Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
“SYUKUR alhamdulillah hari ini diputuskan untuk memulai masa penahanan, masa yang sudah saya tunggu sekian lama. Lima tahun saya terkatung-katung. Dicekal sudah empat kali enam bulan,” kata Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel Mallarangeng), setelah ia resmi ditahan KPK, Senin (6/2) lalu. Ia memakai rompi warna jingga tentu saja, rompi yang telah dikenakan begitu banyak politikus, para petinggi, dan mereka yang terlibat korupsi.
Ada yang tak lazim dari ucapan seorang tahanan. Ditahan rupanya bukan siksaan, melainkan sesuatu yang disyukuri, sebab ada kepastian. Ketika ia datang ke gedung komisi antirasywah, langkahnya pasti, penuh percaya diri. Ia mengumbar senyum di sana-sini, melambaikan tangan, dan wajahnya riang belaka. Ia serupa selebritas. Bahkan, ketika hendak bicara, ia menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, serupa guru yang meminta anak muridnya tenang. Luar biasa!
Adik kandung bekas menpora era SBY, Andi Mallarangeng, itu ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Desember 2015. Ia disangka melakukan korupsi kasus Hambalang, yakni proyek pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional, Jawa Barat. Proyek senilai Rp2,5 triliun itu menggunakan anggaran 2010-2011. Choel ialah tersangka keenam dalam kasus Hambalang.
Lima orang terdahulu bahkan telah menjadi orang rantai. Machfud Suroso (divonis 4 tahun), Andi Mallarangeng (4,5 tahun), Angelina Sondakh (12 tahun), Anas Urbaningrum (14 tahun), dan Teuku Bagus Noor (4,5 tahun). Anas siap membantu KPK mengungkap keterlibatan tokoh lain. Ia mengaku punya sejumlah bukti Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas terlibat dalam kasus Hambalang. Benarkah?
Publik menunggu ‘cerita bersambung’ kasus Hambalang. Dugaan keterlibatan putra kedua SBY, presiden RI pada 2004-2014, itu memang telah disebut terpidana korupsi satu partai dengan Ibas, Na zaruddin dan Angelina Sondakh. Namun, apakah alat bukti cukup untuk menjerat Ibas? Itulah tugas KPK. Apakah hukum bekerja tanpa pandang bulu, melibas siapa saja, termasuk Ibas? Alat buktilah penentunya.
Adakah rasa syukur Choel karena kasusnya jadi pasti dan persidangan akan menjadi ‘palagan’ yang bisa membersihkan dirinya? Adakah Choel bersyukur karena tidak hanya ia dan sang kakak yang masuk bui, tapi juga ada yang lain? Lagi-lagi kita menunggu cerita Hambalang selanjutnya. Hambalang memang proyek yang jadi bancakan tiada terkira, khas kita. Setiap ada proyek besar negara, di situ orang-orang tamak berpesta.
Proyek bernilai 2,5 triliun itu tragis nasibnya, mangkrak akhirnya. Presiden Jokowi pun telah mengunjungi megaproyek yang dibangun pada masa SBY itu. Presiden Keenam RI itu, dalam safari bernama SBY Tour de Java, mengkritik Jokowi yang terlalu memaksakan pembangunan infrastruktur. Tiga hari setelah Jokowi ke Hambalang, akun Twitter SBY pun berkicau. “Sejumlah pihak tak senang dengan ‘SBY Tour de Java’, bahkan katanya safari tersebut dihancurkan Presiden Jokowi yang datang ke Hambalang.”
Sejak itu, berbalas pantun antara SBY dan Jokowi pun berlanjut, berkali-kali, tentu tidak hanya soal Hambalang, antara lain soal makar, berita hoax, dan penyadapan. Kicauan soal berita hoax, misalnya, mendapat tanggapan keras dari publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengamsalkan hal yang dialami SBY kini serupa cerita keris Empu Gandring yang kemudian membunuh Ken Arok, pemiliknya.
“Apa yang dulu dilakukan seorang presiden (SBY) terhadap orang lain sekarang menimpa dia juga,” kata dia, Kamis (9/2). Ia mencontohkan dulu SBY sering membiarkan Ruhut Sitompul memaki-maki orang dan SBY tampaknya menikmati itu. Kini SBY dimaki-maki Ruhut Sitompul. Begitulah roda kehidupan, katanya.
Apakah persidangan Choel nanti bisa mengungkap mereka yang belum tersentuh? Apakah ‘nyanyian’ Anas Urbaningrum tentang Ibas dalam kasus Hambalang bagian dari ‘cerita Empu Gandring’ juga? Kita menunggu itu. Namun, hukum bukan soal pengandaian. Hukum ialah kepastian. Yang terbukti bersalah diganjar hukuman, yang tak terbukti dibebaskan.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved