Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Xanana

19/5/2015 00:00
Xanana
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

"GENERASI tua berpikir bahwa kita lebih baik memberi pendapat saja. Lebih baik kita ini mempersiapkan generasi baru yang baik untuk masa depan."

Presiden Timor Leste (2002-2007), Ray Rala Xanana Gusmao, mengatakan pandangan itu dengan ekspresi wajah penuh keyakinan ketika menjadi salah satu pembicara pada Supermentor 6: Leader, di Jakarta, Minggu (17/5).

Ia hadir bersama mantan Presiden BJ Habibe, Susilo Bambang Yudhoyono, dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Keyakinan Xanana itu disebabkan generasi baru akan lebih baik. Mereka punya vitalitas lebih tinggi, lebih berenergi.

Itulah alasan kenapa ia mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri 9 Februari silam. Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan pada Rui de Araujo, menteri kesehatan.

Xanana istimewa karena ia dulu musuh 'kita'. Ia tujuh tahun menjadi orang rantai karena melakukan aksi subversif.

Tentu yang paling istimewa ialah keikhlasan Xanana mengundurkan diri ketika berada di puncak. Ia tak menghabiskan waktu yang diberikan konstitusi kapan mestinya harus turun.

Seorang pemimpin dengan 'P' besar memang tahu kapan ia harus mundur.

Xanana tak menepuk dada, karena ia bergerilya selama 20 tahun, dan dipenjara selama tujuh tahun, ia yang paling berhak 'menghitam-putihkan' negerinya.

Sebagian orang di negeri ini bisa saja berpendapat Timor Leste negara kecil. Kita tahu kesederajatan negara tak mengenal besar dan kecil.

Bukankah banyak negara berukuran dan berpenduduk kecil, tapi pemimpin dan negaranya punya prestasi dan pengaruh besar?

Menurut Xanana, seorang pemimpin tak hanya harus berani, tegas, dan kerja keras, tetapi juga rendah hati. Saya kira sosok yang memperoleh rupa-rupa penghargaan internasional itu memang punya kerendahan hati itu.

Setiap hadir di Jakarta, ia tak membawa ego sebagai presiden atau perdana menteri. Ia seperti berkunjung ke rumah sahabat lama: tak disertai protokoler. Ringan saja kakinya diayunkan. Mudah saja senyum dikembangkan.

Ia sama sekali tak memperlakukan Indonesia bagian dari masa silamnya yang pahit, tetapi justru dengan harapan masa depan. Xanana selalu menaruh respek pada Indonesia yang selama 23 tahun 'membawahkan' Timor Timur.

Ketika menjelang Pemilihan Presiden 2004, Serious Crime Unit, sebuah badan khusus di bawah PBB, memerintahkan untuk menangkap bekas Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto.

Ia dianggap sosok yang paling bertanggung jawab atas banyak korban jiwa ketika jajak pendapat Timor Timur pada 1999. Namun, Xanana memerintahkan Jaksa Agung Monteiro untuk membatalkan surat penangkapan itu.

"Timor Leste tak perlu menangkap Wiranto. Masa lalu adalah masa lalu," katanya.

Ia menyadari Wiranto tengah menjadi calon presiden Indonesia dan ia jujur mengatakan negerinya tak akan bisa maju tanpa dukungan Indonesia.

Minggu itu, Xanana juga berterima kasih kepada BJ Habibie yang berani memberlakukan referendum bagi rakyat Timor Timur. Tanpa keberanian Habibie, kata Xanana, ia dan negerinya tak mungkin menikmati kemerdekaan.

Ia memuji Try Sutrisno, sebagai Panglima TNI, yang memerintahkan agar Xanana tak usah diborgol ketika ditangkap TNI tujuh tahun sebelum jajak pendapat.

Xanana contoh pemimpin yang tak ingin menjadi 'monumen' yang harus terus ditaruh di atas ketinggian menara.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.