Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Arti Terpilihnya Trump

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
12/11/2016 05:31
Arti Terpilihnya Trump
(AFP PHOTO / JEFF KOWALSKY)

RAKYAT Amerika sudah mengambil keputusan. Mereka secara mengejutkan memilih Donald Trump sebagai presiden ke-45. Pilihan itu harus dihormati karena melalui proses panjang yang penuh ujian. Pertanyaannya, apa arti terpilihnya Trump bagi perekonomian Amerika dan dunia? Keterkejutan dunia atas terpilihnya presiden yang penuh kontroversi itu sudah dicerminkan dengan bursa saham dunia yang bertumbangan.

Semua pihak khawatir akan tercipta ketidakpastian pada perekonomian global. Sejauh ini para penasihat di sekitar Trump tidak cukup kuat. Penasihat ekonomi yang dikenal hanyalah Peter Navarro. Doktor ekonomi lulusan Universitas Harvard itu banyak tampil di program televisi dan menulis opini di surat kabar Amerika. Gagasan yang sering dimunculkan ialah mengembalikan kejayaan Amerika.

Caranya dengan membangun infrastruktur besar-besaran di Amerika serta menjadikan pasar Amerika untuk orang Amerika. Presiden terpilih AS itu sudah melontarkan rencana mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur. Trump ingin mengulangi langkah yang pernah dilakukan Presiden Franklin Delano Roosevelt untuk membawa Amerika keluar dari depresi besar.

Roosevelt melakukan pembangunan besar-besaran agar masyarakat Amerika mempunyai pekerjaan dan belanja negara bisa membangkitkan perekonomian yang sedang terpuruk. Namun, era sekarang tidak sama dengan era seperti 1930-an. Ketika itu semua negara di dunia baru selesai dengan Perang Dunia I sehingga semua boleh dikatakan sama-sama miskin karena sumber daya mereka habis untuk berperang.

Kini kita hidup di era globalisasi. Thomas Friedman bahkan menyebutnya sebagai 'dunia yang datar'. Semua sudah tidak mengenal batas waktu dan batas negara. Dunia merupakan pasar bagi semua dan yang bisa menikmatinya ialah yang paling kreatif, paling inovatif, dan paling efisien. Di tengah era keterbukaan seperti sekarang, apakah mungkin Amerika memilih menutup pasar mereka?

Memang pasar dalam negeri Amerika besar, demikian pula daya beli dari masyarakatnya. Akan tetapi, apakah mungkin perusahaan AS berkembang hanya dengan mengandalkan pasar sendiri? Saat berdialog dengan Senior Managing Executive Officer of Itochu Inc Eiichi Yonekura di Tokyo, Kamis (10/11), saya menangkap pandangan bukan tidak mungkin AS akan lebih berorientasi ke dalam.

Kalau pilihan itu diambil Trump, pasar dunia akan dimanfaatkan negara-negara lain. Pilihan Amerika untuk lebih melihat ke dalam menjadi kesempatan bagi negara seperti Jepang. Produk mereka akan lebih mudah masuk ke pasar dunia. Saingan mereka akan datang dari Tiongkok dan Korea Selatan. Ketiga negara ras kuning itu maju dalam pengembangan produk dan sangat efisien dalam pembiayaan.

Indonesia tentunya bisa memanfaatkan juga peluang ini. Kuncinya ialah membangun industri manufaktur yang kuat agar muncul produk unggulan Indonesia. Sejauh ini Indonesia bisa menghasilkan produk mi instan yang mampu menguasai pasar dunia. Dalam industri minyak dan gas, PT Pertamina mampu menjadi perusahaan dengan tingkat keuntungan tertinggi di dunia pada kuartal III 2016 ini.

Pertamina bahkan bersiap untuk masuk pasar Eropa dengan memasarkan produk pelumas Fastron dan bahkan bahan bakar minyak kualitas tinggi. Dua contoh itu menunjukkan kita mampu bermain di pasar global. Hanya, kita perlu memberikan kuda-kuda yang kuat agar inovasi dan efisiensi bisa tercapai. Caranya dengan memberikan kesempatan kepada produk unggulan kita untuk mendapatkan pasar yang kuat di dalam negeri.

Itulah yang akan menjadi modal bagi perusahaan nasional untuk bisa bersaing di tingkat global. Ketidakpastian di Amerika merupakan kesempatan emas bagi kita untuk menjadi pemain dunia. Orang yang optimistis selalu melihat tantangan sebagai peluang, sedangkan orang pesimistis akan melihat tantangan sebagai ancaman. Kita tentu harus menjadi yang pertama.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan