Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
"GENERASI tua berpikir bahwa kita lebih baik memberi pendapat saja. Lebih baik kita ini mempersiapkan generasi baru yang baik untuk masa depan."
Presiden Timor Leste (2002-2007), Ray Rala Xanana Gusmao, mengatakan pandangan itu dengan ekspresi wajah penuh keyakinan ketika menjadi salah satu pembicara pada Supermentor 6: Leader, di Jakarta, Minggu (17/5).
Ia hadir bersama mantan Presiden BJ Habibe, Susilo Bambang Yudhoyono, dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
Keyakinan Xanana itu disebabkan generasi baru akan lebih baik. Mereka punya vitalitas lebih tinggi, lebih berenergi.
Itulah alasan kenapa ia mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri 9 Februari silam. Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan pada Rui de Araujo, menteri kesehatan.
Xanana istimewa karena ia dulu musuh 'kita'. Ia tujuh tahun menjadi orang rantai karena melakukan aksi subversif.
Tentu yang paling istimewa ialah keikhlasan Xanana mengundurkan diri ketika berada di puncak. Ia tak menghabiskan waktu yang diberikan konstitusi kapan mestinya harus turun.
Seorang pemimpin dengan 'P' besar memang tahu kapan ia harus mundur.
Xanana tak menepuk dada, karena ia bergerilya selama 20 tahun, dan dipenjara selama tujuh tahun, ia yang paling berhak 'menghitam-putihkan' negerinya.
Sebagian orang di negeri ini bisa saja berpendapat Timor Leste negara kecil. Kita tahu kesederajatan negara tak mengenal besar dan kecil.
Bukankah banyak negara berukuran dan berpenduduk kecil, tapi pemimpin dan negaranya punya prestasi dan pengaruh besar?
Menurut Xanana, seorang pemimpin tak hanya harus berani, tegas, dan kerja keras, tetapi juga rendah hati. Saya kira sosok yang memperoleh rupa-rupa penghargaan internasional itu memang punya kerendahan hati itu.
Setiap hadir di Jakarta, ia tak membawa ego sebagai presiden atau perdana menteri. Ia seperti berkunjung ke rumah sahabat lama: tak disertai protokoler. Ringan saja kakinya diayunkan. Mudah saja senyum dikembangkan.
Ia sama sekali tak memperlakukan Indonesia bagian dari masa silamnya yang pahit, tetapi justru dengan harapan masa depan. Xanana selalu menaruh respek pada Indonesia yang selama 23 tahun 'membawahkan' Timor Timur.
Ketika menjelang Pemilihan Presiden 2004, Serious Crime Unit, sebuah badan khusus di bawah PBB, memerintahkan untuk menangkap bekas Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto.
Ia dianggap sosok yang paling bertanggung jawab atas banyak korban jiwa ketika jajak pendapat Timor Timur pada 1999. Namun, Xanana memerintahkan Jaksa Agung Monteiro untuk membatalkan surat penangkapan itu.
"Timor Leste tak perlu menangkap Wiranto. Masa lalu adalah masa lalu," katanya.
Ia menyadari Wiranto tengah menjadi calon presiden Indonesia dan ia jujur mengatakan negerinya tak akan bisa maju tanpa dukungan Indonesia.
Minggu itu, Xanana juga berterima kasih kepada BJ Habibie yang berani memberlakukan referendum bagi rakyat Timor Timur. Tanpa keberanian Habibie, kata Xanana, ia dan negerinya tak mungkin menikmati kemerdekaan.
Ia memuji Try Sutrisno, sebagai Panglima TNI, yang memerintahkan agar Xanana tak usah diborgol ketika ditangkap TNI tujuh tahun sebelum jajak pendapat.
Xanana contoh pemimpin yang tak ingin menjadi 'monumen' yang harus terus ditaruh di atas ketinggian menara.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved