Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSYUKURLAH pemimpin ketika begitu banyak warganya yang peduli akan masa depan negara. Tanpa harus dipaksa, mereka datang menyampaikan pikiran yang bernas. Mereka berharap pikiran itu bisa menjadi sepercik ide yang bermanfaat untuk membangun negeri ini. Itulah yang bisa kita tangkap dari acara Rembuk Nasional 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Senin (24/10).
Lebih dari seribu orang dari berbagai latar belakang curah pendapat agar kita bisa bergegas membangun Indonesia. Acara sampai harus dimulai setengah jam lebih awal karena ruang diskusi sudah penuh sesak oleh peserta. Semua sadar jalan industri harus menjadi pilihan dalam membangun Indonesia. Sejak lama kita menyadari kekayaan alam yang dimiliki negeri ini begitu luar biasa. Akan tetapi, kita hanya ingin cepat menikmati tanpa mau berkeringat.
Akibatnya, kekayaan alam cenderung menjadi kutukan daripada menjadi berkah. Reindustrialisasi harus dilakukan, tetapi jangan bertumpu di Pulau Jawa. Reindustrialisasi harus mengikuti sumber energi dan sumber bahan baku. Hal itu akan membuat industri lebih efisien sekaligus menghindarkan terjadinya kesenjangan antarwilayah. Kekuatan pasar dalam negeri harus dijadikan modal membangun industri.
Jangan biarkan pasar dibanjiri produk impor karena nilai tambah dan lapangan pekerjaan dinikmati negara lain. Oleh karena itu, insentif terhadap substitusi impor harus diberikan sama seperti kita memberikan insentif kepada produk ekspor. Pembangunan infrastruktur harus searah dengan reindustrialisasi yang hendak dilakukan, termasuk dalam penyediaan manusia berkualitas. Sistem pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan industri dan itu bisa dilakukan apabila pemerintah berkomunikasi dengan kalangan dunia usaha.
Kebijakan fiskal bisa menjadi alat untuk menggerakkan pembangunan agar lebih terfokus. Banyak negara menggunakan insentif pajak untuk pengembangan industri di desa atau daerah baru. Korsel dan Republik Irlandia bahkan menggunakannya untuk mendorong riset dan pengembangan. Memang kepatuhan pajak di tengah masyarakat masih menjadi persoalan. Kesuksesan amnesti pajak tidak mencerminkan kepatuhan pajak.
Rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto yang masih berada di kisaran 11% menunjukkan pekerjaan besar harus terus dilakukan. Namun, hal itu jangan juga membuat kita lupa memberikan insentif bagi pembangunan industri. Hal yang tidak boleh dilupakan dalam melakukan reindustrialisasi ialah sektor pertanian. Angka impor yang terus meningkat menunjukkan kita alpa membangun pertanian. Angka-angka produksi yang penuh rekayasa akan membuat kita semakin jauh membangun ketahanan pangan.
Tingginya orang meninggalkan desa cerminan semakin berkurangnya orang yang mau menggeluti pertanian. Padahal, gejolak pangan akan berpengaruh terhadap stabilitas politik dan sosial. Tidak ada satu pun negara yang meninggalkan sektor pertanian. Jerman dan Amerika Serikat membantu petani dengan memberikan insentif kinerja. Pemerintah langsung memberikan insentif sebesar nilai produksi yang dihasilkan sehingga petani pasti memperoleh 50% pendapatan dari hasil kerjanya yang diberikan negara.
Penguatan ekonomi nasional akan bisa terjadi apabila ada sinergi antara badan usaha milik negara, swasta, serta usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. Kita harus sadar jumlah pelaku usaha terbesar ialah UMKM. Mereka bisa dikuatkan apabila tergabung dalam koperasi seperti di negara-negara Eropa Barat dan Skandinavia. Mereka jangan diadu langsung dengan BUMN atau swasta besar.
Negara harus hadir untuk mengatur sistem ekonomi yang adil. Sebagai penentu kebijakan, pemerintah tahu ke mana arah pembangunan yang hendak dilakukan. Pembangunan itu akhirnya harus dinikmati semua orang dan peran dari setiap komponen harus dioptimalkan dengan membangun sinergi, bukan malah saling melemahkan.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved