Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKYAT Amerika sudah mengambil keputusan. Mereka secara mengejutkan memilih Donald Trump sebagai presiden ke-45. Pilihan itu harus dihormati karena melalui proses panjang yang penuh ujian. Pertanyaannya, apa arti terpilihnya Trump bagi perekonomian Amerika dan dunia? Keterkejutan dunia atas terpilihnya presiden yang penuh kontroversi itu sudah dicerminkan dengan bursa saham dunia yang bertumbangan.
Semua pihak khawatir akan tercipta ketidakpastian pada perekonomian global. Sejauh ini para penasihat di sekitar Trump tidak cukup kuat. Penasihat ekonomi yang dikenal hanyalah Peter Navarro. Doktor ekonomi lulusan Universitas Harvard itu banyak tampil di program televisi dan menulis opini di surat kabar Amerika. Gagasan yang sering dimunculkan ialah mengembalikan kejayaan Amerika.
Caranya dengan membangun infrastruktur besar-besaran di Amerika serta menjadikan pasar Amerika untuk orang Amerika. Presiden terpilih AS itu sudah melontarkan rencana mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur. Trump ingin mengulangi langkah yang pernah dilakukan Presiden Franklin Delano Roosevelt untuk membawa Amerika keluar dari depresi besar.
Roosevelt melakukan pembangunan besar-besaran agar masyarakat Amerika mempunyai pekerjaan dan belanja negara bisa membangkitkan perekonomian yang sedang terpuruk. Namun, era sekarang tidak sama dengan era seperti 1930-an. Ketika itu semua negara di dunia baru selesai dengan Perang Dunia I sehingga semua boleh dikatakan sama-sama miskin karena sumber daya mereka habis untuk berperang.
Kini kita hidup di era globalisasi. Thomas Friedman bahkan menyebutnya sebagai 'dunia yang datar'. Semua sudah tidak mengenal batas waktu dan batas negara. Dunia merupakan pasar bagi semua dan yang bisa menikmatinya ialah yang paling kreatif, paling inovatif, dan paling efisien. Di tengah era keterbukaan seperti sekarang, apakah mungkin Amerika memilih menutup pasar mereka?
Memang pasar dalam negeri Amerika besar, demikian pula daya beli dari masyarakatnya. Akan tetapi, apakah mungkin perusahaan AS berkembang hanya dengan mengandalkan pasar sendiri? Saat berdialog dengan Senior Managing Executive Officer of Itochu Inc Eiichi Yonekura di Tokyo, Kamis (10/11), saya menangkap pandangan bukan tidak mungkin AS akan lebih berorientasi ke dalam.
Kalau pilihan itu diambil Trump, pasar dunia akan dimanfaatkan negara-negara lain. Pilihan Amerika untuk lebih melihat ke dalam menjadi kesempatan bagi negara seperti Jepang. Produk mereka akan lebih mudah masuk ke pasar dunia. Saingan mereka akan datang dari Tiongkok dan Korea Selatan. Ketiga negara ras kuning itu maju dalam pengembangan produk dan sangat efisien dalam pembiayaan.
Indonesia tentunya bisa memanfaatkan juga peluang ini. Kuncinya ialah membangun industri manufaktur yang kuat agar muncul produk unggulan Indonesia. Sejauh ini Indonesia bisa menghasilkan produk mi instan yang mampu menguasai pasar dunia. Dalam industri minyak dan gas, PT Pertamina mampu menjadi perusahaan dengan tingkat keuntungan tertinggi di dunia pada kuartal III 2016 ini.
Pertamina bahkan bersiap untuk masuk pasar Eropa dengan memasarkan produk pelumas Fastron dan bahkan bahan bakar minyak kualitas tinggi. Dua contoh itu menunjukkan kita mampu bermain di pasar global. Hanya, kita perlu memberikan kuda-kuda yang kuat agar inovasi dan efisiensi bisa tercapai. Caranya dengan memberikan kesempatan kepada produk unggulan kita untuk mendapatkan pasar yang kuat di dalam negeri.
Itulah yang akan menjadi modal bagi perusahaan nasional untuk bisa bersaing di tingkat global. Ketidakpastian di Amerika merupakan kesempatan emas bagi kita untuk menjadi pemain dunia. Orang yang optimistis selalu melihat tantangan sebagai peluang, sedangkan orang pesimistis akan melihat tantangan sebagai ancaman. Kita tentu harus menjadi yang pertama.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved