Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Ujaran Kebencian

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
14/11/2016 06:00
Ujaran Kebencian
(MI/Ramdani)

APAKAH indahnya menebar ujaran kebencian? Hanya orang 'sakit' yang menjawab betapa indahnya menebar kebencian. Benarkah pernyataan itu?

Pernyataan itu hiperbolis karena realitas menunjukkan betapa menebar kebencian tidak berhubungan dengan 'sakit' atau 'waras'. Orang 'sakit' atau orang 'waras' kiranya sama-sama dapat menjadi penebar kebencian.

Dahulu orang tak bisa menyebar kebencian dan meresponsnya seketika, lalu serentak menyebarkannya ke seluruh penjuru.

Kini, melalui media sosial, itulah yang terjadi.

Sebaliknya, mestinya sama saja, dahulu orang tidak bisa menyebar kebajikan dan meresponsnya seketika, tetapi kini dengan media sosial, mudah sekali.

Nyatanya? Lebih mudah menyebar kebencian ketimbang kebajikan.

Padahal, sesuai dengan namanya, media sosial tidak diciptakan untuk menjadi media asosial, apalagi media antisosial.

Namun, kini orang di mana-mana direpotkan paradoks tersebut.

Situasi itu kayaknya tidak ada relasinya dengan kehebatan suatu bangsa, suatu negara.

Negara supermaju seperti AS pun mengalaminya, sebagai buah pahit dari kebebasan.

Contohnya, berkaitan dengan Donald Trump, melalui hastag #boycottgrubhub, tersebarlah kebencian terhadap Grubhub, perusahaan jasa pengantar makanan via daring.

Isinya agar pendukung Trump memboikot perusahaan itu.

Apa pasal?

Tersebutlah Matt Maloney, bos perusahaan itu, mengirim e-mail kepada karyawannya yang isinya menyarankan karyawan yang setuju dengan perilaku dan kampanye presiden terpilih Donald Trump agar mengundurkan diri.

E-mail itu antara lain terbit dan dibahas seorang jurnalis di Foxnews.com (Rabu, 10/11).

Matt Maloney membantahnya. E-mail-nya telah salah dimengerti.

Kata Maloney, ia tidak meminta siapa pun jika memilih Trump untuk mengundurkan diri.

"Saya tidak akan pernah melakukan hal itu. Sebaliknya, pesan e-mail itu mengatakan bahwa kami tidak menoleransi kegiatan diskriminasi atau komentar kebencian di lingkungan kerja. Kami membela perbedaan perspektif dan inklusif."

Grubhub rata-rata sehari melayani 267.500 pesanan yang diantar meliputi 1.100 kota di seantero AS.

Akibat kebencian itu penjualannya merosot, dalam 24 jam sahamnya anjlok 5%.

Dampak ujaran kebencian terhadap bisnis dapat dihitung.

Akan tetapi, berapa harganya, berapa nilainya, bila sampai menghancurkan persatuan bangsa?

Di dalam pidatonya di acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat dengan tema Doa untuk keselamatan bangsa di Ancol, Jakarta (Sabtu, 12/11), yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa, dihadiri lebih dari 5.000 kiai, Presiden Joko Widodo memprihatinkan ujaran bernada hujatan, ejekan, makian, fitnah, serta ujaran yang mengarah ke adu domba yang tersebar luas di media sosial.

"Bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun, punya akhlaqulkarimah. Saling ejek, saling memaki, saling memfitnah, dan adu domba itu bukan jati diri masyarakat Indonesia."

Kiranya bukan pula jati diri bangsa ini menyulut dan membangkitkan perbantahan dan pertengkaran di tengah masyarakat, melalui medium apa pun.

Jati diri itu seperti lenyap seketika gara-gara pilkada Jakarta.

Pilkada Jakarta memberi pelajaran amat penting bagi persatuan bangsa, tidakkah lebih bijak pilkada dilakukan DPRD?

Cukuplah pilres dipilih langsung oleh rakyat.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan