Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Merajalelanya Dusta

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
06/1/2017 05:31
Merajalelanya Dusta
(thinkstock)

Dengan dusta yang amat berani, Irving mengatakan kepada penerbit terkemuka McGraw-Hill, ia tengah menulis autobiografi resmi juragan pesawat terbang Howard Hughes. McGraw pun menggelontorkan honor US$1 juta untuk Irving. Skandal terbongkar ketika Hughes mengaku tak tahu-menahu soal buku itu. The Hoax yang disutradarai Lasse Hallström dan dibintangi Richard Gere menjadi ‘pengantar’ yang baik sehingga kata hoax dikenal dunia.

Hoax berasal dari kata hocus yang berarti ‘menipu’. Ia merupakan mantra sulap kependekan dari hocus pocus. Klaim kebenaran versi pesulap ini semula untuk lelucon kalangan dekat. Namun, tanpa disadari menyebar luas, malahan untuk menyerang lawan. Para pembuat hoax bahkan mencoba segala cara untuk menjadikan dusta mereka bisa dipercaya. Itulah yang dilakukan Clifford Irving.

Kembali ke Indonesia, kini masyarakat kita justru seperti terbius hoax atau berita dusta. Tempat yang paling subur untuk ‘beternak’ hoax memang media sosial. Media yang kini menjadi pilihan bacaan tertinggi lebih dari 90% masyarakat, mengalahkan telak media konvensional. Tak usah tercengang pula jika ternyata orang-orang terpelajar yang nalarnya terus ditempa disiplin ilmiah pun justru jadi penyuka hoax. Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan fakta mencengangkan itu.

“Banyak malah profesor dan doktor yang percaya pada kabar bohong tersebut,” kata Hilmar seusai meresmikan kantor Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) di Jakarta, Rabu. Inilah hasil penelitian institusi Hilmar bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2015. Nalar para ilmuwan justru rapuh menghadapi hoax. Kalangan agama yang diajarkan menghadapi sebuah fakta atau berita sumir dengan tabayun (mencari kejelasan), juga banyak yang ‘tersihir’ hoax. Mencermati di media sosial, mereka menjadi bagian yang ikut menyebarkan berita dusta. Sebuah paradoks yang mencolok.

Presiden Joko Widodo pun angkat bicara. Ia meminta setiap kementerian sigap menangkal hoax. Ia minta media sosial penyebar hoax ditindak tegas. Pemerintah mengusulkan dibentuknya badan siber nasional. Pengajar filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Rocky Gerung, justru menyikapi hoax sebagai tanda ada alternatif.

“Ada hoax pertanda ada protes. Ada protes pertanda ada alternatif. Ada alternatif pertanda tak ada pesimisme,” kicaunya di akun Twitter pada 2 Januari lalu. Saya kira di negeri ini kita belum punya kemewahan memperlakukan hoax seperti kata Rocky. Faktanya hoax yang merajalela menyuburkan prasangka, dan berkembang menjadi dergama (fitnah). Dalam fitnah, yang menjadi korban ialah ‘kebenaran’ yang dibangun dengan susah payah. Karena itu, silakan hukum bekerja bagi para pembuat dusta. Alangkah celaka jika masyarakat jatuh dalam peluk-an dusta.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan