Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Nasionalisme

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
16/11/2016 05:31
Nasionalisme
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

TERPILIHNYA Donald Trump menjadi presiden ke-45 AS membawa imbas buruk kepada perekonomian Indonesia. Rupiah sempat melemah ke angka Rp13.800 per dolar AS. Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia tertekan mendekati angka 5.100. Kita percaya ini hanyalah kondisi sesaat. Seperti terjadi di banyak negara lain, hasil pemilihan presiden di AS membuat pasar nervous. Namun, setelah itu keadaan kembali ke posisi normal karena ekonomi selalu berada di wilayah yang rasional.

Dalam ekonomi, semua selalu berupaya menghasilkan yang terbaik. Seburuk apa pun keadaan yang dihadapi, semua akan berupaya mencapai yang terbaik karena tidak ada orang mau merugi. Pada semua bangsa di dunia, selalu muncul rasa nasionalisme. Meski di era globalisasi seperti sekarang batas negara tidak lagi dikenal, kebersamaan sebagai bangsa tetap akan didahulukan. Tidak ada satu pun bangsa yang ingin tertinggal dalam era kompetisi bebas seperti sekarang.

Untuk itu, kebersamaan harus terus dijaga. Kebersamaan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam melakukan pembangunan merupakan sebuah keharusan. Kita harus kompak untuk sama-sama menyelamatkan perekonomian nasional karena itulah yang akan membawa kita meraih kesejahteraan bersama. Kalangan dunia usaha harus menjadi pelopor. Mereka tidak perlu ragu untuk menjalankan bisnis dan melakukan investasi di Indonesia. Keyakinan pengusaha nasional akan menjadi pendorong bagi investor luar negeri untuk mau menanamkan modal di negara kita.

Pemerintah tentunya harus mendukung dunia usaha. Jangan lihat mereka sebagai pihak yang bisa diperas. Pengusaha harus dilihat sebagai aset nasional. Seperti kata Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, negara otomatis menjadi pemilik 30% dari perusahaan yang ada. Pengusaha merupakan pahlawan karena bisa membuka lapang an pekerjaan dan menghasilkan devisa. Masyarakat bisa mendukung pembangunan ekonomi nasional dengan mengonsumsi produk buatan dalam negeri.

Konsumsi masyarakat bukan hanya membuat perusahaan bisa terus bertahan, melainkan juga membuat skala ekonomi bisa tercapai dan dengan itulah perusahaan nasional akan bisa bersaing di pasar global. Produk asal Jepang atau Tiongkok bisa menang di pasar global karena ditopang konsumsi dalam negeri. Ibaratnya berapa pun harga barang yang mereka ekspor tinggal mendapatkan untungnya saja karena biaya pengembangan dan produksi sudah terbayar oleh konsumsi di dalam negeri. Tidak bosan-bosannya kita mengingatkan untuk membangun sikap saling mengerti, saling percaya, dan saling menghormati, apalagi dalam situasi global yang penuh tidak kepastian seperti sekarang.

Kebersamaan perlu diperkuat agar kita tidak hanyut oleh kondisi yang ada. Kita harus sadar kondisi global memang tidak menguntungkan. Kita sedang menghadapi angin dari depan (headwind). Itu bisa kita rasakan dari pertumbuhan ekonomi yang seperti roller coaster. Pertumbuhan di kuartal III kembali melemah menjadi 5,02%, padahal di kuartal II sempat naik menjadi 5,19%. Satu hal yang pantas membuat kita optimistis ialah potensi untuk tumbuh yang besar.

Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Subroto sering mengatakan Indonesia mempunyai empat potensi besar, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, inovasi, dan teknologi. Dari keempat itu, Indonesia baru memanfaatkan satu saja, yaitu sumber daya alam. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi Indonesia mengoptimalkan tiga potensi yang lain.

Untuk itu, yang harus dilakukan ialah membangun kekompakan. Tidaklah mungkin kita akan mampu membangun negeri kalau kita terus berkelahi sendiri di dalam. Kita selalu curiga satu dengan yang lain. Tugas pemimpin untuk membawa seluruh bangsa membangun negara ini. Kita harus menjadi manusia yang produktif dan menjadi pemenang dalam era persaingan bebas.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.