Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Nubuat Nostradamus

03/1/2017 05:31
Nubuat Nostradamus
(AP Photo/Andy Wong)

BAGI para penyuka nubuat, Michel de Nostradamus, selalu ada di hati. Ramalan-ramalan filsuf Prancis abad 16 itu dinilai punya tingkat akurasi tinggi. Pandangan-pandangannya dinilai mampu menembus dinding waktu beratus-ratus tahun. Nostradamus ialah manusia masa silam yang dinilai ‘bisa hadir’ pada masa depan.

Munculnya pemimpin bengis di Jerman, Adofl Hitler, serangan teror 11 September 2001 atau dikenal dengan sebutan nine eleven, dan kemenangan tokoh kontroversial menjadi presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, ialah beberapa nujumnya. Peramal buta dari Italia, Baba Vanga, juga menubuat Barack Obama sebagai presiden AS terakhir. Vanga pula yang menujum tsunami Aceh.

Surat kabar Daily Express yang terbit di London, Inggris, dalam laporannya Minggu (1/1) menulis tentang ramalan Nostradamus itu. Para pengikut dan mereka yang percaya pada Nostradamus mencoba memeriksa lagi tulisan-tulisannya tentang prediksi 2017. Intinya Tiongkok akan kian menguat, AS akan kian melemah, dan terorisme kian menjadi ancaman terbesar.

Dominasi ‘Negeri Tirai Bambu’ itu memang kian nyata. Sudah sejak beberapa tahun lalu barang-barang impor Tiongkok mengkhawatirkan dunia. Jerman dan Jepang sebagai negeri industri di­salipnya. Padahal, bank investasi Amerika, Lehman Brothers, menubuat baru pada 2030, Tiongkok bisa menyalip Jepang. Faktanya terjadi pada 2010. Tiongkok 20 tahun lebih cepat mengalahkan Jepang.

Tiongkok, seperti ditulis Martin Jacques dalam buku When China Rules the World (2009), amat mudah menguasai dunia karena Tiongkok bukan nation-state, melainkan sebuah peradaban. Sebagai sebuah peradaban ia lebih menguasai ketimbang sebuah negara. Dengan peradaban mereka yang tua, Tiongkok merasa sebagai pusat dunia.

Dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang keras di panggung dunia, Tiongkok bakal membuat langkah berani untuk memulihkan ‘ketidakseimbangan ekonomi’ di dunia dengan efek yang luas. Ramalan tentang negeri itu yang semakin kuat dan berpengaruh dipercaya para pengikut Nostradamus akan mulai terjadi pada 2017.

Hal ihwal menyangkut Tiongkok beserta ideologi komunismenya itulah kini menjadi isu yang me­ng­undang sentimen kebencian di Indonesia. Seperti beredar di media sosial, 10 juta warga Tiongkok, yang sesungguhnya target pemerintah sebagai wisatawan, dihiperbolkan sebagai tenaga kerja yang membanjiri Indonesia.

Sementara itu, AS sebagai adidaya akan semakin merapuh. Amerika tak bisa memerintah dan semakin lemah saat Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, resmi berkuasa. Amerika di bawah Trump juga dinubuat bakal menentang berdamainya Ukraina dengan Rusia. Namun, Uni Eropa bakal mendukungnya.

Di Amerika Latin, pemerintah diperkirakan akan bergerak keluar dari kebijakan sayap kiri dan hal itu akan menciptakan kemungkinan terjadi kerusuh­an sosial masyarakat. Namun, yang paling menakutkan, menurut Nostradamus, ialah ‘Hot War’ akibat pemanasan global meningkat dan sumber daya terus menurun. Perang senjata biologis dan terorisme ialah ancaman terbesar. hari-hari belakangan ini, negara mana yang bebas dari terorisme, termasuk di Eropa?

Korea Utara dan Korea Selatan juga diramal bakal bersekutu. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bakal diturunkan dan akan mencari perlindungan di Rusia. Diktator muda yang sejak berkuasa pada 2011 kerap menggertak Amerika dan Korea Selatan dengan senjata nuklir tersebut dinilai amat berbahaya.

Begitulah nubuat, nubuat Nostradamus. Anda boleh percaya, boleh tidak. Namanya ramalan, ia bisa benar dan sebaliknya. Namun, ramalan dengan melihat kecenderungan-kecen­derungan, juga membuat kita bersiap, waspada, dan arif dalam menghadapinya.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan