Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Lagak Ayam Jantan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
02/1/2017 05:31
Lagak Ayam Jantan
(AFP PHOTO / SPUTNIK / ALEXEI DRUZHININ)

KITA memasuki tahun ayam api. Seperti lagak ayam jantan, inilah tahun sejumlah pemimpin negara ditengarai membusungkan dada, menjalan kan kebijakan garis keras. Ada tanda-tanda ramalan itu benar, hanya beberapa hari sebelum 2016 tutup buku, Presiden AS Barack Obama mengusir 35 diplomat Rusia dan menutup dua tempat di New York dan Maryland yang biasa dipakai rekreasi keluarga diplomat Rusia di AS.

Semua itu gara-gara Obama yakin bahwa Rusia berperan memenangkan Donald Trump dengan cara antara lain menyerang Komite Partai Demokrat. Dua tempat itu dinyatakan cuma kedok rekreasi, senyatanya dipakai sebagai markas melakukan serangan maya. Presiden Rusia Vladimir Putin tidak terpengaruh atmosfer ayam api.

Ia tidak membalas api yang di nyalakan Obama. Katanya, membalas Obama dengan mengusir diplomat AS dari Rusia merupakan perbuatan merendahkan. Putin malah mempersilakan diplomat AS dan keluarganya merayakan Natal dan Tahun Baru di Kremlin. Rusia tidak melakukan diplomasi tit-for-tat.

Putin menunggu kebijakan Trump yang bakal resmi menjadi presiden AS pada 20 Januari 2017. Trump sendiri berkicau menyebut Putin sebagai orang cerdas. Sepertinya lagak dua ayam jantan itu cocok, karena itu saling mengempeskan dada. Apakah orang boleh membuang jauh-jauh pikiran bahwa Perang Dingin tak akan terulang?

Garis keras tak lenyap. Trump berkemungkinan melakukannya terhadap Tiongkok. Apakah ayam jantan yang satu ini, Presiden Xi Jinping akan menunjukkan lagaknya, membusungkan dadanya? Entahlah. Kayaknya tidak berlaku nasihat yang waras mengalah, karena berbeda ukuran kewarasan.

Rusia diperkirakan kian gencar menyerang demokrasi Barat. Sasaran berikutnya negara Uni Eropa, yaitu Jerman, Italia, Belanda, Prancis yang bakal pemilu. Bila yang terpilih pemimpin garis keras, semua negara itu ditengarai mengikuti Brexit.

Itu berarti habislah sekutu sejati AS. Dalam perspektif itu, pengusiran 35 diplomat Rusia lebih merupakan peringatan 'lunak' Obama agar yang mereka lakukan terhadap pilpres AS, tidak dilakukan di Uni Eropa. Pemimpin negara manakah yang menjamin negaranya kebal serangan maya?

Baiklah Obama menyesali dirinya bahwa delapan tahun di bawah kekuasaannya, negaranya yang adikuasa kebobolan serangan maya, sampai-sampai demokrasi yang diagungkan menghasilkan Presiden Trump yang mungkin menghancurkan warisan Obama yang gemilang sekalipun.

Hemat saya, seandainya Obama diperpanjang menjadi presiden, AS tetap tak kuasa melawan serangan maya Rusia. Terasa merendahkan? Tidak. AS patuh pada hak intelektual, Rusia tidak. Kecerdasan siapa pun dicurinya, termasuk kecerdasan dunia maya.

Berkat pencurian itu, via internet kita bisa membaca gratis jutaan buku di perpustakaan terbesar di jagat raya. Menguasai angkasa luar masih merupakan perlombaan prestisius, namun penguasaan teknologi dengan produk strategis serangan maya lebih urgen bagi AS.

Sebagai gambaran, ada yang berpendapat hanya tiga negara, Rusia, Tiongkok, Iran atau Korea Utara, yang jagoan dalam serangan maya. Di dunia yang terhubungkan internet praktis tidak ada lagi negara yang tidak rentan serangan maya. Kian canggih kecerdasan teknologi, kian tak terlacak pemerintah negara mana yang menyerang dan pemerintah negara mana yang akan diserang.

Maaf, kita termasuk paling rentan. Ujaran kebencian dan berita bohong yang terjadi selama ini kiranya perlu menjadi pembelajaran bahwa sesama anak bangsa sangat mudah untuk dipecah belah dengan serangan maya. Begitu mengkhawatirkan, sampai-sampai NKRI perlu digelorakan kembali. Jelaslah kecerdasan berideologi Pancasila sangat diperlukan.

Belum lagi serangan maya yang mampu mema damkan listrik sebuah negara sehingga perdagangan/transaksi via internet terputus. Negara itu bisa bangkrut secara ekonomi. Bayangkan saja, ada smartphone, lalu ada smarthome, dan tentu smartstate yang canggih menyerang jaringan listrik negara lain.

Teknologi tidak bebas nilai, apalagi bebas ideologi. Betapa pentingnya menjadi negara berkecerdasan ganda ideologi dan teknologi. Tahun ayam api yang kita masuki dan jalani kiranya mengingatkan semua itu.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.