Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan lalu Profesor Rheinald Kasali meluncurkan buku baru. Judulnya Disruption. Ia menuliskan tentang fenomena yang tengah terjadi. Siapa yang tidak mampu menyesuaikan diri atau menciptakan sesuatu yang baru siap-siap untuk tertinggal dan bahkan punah. Sekarang ini kita hidup di era yang bergerak dan berubah dengan cepat. Tidak boleh lagi merasa mapan dan seakan-akan tidak ada yang bisa menggantikan. Kalau kita cepat berpuas diri, siap-siap saja untuk dilupakan.
Fenomena itu sudah dialami Nokia. Perusahaan telepon seluler dari Finlandia yang pernah begitu berjaya itu sekarang tinggal sejarah. Tidak ada kesalahan bisnis yang dilakukan, hanya saja mereka lupa untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Apple dan Samsung hadir untuk mendestruksi dan menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Apakah produk kedua perusahaan yang dikatakan mendisrupsi Nokia?
Bukan hanya produknya yang lebih sesuai kebutuhan zaman, melainkan juga aplikasi yang ada di dalamnya. Apple menawarkan tempat penyimpanan data yang disebut iCloud. Masih ada lagi yang namanya App Store, iTunes Store, iWatch, dan berbagai varian aplikasi lainnya. Semua aspek kehidupan bisa didisrupsi sekarang ini. Perusahaan taksi terpuruk oleh kehadiran Uber dan Go-Jek.
Untuk bisa bertahan, Blue Bird, misalnya, melakukan penyesuaian dengan menggabungkan pelayanan mereka dengan Go-Jek. Teknologi memungkinkan siapa pun yang semula bukan apa-apa untuk menjadi seseorang yang harus diperhitungkan. Kuncinya kreavitas untuk menghasilkan inovasi baru. Inovasi itu tidak hanya harus lebih bagus, lebih murah, dan lebih cepat, tetapi juga secara bisnis bisa feasible.
Selain Go-Jek, disrupsi apa yang bisa dihasilkan anak Indonesia? Malam itu Rhenald Kasali mengundang anak muda bernama Kevin Kumala. Anak muda ini prihatin dengan kebiasaan orang Indonesia menggunakan kantong plastik. Sampah yang dihasilkan bisa berton-ton dan itu sangat tidak ramah lingkungan. Kevin muncul dengan ide kantong plastik yang bisa diurai. Ia membuat kantong plastik yang bahannya dari singkong.
“Plastik ini tidak hanya akan bisa diurai di tanah, tetapi juga bisa dimakan sapi,” kata Kevin sambil mempertontonkan kantong plastik buatannya yang dilarutkan di dalam air panas dan kemudian ia minum. Ada banyak anak Indonesia yang inovatif dan mengaplikasikan inovasi mereka. Yang pantas membuat kita percaya diri, disrupsi itu juga dilakukan banyak pejabat di daerah. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merupakan salah satu contohnya.
Dengan memanfaatkan aplikasi KitaBisa.com yang dirancang anak muda Alfatih Timur, ia sedang melakukan disrupsi sosial. Ia mencoba mempertemukan 75 ribu keluarga miskin untuk diberdayakan 75 ribu keluarga yang berkecukupan. Kang Emil demikian dia biasa dipanggil percaya banyak orang Indonesia yang memiliki kepedulian sosial. Sebagai pejabat pemerintah, ia hanya mencoba mempertemukan orang yang peduli itu dengan mereka yang kekurangan.
Dengan cara itu pasti kemiskinan akan bisa lebih cepat dientaskan. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melihat faktor teknologi dan kepemimpinan merupakan kunci untuk bisa melakukan disrupsi. Indonesia sangat memungkinkan melakukan itu karena orang Indonesia sangat akrab dengan teknologi. Jumlah telepon seluler di Indonesia lebih banyak daripada jumlah penduduknya.
Kalau pemimpinnya bisa mengoptimalkan teknologi, masyarakat akan diuntungkan. Contohnya, dalam pelayanan kesehatan. Dengan cara yang tradisional, orang sakit membutuhkan waktu sampai 4,5 jam untuk mendapatkan pelayanan. Dengan menggunakan aplikasi teknologi, baik untuk konsultasi maupun membeli obat, waktu pelayanan bisa dipotong tak lebih dari 30 menit. Era yang disebut Rhenald Kasali sebagai ‘peradaban Uber’ ada di depan kita. Kita tidak mungkin bisa menghindar. Pilihannya tinggal berubah diri atau ikut menciptakan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved