Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RIYANTO kini seperti hidup kembali. Belasan tahun pemuda pemberani ini memang nyaris dilupakan. Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu gugur saat membantu polisi mengamankan misa Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, 16 tahun silam. Dengan tanggung jawabnya yang tinggi, di tengah misa Natal jemaat yang khusyuk, ia amankan benda yang mencurigakan yang diletakkan seseorang di depan pintu gereja.
Nahas, bom meledak dalam pelukannya sebelum ia lempar ke tempat jauh. Ia tewas untuk menyelamatkan banyak nyawa dalam gereja yang tengah berdoa. Gus Dur ketika itu, sebagai presiden, merasa bangga Indonesia punya pemuda muslim seperti Riyanto yang mengorbankan nyawanya demi orang lain, yakni saudara kristiani yang tengah beribadah. “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan.
Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya,” katanya. Pemuda 25 tahun itu memang layak dikenang sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama. Namanya pun terukir sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, juga gapura megah di Kota Mojokerto. Natal kali ini yang damai, selain kultur kerukunan yang kuat sejak lama di banyak kota, pastilah juga karena spirit Riyanto yang terus menjadi inspirasi di negeri ini.
Di Gereja Kristen Protestan Silo, Kota Ambon, Maluku, misalnya, puluhan pemuda muslim berbaju koko dan berkopiah menjaga misa Natal. Mereka sibuk mengatur kendaraan dan bahkan membantu jemaat gereja menyeberang jalan. Mereka tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Maluku. Mereka pula dengan sukarela menjaga misa Natal di beberapa masjid di provinsi yang pernah dilanda kerusuhan bernuansa SARA pada 1999 itu.
Konflik panjang dengan korban jiwa yang tak sedikit, kota yang hancur, trauma yang dalam, telah menjadi pelajaran yang amat berharga. Sejak beberapa tahun lalu, semangat Pela Gandong (ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara) pun dihidupkan kembali. Mereka membuktikan bersatu jauh lebih bermartabat daripada berseteru. Di Semarang, Cirebon, Tasikmalaya, Simalungun, Timika, Manokwari, Minahasa, dan berbagai kota lain, misa Natal juga penuh penjagaan pemuda muslim.
Tentu, selain semangat tolerasi yang tinggi, ini tak lepas dari kerja polisi, khususnya Datasemen Khusus 88 (Densus 88). Densus 88 telah menangkap terduga teroris di Bekasi, Tasikmalaya, Payakumbuh, Deli Serdang, dan Tangerang selatan. Di Hari Natal, Densus 88 bahkan masih melumpuhkan rencana mereka di Purwakarta. Kita tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika polisi kita tak sigap bekerja.
Kapolri Tito Karnavian memang tegas menjamin keamanan Natal. Jaminan Kapolri menjadi amat penting karena kekhawatiran publik memang tinggi. Selain tensi politik menjelang pilkada DKI yang meninggi, 53 anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Suriah asal Indonesia yang pulang kampung juga menjadi rasa cemas. Terlebih Desember ini aksi terorisme melanda beberapa negara seperti Jerman, Turki, dan Mesir.
Dalam pesan Natalnya Paus Fransiskus juga mengatakan aksi brutal teroris telah mamatrikan rasa takut luar biasa. Namun, Paus juga mengingatkan betapa Yesus atau Isa yang ditolak saat lahir, kini masih berlanjut. Kata Paus, pengabaian itu kini terjadi, yakni ketika cahaya komersialisasi mendominasi dan cahaya Tuhan menjadi bayang-bayang. Manusia begitu peduli pada meteri, tapi tak peduli pada mereka yang terpinggirkan.
“Keduniawian ini telah menyandera Natal. Ini harus dibebaskan,” kata Paus. Karena itu, ‘menghadirkan kembali’ Riyanto kali ini menjadi punya tali relasinya sendiri. Ia menjadi penanda cahaya Tuhan masih menyala. Kita bersyukur, meski ada upaya menegasi, toleransi sesungguhnya masih punya tempat yang tinggi di negeri ini.***
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved