Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Sarasehan Ekonom

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
10/12/2016 06:00
Sarasehan Ekonom
(MI/Panca Syurkani)

LUAR biasa komitmen para ahli ekonomi terhadap bangsa dan negara ini.

Sebanyak 100 ekonom berkumpul Selasa (6/12) lalu di Hotel Fairmont.

Satu tujuan mereka, yakni memberi sumbang saran ke pimpinan negara ini tentang apa yang perlu dilakukan untuk semakin memajukan negara dan menyejahterakan rakyat.

Mereka tidak melihat apakah ia junior atau senior.

Hari itu semua merasa memiliki tanggung jawab sama untuk memberikan pemikiran terbaik kepada negeri ini.

Karena itu, kita bisa melihat ekonom dari lintas generasi duduk dalam satu meja, mulai Ginandjar Kartasasmita, Dorodjatun Kuntjorojakti, Dawam Rahardjo, Djisman Simanjuntak, Gunawan Sumodiningrat, hingga generasi Anggito Abimanyu, Anton Gunawan, Didiek Rachbini, dan Enny Sri Hartati.

Presiden Joko Widodo dan para menteri ekonomi menyambut positif sumbang saran para ahli ekonomi.

Mulai Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro, Menperin Airlangga Hartarto, hingga Mendag Enggartiasto Lukita ikut serta dalam diskusi.

Hadir pula Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad.

Republik ini milik kita bersama.

Maju dan mundurnya bergantung pada kita.

Apabila semua orang mau memberikan sumbangsih terbaik dan melihat persoalan dengan kacamata positif, pasti kita akan mampu membangun negara tercinta ini.

Banyak persoalan yang kita hadapi.

Dalam sarasehan diingatkan soal kualitas anggaran sekarang ini.

Masih banyak warga bangsa ini yang tidak membayar pajak dengan baik.

Di sisi lain, banyak potensi pajak yang belum digarap. Kita tidak bisa mengandalkan utang untuk menutupi defisit anggaran.

Salah satu yang bisa menutup kebutuhan anggaran pembangunan ialah masuknya investasi.

Peran dunia usaha dan badan usaha milik negara sangat diperlukan untuk menggerakkan perekonomian, terutama dalam membalikkan deindustrialisasi yang sudah terjadi sejak awal reformasi.

Memang masih ada beberapa industri yang tumbuh baik, tetapi secara keseluruhan kontribusi industri terhadap produk domestik bruto turun dari 32% menjadi tinggal 21%.

Salah satu penghambat reindustrialisasi ialah kapasitas tenaga kerja.

Sekolah kejuruan tidak menghasilkan lulusan siap pakai.

Presiden memandang perlu mengubah sistem pembelajaran di sekolah kejuruan dari teori menjadi lebih banyak praktik untuk meningkatkan kompetensi.

Berbagai pembangunan infrastruktur keras yang dilakukan tidak akan banyak manfaatnya apabila tidak diikuti kesiapan infrastruktur manusianya.

Hal lain yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pembangunan nasional ialah memperkuat sistem keuangan.

Pendalaman pasar keuangan harus didorong agar kebutuhan pendanaan tak hanya bertumpu pada perbankan, tapi juga bisa lewat pasar modal, asuransi, dan dana pensiun.

Dalam mengantisipasi perlambatan perekonomian global, para ekonom mengingatkan besarnya potensi pasar dalam negeri.

Presiden pun merespons untuk mendorong industri yang berorientasi kepada substitusi impor.

Kita tidak boleh hanya mengejar harga murah sehingga membiarkan pasar dalam negeri dibanjiri produk ekspor.

Semua upaya pembangunan akhirnya harus tertuju pada kesejahteraan rakyat.

Kita harus mau mengoreksi arah kebijakan pembangunan selama ini karena yang terjadi ialah semakin melebarnya tingkat kesenjangan.

Di samping kebijakan negara untuk lebih peduli kepada masyarakat miskin, pemberdayaan kelompok yang tertinggal harus diutamakan. Koperasi dan usaha kecil dan menengah merupakan jalan terbaik untuk memeratakan pembangunan.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.