Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kekisruhan di Pertamina

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
09/2/2017 05:31
Kekisruhan di Pertamina
(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

TULISAN ini dimulai dengan kontradiksi, yaitu menyoroti kekisruhan, tapi dengan kinerja bersejarah. Kinerja itu ialah, di bawah kendali Direktur Utama Dwi Soetjipto, PT Pertamina (persero) membukukan sejarah meraih laba lebih besar daripada Petronas (Malaysia). Prestasi yang membanggakan. Dari perspektif itu, sang dirut mestinya mendapat penghargaan, tapi ia malah dicopot dari jabatannya. 'Sejarah' berikut ditulis dalam tanda kutip karena keganjilannya.

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang, 25 Januari 2017, mendapat penghargaan bidang pemasaran dan branding dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Penghargaan itu diberikan di Istana, disaksikan Presiden Jokowi. Akan tetapi, hanya sembilan hari setelah itu, Ahmad Bambang dicopot dari jabatannya. Keganjilan pemberian penghargaan kepada Ahmad Bambang antara lain Menteri Rini ditengarai mengabaikan fakta Ahmad Bambang, dalam kedudukannya selaku Dirut Pertamina Trans-Kontinental, dalam pemeriksaan Kejaksaan Agung, terkait dengan dugaan korupsi penyediaan kapal Pertamina.

Orang yang sedang berurusan dengan Kejaksaan Agung diberi penghargaan oleh Menteri BUMN, disaksikan Presiden pula, jelaslah sebuah keganjilan yang amat sangat. Jokowi sendiri di acara itu mengingatkan agar seluruh jajaran direksi BUMN bekerja bersih. Kasus korupsi bisa saja menjerat tanpa mengenal waktu. Pernyataan itu terbukti benar. Keganjilan yang lain, Menteri Rini juga memberikan penghargaan kepada Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman karena dinilai berhasil membangun fondasi keuangan yang solid.

Pertanyaannya, di mana sang dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, yang membuat sejarah perusahaan meraih laba melampaui Petronas itu ditempatkan Menteri Rini? Pertanyaan itu sejujurnya tendensius bahwa Menteri Rini 'bekerja' agar Dwi Soetjipto sebagai direktur utama Pertamina, bukan 'apa & siapa' dalam kontestasi besar kinerja BUMN. Sebagai gambaran, sejumlah dirut antara lain dirut PLN, dirut BRI, dirut BTN, dirut Waskita Karya, mendapat penghargaan dari Menteri BUMN.

Dwi Soetjipto diangkat menjadi dirut Pertamina pada 28 November 2014, hanya 38 hari setelah Jokowi menjadi Presiden RI, dengan tugas memberantas mafia migas. Belum enam bulan memimpin Pertamina, ia membubarkan Petral, anak perusahaan yang disebut-sebut sebagai sarang mafia. Puncak kinerjanya, di tengah harga minyak mentah yang rendah, September 2016, Pertamina meraih laba bersih US$2,83 miliar, naik 209% dari periode yang sama 2015. Lalu terjadilah kekisruhan. Pangkalnya, 20 Oktober 2016, Ahmad Bambang diangkat menjadi wakil direktur utama Pertamina dengan kekuasaan 'melampaui' direktur utama.

Power itu juga terbaca dari posisi Menteri Rini. Di satu pihak ia punya preferensi kepada Ahmad Bambang, tapi di lain pihak dia mengecilkan posisi dan makna kinerja Dwi Soetjipto. Dualisme kepemimpinan pecah ke permukaan, dirut dan wakil dirut dicopot. Yang menambah seru keganjilan di Pertamina ialah keterangan Komisaris Utama Tanri Abeng yang mengatakan tidak ada masalah dengan struktur.

Faktanya, belum empat bulan, struktur baru wakil direktur utama dibubarkan. Apa-apaan itu? Dewan Komisaris bermain-main menjadikan Pertamina seperti perusahaan ingusan. Kekisruhan di Pertamina harus pula dilihat dari pemberantasan mafia migas. Itu perlu diinvestigasi secara mendalam. Presiden Jokowi seyogianya memeriksa ulang direksi yang tersisa, siapakah yang anti dan promafia?

Jangan lupa, memberantas mafia migas jelas dan tegas janji Jokowi pada pilpres. Bila Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya mempertahankan Rini sebagai menteri BUMN, kekisruhan di Pertamina mestinya menjadi pelajaran penting bagi sang menteri untuk melepaskan kecenderungan preferensi kepada orang-orang tertentu yang sekarang memimpin BUMN.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.