Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI

APAKAH indahnya menebar ujaran kebencian? Hanya orang 'sakit' yang menjawab betapa indahnya menebar kebencian. Benarkah pernyataan itu?
Pernyataan itu hiperbolis karena realitas menunjukkan betapa menebar kebencian tidak berhubungan dengan 'sakit' atau 'waras'. Orang 'sakit' atau orang 'waras' kiranya sama-sama dapat menjadi penebar kebencian.
Dahulu orang tak bisa menyebar kebencian dan meresponsnya seketika, lalu serentak menyebarkannya ke seluruh penjuru.
Kini, melalui media sosial, itulah yang terjadi.
Sebaliknya, mestinya sama saja, dahulu orang tidak bisa menyebar kebajikan dan meresponsnya seketika, tetapi kini dengan media sosial, mudah sekali.
Nyatanya? Lebih mudah menyebar kebencian ketimbang kebajikan.
Padahal, sesuai dengan namanya, media sosial tidak diciptakan untuk menjadi media asosial, apalagi media antisosial.
Namun, kini orang di mana-mana direpotkan paradoks tersebut.
Situasi itu kayaknya tidak ada relasinya dengan kehebatan suatu bangsa, suatu negara.
Negara supermaju seperti AS pun mengalaminya, sebagai buah pahit dari kebebasan.
Contohnya, berkaitan dengan Donald Trump, melalui hastag #boycottgrubhub, tersebarlah kebencian terhadap Grubhub, perusahaan jasa pengantar makanan via daring.
Isinya agar pendukung Trump memboikot perusahaan itu.
Apa pasal?
Tersebutlah Matt Maloney, bos perusahaan itu, mengirim e-mail kepada karyawannya yang isinya menyarankan karyawan yang setuju dengan perilaku dan kampanye presiden terpilih Donald Trump agar mengundurkan diri.
E-mail itu antara lain terbit dan dibahas seorang jurnalis di Foxnews.com (Rabu, 10/11).
Matt Maloney membantahnya. E-mail-nya telah salah dimengerti.
Kata Maloney, ia tidak meminta siapa pun jika memilih Trump untuk mengundurkan diri.
"Saya tidak akan pernah melakukan hal itu. Sebaliknya, pesan e-mail itu mengatakan bahwa kami tidak menoleransi kegiatan diskriminasi atau komentar kebencian di lingkungan kerja. Kami membela perbedaan perspektif dan inklusif."
Grubhub rata-rata sehari melayani 267.500 pesanan yang diantar meliputi 1.100 kota di seantero AS.
Akibat kebencian itu penjualannya merosot, dalam 24 jam sahamnya anjlok 5%.
Dampak ujaran kebencian terhadap bisnis dapat dihitung.
Akan tetapi, berapa harganya, berapa nilainya, bila sampai menghancurkan persatuan bangsa?
Di dalam pidatonya di acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat dengan tema Doa untuk keselamatan bangsa di Ancol, Jakarta (Sabtu, 12/11), yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa, dihadiri lebih dari 5.000 kiai, Presiden Joko Widodo memprihatinkan ujaran bernada hujatan, ejekan, makian, fitnah, serta ujaran yang mengarah ke adu domba yang tersebar luas di media sosial.
"Bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun, punya akhlaqulkarimah. Saling ejek, saling memaki, saling memfitnah, dan adu domba itu bukan jati diri masyarakat Indonesia."
Kiranya bukan pula jati diri bangsa ini menyulut dan membangkitkan perbantahan dan pertengkaran di tengah masyarakat, melalui medium apa pun.
Jati diri itu seperti lenyap seketika gara-gara pilkada Jakarta.
Pilkada Jakarta memberi pelajaran amat penting bagi persatuan bangsa, tidakkah lebih bijak pilkada dilakukan DPRD?
Cukuplah pilres dipilih langsung oleh rakyat.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved