Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Inspirasi Toleransi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
27/12/2016 05:31
Inspirasi Toleransi
(MI/ISHOMUDDIN)

RIYANTO kini seperti hidup kembali. Belasan tahun pemuda pemberani ini memang nyaris dilupakan. Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu gugur saat membantu polisi mengamankan misa Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, 16 tahun silam. Dengan tanggung jawabnya yang tinggi, di tengah misa Natal jemaat yang khusyuk, ia amankan benda yang mencurigakan yang diletakkan seseorang di depan pintu gereja.

Nahas, bom meledak dalam pelukannya sebelum ia lempar ke tempat jauh. Ia tewas untuk menyelamatkan banyak nyawa dalam gereja yang tengah berdoa. Gus Dur ketika itu, sebagai presiden, merasa bangga Indonesia punya pemuda muslim seperti Riyanto yang mengorbankan nyawanya demi orang lain, yakni saudara kristiani yang tengah beribadah. “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan.

Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya,” katanya. Pemuda 25 tahun itu memang layak dikenang sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama. Namanya pun terukir sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, juga gapura megah di Kota Mojokerto. Natal kali ini yang damai, selain kultur kerukunan yang kuat sejak lama di banyak kota, pastilah juga karena spirit Riyanto yang terus menjadi inspirasi di negeri ini.

Di Gereja Kristen Protestan Silo, Kota Ambon, Maluku, misalnya, puluhan pemuda muslim berbaju koko dan berkopiah menjaga misa Natal. Mereka sibuk mengatur kendaraan dan bahkan membantu jemaat gereja menyeberang jalan. Mereka tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Maluku. Mereka pula dengan sukarela menjaga misa Natal di beberapa masjid di provinsi yang pernah dilanda kerusuhan bernuansa SARA pada 1999 itu.

Konflik panjang dengan korban jiwa yang tak sedikit, kota yang hancur, trauma yang dalam, telah menjadi pelajaran yang amat berharga. Sejak beberapa tahun lalu, semangat Pela Gandong (ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara) pun dihidupkan kembali. Mereka membuktikan bersatu jauh lebih bermartabat daripada berseteru. Di Semarang, Cirebon, Tasikmalaya, Simalungun, Timika, Manokwari, Minahasa, dan berbagai kota lain, misa Natal juga penuh penjagaan pemuda muslim.

Tentu, selain semangat tolerasi yang tinggi, ini tak lepas dari kerja polisi, khususnya Datasemen Khusus 88 (Densus 88). Densus 88 telah menangkap terduga teroris di Bekasi, Tasikmalaya, Payakumbuh, Deli Serdang, dan Tangerang selatan. Di Hari Natal, Densus 88 bahkan masih melumpuhkan rencana mereka di Purwakarta. Kita tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika polisi kita tak sigap bekerja.

Kapolri Tito Karnavian memang tegas menjamin keamanan Natal. Jaminan Kapolri menjadi amat penting karena kekhawatiran publik memang tinggi. Selain tensi politik menjelang pilkada DKI yang meninggi, 53 anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Suriah asal Indonesia yang pulang kampung juga menjadi rasa cemas. Terlebih Desember ini aksi terorisme melanda beberapa negara seperti Jerman, Turki, dan Mesir.

Dalam pesan Natalnya Paus Fransiskus juga mengatakan aksi brutal teroris telah mamatrikan rasa takut luar biasa. Namun, Paus juga mengingatkan betapa Yesus atau Isa yang ditolak saat lahir, kini masih berlanjut. Kata Paus, pengabaian itu kini terjadi, yakni ketika cahaya komersialisasi mendominasi dan cahaya Tuhan menjadi bayang-bayang. Manusia begitu peduli pada meteri, tapi tak peduli pada mereka yang terpinggirkan.

“Keduniawian ini telah menyandera Natal. Ini harus dibebaskan,” kata Paus. Karena itu, ‘menghadirkan kembali’ Riyanto kali ini menjadi punya tali relasinya sendiri. Ia menjadi penanda cahaya Tuhan masih menyala. Kita bersyukur, meski ada upaya menegasi, toleransi sesungguhnya masih punya tempat yang tinggi di negeri ini.***



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan