Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Modal Manusia

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
14/12/2016 05:31
Modal Manusia
(AP Photo/Andy Wong)

KEINGINAN untuk membangun yang kita miliki sungguh luar biasa. Kita i ngin membangun puluhan bendungan. Kita sudah mencanangkan pembangunan pelabuhan dan bandar udara. Tol yang dibangun dalam lima tahun ditetapkan 1.500 km, sedangkan pembangkit listrik yang akan dibangun dalam lima tahun 35 ribu Mw. Memang kita harus punya mimpi yang besar. Tantangan selanjutnya ialah bagaimana merealisasikan mimpi itu.

Keinginan membangun infrastruktur jangan sekadar untuk memiliki prasarana, tetapi harus juga kita pakai untuk membangun manusia Indonesia. Dalam sarasehan 100 ekonom pekan lalu, setidaknya pandangan itu dilontarkan Djisman Simanjuntak dan Mudrajad Kuncoro.

Keduanya mengingatkan pembangunan agar tidak melupakan modal manusia yang kita miliki. Sayang sekali kalau kita tidak memberikan kesempatan kepada putra-putra Indonesia menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Selama ini terlalu sering kita membiarkan bangsa kita hanya menjadi penonton.

Dalam pembangunan pembangkit tenaga listrik, misalnya, terlalu banyak proyek dengan model turnkey. Memang karena proyek didanai dengan kredit ekspor, seluruh pelaksanaan proyek akhirnya ditentukan negara pemberi kredit. Bukan hanya teknologinya yang mereka tentukan, tenaga pelaksana pun didatangkan dari negara mereka.

Negara yang paling agresif mengekspor teknologi dengan kredit ekspor ialah Tiongkok. Banyak proyek pembangkit tenaga listrik di Indonesia kini yang dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja Tiongkok. Tidak usah heran apabila bangsa Tiongkok kemudian cepat berkembang karena mereka banyak melakukan praktik.

Sementara itu, kita tidak pernah bisa menguasai teknologi mereka karena hanya menjadi penonton. Walaupun belum serapi produk Jepang, produk Tiongkok terus berkembang. Sama seperti Jepang, bangsa Tiongkok sudah menguasai teknologi ultra-supercritical untuk pembangkit listrik tenaga uap. Bahkan dalam kunjungan saya ke Shanghai pekan lalu, Tiongkok mampu mengembangkan teknologi PLTU paling efisien di dunia.

Mereka bisa membuat turbin dan boiler yang cukup membutuhkan 276 gram batu bara kalori sedang untuk menghasilkan 1 kilowatt-hour listrik. Yang menarik, Tiongkok melakukan hal itu dari pengembangan teknologi yang sebelumnya diberikan lisensi oleh Siemens, Jerman, untuk turbin dan Alstom, Prancis, untuk boiler. Karena putra-putra Tiongkok diberi kepercayaan mengembangkan ilmu pengetahuan, akhirnya mereka tidak hanya menguasai teknologi itu, tetapi bahkan bisa lebih maju.

Kita sering kali tidak berani memberikan kesempatan kepada putra-putra Indonesia mencoba. Selalu ada kekhawatiran mahal atau takut gagal sehingga modal manusia yang kita miliki dibiarkan tidak termanfaatkan. Padahal, tidak ada kemajuan tanpa pernah mencoba. Bagi banyak negara, kegagalan dianggap sebagai biaya pembelajaran. Justru dari kegagalan itu orang kemudian belajar dan berupaya untuk tidak sampai gagal dua kali.

Pepatah lama kita pun mengajarkan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Saat pertemuan dengan Presiden Harbin Electric International Company Limited Qu Aimin di Tianjin, Tiongkok, dikatakan, pihaknya membawa seluruh tenaga kerja dari Tiongkok dalam mengerjakan berbagai proyek di Indonesia.

Namun, jika Indonesia meminta untuk tidak menggunakan model turnkey, pihaknya tidak keberatan. Harbin menggunakan model kerja sama dengan perusahaan lokal dalam membangun proyek tenaga listrik di India. Kini terpulang kepada kita, apa yang ingin kita dapatkan dari berbagai proyek infrastruktur yang hendaknya kita lakukan? Apakah kita hanya ingin memiliki infrastruktur ataukah kita juga ingin agar para insinyur kita mempunyai kemampuan membangun infrastruktur?



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.