Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Partnership

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
30/11/2016 05:31
Partnership
(Abdus Syukur)

MATA AIR Umbulan di Pasuruan sudah sejak 1972 dipikirkan untuk bisa dimanfaatkan bagi penyediaan kebutuhan air masyarakat. Namun, pemanfaatan mata air dengan kapasitas 5.000 liter per detik itu hanya berhenti pada tataran konsep. Mata air yang sudah ada sejak 1916 itu dibiarkan terbuang begitu saja ke laut. Kini harapan bagi pelayanan publik yang lebih baik di lima kabupaten dan kota di Jawa Timur itu mulai terlihat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Keuangan mencapai kesepakatan bagi dilakukannya kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Proyek senilai Rp2 triliun akan segera dilaksanakan dengan swasta menyediakan seluruh anggaran investasinya, sedangkan pemerintah menyediakan viability gap facility sehingga proyek ini bisa layak secara bisnis dan masyarakat memperoleh air dengan tarif yang terjangkau. Proyek air minum Umbulan merupakan salah satu dari beberapa proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha yang akhirnya bisa disepakati. Sudah sejak 1998 public-private partnership (PPP) digagas untuk bisa dilakukan. Namun, meski dua kali itu diperbaiki melalui peraturan presiden 2005 dan 2006, tetap saja masih ada hambatan yang dihadapi.

Persoalan paling utama ialah tidak adanya pihak yang mau menjadi penanggung jawab proyek kerja sama. Kekhawatiran akan adanya tuduhan kongkalikong dan menguntungkan pihak lain membuat banyak pejabat negara akhirnya memilih tidak mengambil keputusan. Padahal, di sisi lain, begitu banyak proyek infrastruktur yang dibutuhkan untuk memberikan
pelayanan publik yang lebih baik. Pemerintah tidak mungkin bisa membiayai sendiri karena anggaran yang dibutuhkan begitu besar. Presiden Joko Widodo menyebutkan, dalam lima tahun ke depan, setidaknya dibutuhkan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp4.900 triliun.

Sementara itu, kemampuan anggaran negara hanya sekitar Rp1.500 triliun. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional kemudian merumuskan proyek infrastruktur yang dibutuhkan tetapi tidak mampu dibiayai APBN. Proyek-proyek itu kemudian dikaji Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk kemudian diserahkan ke Kementerian Keuangan agar dicarikan penanggung jawab kerja sama serta swasta yang mau bekerja sama. Kemenkeu setidaknya memiliki dua badan usaha milik negara yang khusus menangani infrastruktur, yakni PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur. Kedua BUMN itu mampu melakukan kajian proyek infrastruktur dan menyediakan fasilitas keuangan.

Proyek air minum Umbulan ibarat ‘pecah telur’ dari proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha. Proyek lain yang merupakan model PPP ialah proyek pembangkit listrik di Batang, Jawa Tengah. Proyek pembangkit listrik itu bahkan merupakan ‘pecah telur’ yang pertama dan terbesar karena menelan biaya US$4,2 miliar yang sepenuhnya dibiayai dari perbankan Jepang. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menjadi penanggung jawab proyek Palapa Ring mengatakan dirinya berani menjadi penanggung jawab karena proyek itu justru lebih transparan.

Semua pihak yang terlibat sama-sama ikut mengawasi karena tidak mau dianggap salah di kemudian hari. Dengan empat model yang dimiliki, mulai proyek air minum, telekomunikasi, pembangkit listrik, hingga jalan tol, kita tentunya bisa lebih cepat membangun infrastruktur. Kita tidak perlu khawatir akan model kerja samanya karena kita sudah mempunyai beberapa contoh. Sekarang tinggal terpulang kepada kita bagaimana mempercepat pembangunan infrastruktur.

Tantangan ke depan lebih tertumpu kepada mentalitas kita. Apakah kita mau mempercepat pembangunan demi terciptanya pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh rakyat ataukah kita terus berkutat untuk memikirkan diri sendiri? Waktu 18 tahun lebih dari cukup bagi kita untuk belajar. Sekarang kita perlu lari untuk mengatasi ketertinggalan pembangunan infrastruktur.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan