Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH musibah mengenaskan harus kita terima di awal tahun. Sekitar 184 orang yang ingin menikmati liburan pergantian tahun justru mengalami malapetaka. Kapal Zahro Express yang mereka tumpangi dari Muara Karang ke Pulau Tidung terbakar di perairan Kepulauan Seribu. Sampai sejauh ini tercatat 48 orang meninggal dalam musibah tersebut.
Identifikasi masih terus dilakukan karena jumlah penumpang tidak sama dengan manifes yang ada di Syahbandar Muara Karang. Musibah yang terjadi pagi hari berlangsung cepat. Sayangnya tidak cukup cepat bantuan yang diberikan, padahal kebakaran kapal ibaratnya terjadi di depan mata. Tidak ada kapal pemadam kebakaran yang dikirimkan, demikian pula kapal untuk menyelamatkan para penumpang yang melompat ke laut. Begitu terbatas kapal bantuan yang datang ke lokasi kebakaran.
Di tengah keinginan kita untuk tidak lagi memunggungi laut, kemampuan kita untuk menguasai laut begitu terbatas. Apa yang terjadi di perairan Kepulauan Seribu hanya satu dari sekian banyak musibah di tengah laut. Setiap kali itu terjadi kita pun selalu tidak berdaya.
Kesalahan sepertinya terus berulang. Tidak pernah ada pembelajaran yang kita petik. Kita tidak pernah bergegas untuk memperbaiki diri. Seakan kita pasrah dan menerima semua itu sebagai sebuah takdir. Ini sebuah ironi karena kultur kita seharusnya tidak seperti itu. Pada abad VII Sriwijaya besar karena berjaya di laut. Kapal-kapal Sriwijaya bisa menguasai seluruh wilayah Asia Tenggara. Itu tidak mungkin dilakukan kalau Sriwijaya tidak memiliki orang yang paham bagaimana membuat dan memelihara kapal dengan baik.
Pada abad XIV Majapahit mampu mengulangi kejayaan Sriwijaya. Bahkan dengan armada lautnya yang lebih kuat, wilayah Majapahit jauh lebih besar. Lagi-lagi semua itu bisa terjadi karena Majapahit mempunyai ahli yang bukan hanya membuat kapal, melainkan juga merawat kapal dengan baik. Banyak yang mengatakan, kalau periode kejayaan tujuh abad itu ada, Indonesia akan berjaya di abad XXI ini. Namun, jika kita tidak memiliki orang-orang yang mampu menguasai kemaritiman, tidak mungkin kejayaan itu bisa diraih.
Benar apa yang dikatakan Prof Djisman Simanjuntak bahwa tantangan yang kita hadapi ialah pada sisi manusia. Tugas kita bersama untuk membangun manusia yang memiliki etos kerja, punya disiplin, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan infrastruktur yang kita lakukan tidak akan banyak manfaatnya apabila kita tidak memiliki orang yang bisa menjalankannya dengan baik.
Etos kerja dan disiplin harus dimulai dari yang kecil-kecil. Bagaimana kita mematuhi aturan yang sudah dibuat. Dalam transportasi laut, kapal yang dipakai harus menjalani perawatan secara berkala. Awak kapal yang menjalankan harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab. Kalau jumlah maksimal penumpang hanya 10, ya 10 orang saja yang diperkenankan naik. Peralatan keselamatan harus dijamin sesuai dengan penumpang yang ada. Kapten kapal harus disiplin menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal kalau terjadi musibah.
Kita harus menerapkan betul aturan ketika berkaitan dengan transportasi massal. Tidak boleh ada toleransi karena kita harus bersiap pada kondisi terburuk yang terjadi. Tidak bisa kita menganggap semua akan berjalan seperti biasanya. Mentalitas seperti itu tidak bisa dibangun dengan sekali jadi. Kita harus terus-menerus mengingatkan agar kemudian menjadi sebuah kebiasaan.
Tanpa ada kultur baik yang dibangun, tidak mungkin kita akan menjadi bangsa yang hebat seperti nenek moyang kita di masa lalu. Ujian kita sekarang ialah bagaimana musibah kapal Zahro Express itu tidak terulang esok hari. Kalau kita selalu melakukan kesalahan yang sama, kita hanya akan menjadi bangsa pecundang, bukan bangsa pemenang.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved