Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
“SYUKUR alhamdulillah hari ini diputuskan untuk memulai masa penahanan, masa yang sudah saya tunggu sekian lama. Lima tahun saya terkatung-katung. Dicekal sudah empat kali enam bulan,” kata Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel Mallarangeng), setelah ia resmi ditahan KPK, Senin (6/2) lalu. Ia memakai rompi warna jingga tentu saja, rompi yang telah dikenakan begitu banyak politikus, para petinggi, dan mereka yang terlibat korupsi.
Ada yang tak lazim dari ucapan seorang tahanan. Ditahan rupanya bukan siksaan, melainkan sesuatu yang disyukuri, sebab ada kepastian. Ketika ia datang ke gedung komisi antirasywah, langkahnya pasti, penuh percaya diri. Ia mengumbar senyum di sana-sini, melambaikan tangan, dan wajahnya riang belaka. Ia serupa selebritas. Bahkan, ketika hendak bicara, ia menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, serupa guru yang meminta anak muridnya tenang. Luar biasa!
Adik kandung bekas menpora era SBY, Andi Mallarangeng, itu ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Desember 2015. Ia disangka melakukan korupsi kasus Hambalang, yakni proyek pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional, Jawa Barat. Proyek senilai Rp2,5 triliun itu menggunakan anggaran 2010-2011. Choel ialah tersangka keenam dalam kasus Hambalang.
Lima orang terdahulu bahkan telah menjadi orang rantai. Machfud Suroso (divonis 4 tahun), Andi Mallarangeng (4,5 tahun), Angelina Sondakh (12 tahun), Anas Urbaningrum (14 tahun), dan Teuku Bagus Noor (4,5 tahun). Anas siap membantu KPK mengungkap keterlibatan tokoh lain. Ia mengaku punya sejumlah bukti Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas terlibat dalam kasus Hambalang. Benarkah?
Publik menunggu ‘cerita bersambung’ kasus Hambalang. Dugaan keterlibatan putra kedua SBY, presiden RI pada 2004-2014, itu memang telah disebut terpidana korupsi satu partai dengan Ibas, Na zaruddin dan Angelina Sondakh. Namun, apakah alat bukti cukup untuk menjerat Ibas? Itulah tugas KPK. Apakah hukum bekerja tanpa pandang bulu, melibas siapa saja, termasuk Ibas? Alat buktilah penentunya.
Adakah rasa syukur Choel karena kasusnya jadi pasti dan persidangan akan menjadi ‘palagan’ yang bisa membersihkan dirinya? Adakah Choel bersyukur karena tidak hanya ia dan sang kakak yang masuk bui, tapi juga ada yang lain? Lagi-lagi kita menunggu cerita Hambalang selanjutnya. Hambalang memang proyek yang jadi bancakan tiada terkira, khas kita. Setiap ada proyek besar negara, di situ orang-orang tamak berpesta.
Proyek bernilai 2,5 triliun itu tragis nasibnya, mangkrak akhirnya. Presiden Jokowi pun telah mengunjungi megaproyek yang dibangun pada masa SBY itu. Presiden Keenam RI itu, dalam safari bernama SBY Tour de Java, mengkritik Jokowi yang terlalu memaksakan pembangunan infrastruktur. Tiga hari setelah Jokowi ke Hambalang, akun Twitter SBY pun berkicau. “Sejumlah pihak tak senang dengan ‘SBY Tour de Java’, bahkan katanya safari tersebut dihancurkan Presiden Jokowi yang datang ke Hambalang.”
Sejak itu, berbalas pantun antara SBY dan Jokowi pun berlanjut, berkali-kali, tentu tidak hanya soal Hambalang, antara lain soal makar, berita hoax, dan penyadapan. Kicauan soal berita hoax, misalnya, mendapat tanggapan keras dari publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengamsalkan hal yang dialami SBY kini serupa cerita keris Empu Gandring yang kemudian membunuh Ken Arok, pemiliknya.
“Apa yang dulu dilakukan seorang presiden (SBY) terhadap orang lain sekarang menimpa dia juga,” kata dia, Kamis (9/2). Ia mencontohkan dulu SBY sering membiarkan Ruhut Sitompul memaki-maki orang dan SBY tampaknya menikmati itu. Kini SBY dimaki-maki Ruhut Sitompul. Begitulah roda kehidupan, katanya.
Apakah persidangan Choel nanti bisa mengungkap mereka yang belum tersentuh? Apakah ‘nyanyian’ Anas Urbaningrum tentang Ibas dalam kasus Hambalang bagian dari ‘cerita Empu Gandring’ juga? Kita menunggu itu. Namun, hukum bukan soal pengandaian. Hukum ialah kepastian. Yang terbukti bersalah diganjar hukuman, yang tak terbukti dibebaskan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved