Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penyuka nubuat, Michel de Nostradamus, selalu ada di hati. Ramalan-ramalan filsuf Prancis abad 16 itu dinilai punya tingkat akurasi tinggi. Pandangan-pandangannya dinilai mampu menembus dinding waktu beratus-ratus tahun. Nostradamus ialah manusia masa silam yang dinilai ‘bisa hadir’ pada masa depan.
Munculnya pemimpin bengis di Jerman, Adofl Hitler, serangan teror 11 September 2001 atau dikenal dengan sebutan nine eleven, dan kemenangan tokoh kontroversial menjadi presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, ialah beberapa nujumnya. Peramal buta dari Italia, Baba Vanga, juga menubuat Barack Obama sebagai presiden AS terakhir. Vanga pula yang menujum tsunami Aceh.
Surat kabar Daily Express yang terbit di London, Inggris, dalam laporannya Minggu (1/1) menulis tentang ramalan Nostradamus itu. Para pengikut dan mereka yang percaya pada Nostradamus mencoba memeriksa lagi tulisan-tulisannya tentang prediksi 2017. Intinya Tiongkok akan kian menguat, AS akan kian melemah, dan terorisme kian menjadi ancaman terbesar.
Dominasi ‘Negeri Tirai Bambu’ itu memang kian nyata. Sudah sejak beberapa tahun lalu barang-barang impor Tiongkok mengkhawatirkan dunia. Jerman dan Jepang sebagai negeri industri disalipnya. Padahal, bank investasi Amerika, Lehman Brothers, menubuat baru pada 2030, Tiongkok bisa menyalip Jepang. Faktanya terjadi pada 2010. Tiongkok 20 tahun lebih cepat mengalahkan Jepang.
Tiongkok, seperti ditulis Martin Jacques dalam buku When China Rules the World (2009), amat mudah menguasai dunia karena Tiongkok bukan nation-state, melainkan sebuah peradaban. Sebagai sebuah peradaban ia lebih menguasai ketimbang sebuah negara. Dengan peradaban mereka yang tua, Tiongkok merasa sebagai pusat dunia.
Dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang keras di panggung dunia, Tiongkok bakal membuat langkah berani untuk memulihkan ‘ketidakseimbangan ekonomi’ di dunia dengan efek yang luas. Ramalan tentang negeri itu yang semakin kuat dan berpengaruh dipercaya para pengikut Nostradamus akan mulai terjadi pada 2017.
Hal ihwal menyangkut Tiongkok beserta ideologi komunismenya itulah kini menjadi isu yang mengundang sentimen kebencian di Indonesia. Seperti beredar di media sosial, 10 juta warga Tiongkok, yang sesungguhnya target pemerintah sebagai wisatawan, dihiperbolkan sebagai tenaga kerja yang membanjiri Indonesia.
Sementara itu, AS sebagai adidaya akan semakin merapuh. Amerika tak bisa memerintah dan semakin lemah saat Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, resmi berkuasa. Amerika di bawah Trump juga dinubuat bakal menentang berdamainya Ukraina dengan Rusia. Namun, Uni Eropa bakal mendukungnya.
Di Amerika Latin, pemerintah diperkirakan akan bergerak keluar dari kebijakan sayap kiri dan hal itu akan menciptakan kemungkinan terjadi kerusuhan sosial masyarakat. Namun, yang paling menakutkan, menurut Nostradamus, ialah ‘Hot War’ akibat pemanasan global meningkat dan sumber daya terus menurun. Perang senjata biologis dan terorisme ialah ancaman terbesar. hari-hari belakangan ini, negara mana yang bebas dari terorisme, termasuk di Eropa?
Korea Utara dan Korea Selatan juga diramal bakal bersekutu. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bakal diturunkan dan akan mencari perlindungan di Rusia. Diktator muda yang sejak berkuasa pada 2011 kerap menggertak Amerika dan Korea Selatan dengan senjata nuklir tersebut dinilai amat berbahaya.
Begitulah nubuat, nubuat Nostradamus. Anda boleh percaya, boleh tidak. Namanya ramalan, ia bisa benar dan sebaliknya. Namun, ramalan dengan melihat kecenderungan-kecenderungan, juga membuat kita bersiap, waspada, dan arif dalam menghadapinya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved