Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU setengah bulan 2017 sudah kita lewati.
Harapan kita ada perbaikan ekonomi yang lebih signifikan pada tahun ini.
Namun belum ada big bang yang bisa dirasakan untuk membuat kita lebih percaya diri melewati 2017 ini.
Angka ekspor dan impor Januari memang lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu.
Namun dibandingkan dengan Desember terjadi penurunan.
Kenaikan dibandingkan tahun lalu pun, menurut Badan Pusat Statistik lebih dominan disebabkan oleh kenaikan harga komoditas daripada volume.
Semua ini disebabkan karena kita masih berkutat pada persoalan politik.
Perhatian pemerintah pun masih kepada politik dan agak melupakan persoalan ekonomi.
Apalagi untuk pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta masih ada putaran kedua, sehingga fokus pemerintah pasti masih akan tersedot ke sana.
Meski Presiden Joko Widodo berulangkali menyatakan dirinya netral dalam pilkada serentak, tetapi kenyataannya tidak bisa melepaskan diri dari isu pilkada.
Agar pembangunan ekonomi tidak kehilangan momentum, ada baiknya Presiden mengambil jarak dengan isu pilkada.
Fokus ekonomi penting karena hanya itulah yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Tidak mungkin masyarakat diberi makan politik.
Hanya kegiatan ekonomi yang memungkinkan rakyat bisa memperoleh pendapatan dan dengan itulah kemudian menghidupi keluarganya.
Kegiatan ekonomi dalam negeri masih mengalami kelesuan.
Para pengembang perumahan misalnya, setengah mati untuk bisa menjual unit propertinya.
Hal yang sama berlaku untuk industri otomotif.
Yang masih menunjukkan geliat hanyalah industri makanan dan minuman karena manusia tidak mungkin menghentikan makan dan minum.
Kelesuan itu berdampak ke sektor perbankan. Bank Mandiri mengalami penurunan keuntungan tahun lalu, karena harus meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi kredit macet.
Bank Rakyat Indonesia keuntungannya hanya tumbuh sekitar 3% karena juga harus menambah dana pencadangan.
Berulangkali kita diingatkan, tahun ini bukan tahun yang mudah. Optimisme yang ada disertai dengan kehati-hatian karena faktor ketidakpastian global yang masih tinggi.
Inilah yang membuat kita harus bekerja keras dan terus mendorong kegiatan masyarakat yang produktif.
Apalagi kalau Presiden menginginkan terjadinya pengurangan kesenjangan.
Itu hanya bisa terjadi kalau kita melakukan pembangunan yang inklusif.
Hal itu hanya bisa tercapai apabila kita mendorong tumbuhnya industri manufaktur, bukan sekadar mengandalkan komoditas seperti sekarang ini.
Untuk mendorong tumbuhnya industri manufaktur dibutuhkan investasi.
Dan investasi hanya akan masuk kalau ada kestabilan politik, keamanan, ketenangan, serta iklim usaha yang baik.
Kalau yang sudah puluhan tahun investasi di Indonesia saja tidak bisa kita layani dengan baik, jangan harap investor baru mau menanamkan modalnya di Indonesia.
Kita ingin ingatkan lagi peran yang harus dijalankan pemerintah.
Ada empat hal yang menjadi tanggung jawab utama pemerintah yakni menciptakan keamanan dan ketertiban, memperbaiki kesejahteraan rakyat, melindungi hak setiap warganegara, dan terakhir menjadikan setiap warga bangsa untuk bisa mandiri.
Semua itu menegaskan pentingnya pemerintah untuk memperhatikan ekonomi.
Semua negara berupaya untuk memisahkan politik dan ekonomi. Sekeras apa pun perdebatan politik yang terjadi tidak boleh sampai mengganggu kegiatan ekonomi.
Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang ada karena ia tidak bisa diputar lagi ke belakang.
Satu setengah bulan yang sudah kita lewati sudah menjadi sejarah.
Kita tidak bisa lagi menyesali ketidakmampuan untuk memanfaatkan periode waktu yang sudah berlalu.
Sekarang kita tinggal memikirkan 10,5 bulan yang masih tersisa.
Kita butuh hasil besar yang bisa membuat kita terpacu untuk semakin bergiat membangun negeri ini.
Ruang untuk itu terbuka lebar, karena masih banyak modal ekonomi yang kita miliki.
Tinggal kemauan untuk mengkapitalisasi modal ekonomi dengan memanfaatkan modal sosial yang tersedia.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved