ton dan itu sangat tidak ramah lingkungan. Kevin muncul dengan ide kantong plastik yang bisa diurai. Ia membuat kantong plastik yang bahannya dari singkong.
“Plastik ini tidak hanya akan bisa diurai di tanah, tetapi juga bisa dimakan sapi,” kata Kevin sambil mempertontonkan kantong plastik buatannya yang dilarutkan di dalam air panas dan kemudian ia minum. Ada banyak anak Indonesia yang inovatif dan mengaplikasikan inovasi mereka. Yang pantas membuat kita percaya diri, disrupsi itu juga dilakukan banyak pejabat di daerah. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merupakan salah satu contohnya.
Dengan memanfaatkan aplikasi KitaBisa.com yang dirancang anak muda Alfatih Timur, ia sedang melakukan disrupsi sosial. Ia mencoba mempertemukan 75 ribu keluarga miskin untuk diberdayakan 75 ribu keluarga yang berkecukupan. Kang Emil demikian dia biasa dipanggil percaya banyak orang Indonesia yang memiliki kepedulian sosial. Sebagai pejabat pemerintah, ia hanya mencoba mempertemukan orang yang peduli itu dengan mereka yang kekurangan.
Dengan cara itu pasti kemiskinan akan bisa lebih cepat dientaskan. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melihat faktor teknologi dan kepemimpinan merupakan kunci untuk bisa melakukan disrupsi. Indonesia sangat memungkinkan melakukan itu karena orang Indonesia sangat akrab dengan teknologi. Jumlah telepon seluler di Indonesia lebih banyak daripada jumlah penduduknya.
Kalau pemimpinnya bisa mengoptimalkan teknologi, masyarakat akan diuntungkan. Contohnya, dalam pelayanan kesehatan. Dengan cara yang tradisional, orang sakit membutuhkan waktu sampai 4,5 jam untuk mendapatkan pelayanan. Dengan menggunakan aplikasi teknologi, baik untuk konsultasi maupun membeli obat, waktu pelayanan bisa dipotong tak lebih dari 30 menit. Era yang disebut Rhenald Kasali sebagai ‘peradaban Uber’ ada di depan kita. Kita tidak mungkin bisa menghindar. Pilihannya tinggal berubah diri atau ikut menciptakan.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved