Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA ini mendadak menjadi terkenal di Indonesia. Dimas Kanjeng Taat Pribadi mampu mengecoh banyak orang dengan janji menggandakan uang yang disetor kepadanya. Miliaran rupiah uang berhasil ia dapatkan, termasuk dari mereka yang terpelajar.
Tidak ada yang istimewa sebenarnya penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng. Ia menawarkan kepada siapa pun yang percaya untuk melipatgandakan uang yang mereka serahkan.
Dimas Kanjeng cukup bermodal kecil kepada mereka yang pertama kali datang. Kalau uang Rp1 juta dalam satu hari bisa menjadi Rp2 juta, pasti orang itu akan bercerita kepada teman-temannya. Ketika orang kedua datang, uang orang ketiga yang dipakai untuk membayar. Demikian seterusnya sehingga kian banyak orang percaya.
Seperti kasus-kasus penipuan keuangan sebelumnya, persoalan muncul ketika pelaku mulai mau menikmati dan rakus. Mis-match terjadi ketika jumlah pembayaran lebih besar daripada jumlah uang yang masuk.
Orang terakhir yang belum menikmati, tetapi sudah keluar uang yang pertama kali kemudian berteriak. Teriakan itu yang membuat banyak orang yang tersihir kemudian sadar. Mereka baru tahu kalau semua itu hanyalah ilusi.
Secara akal sehat tidak mungkin uang akan berlipat ganda dengan sendirinya. Semua orang harus mau bekerja keras apabila modal yang ditanamkan ingin bertambah.
Bahkan sering dikatakan perlu ada tiga good agar kita bisa berhasil dalam berusaha, yaitu good planning, good execution, dan terakhir good luck. Ketika kita ingin berhasil tanpa mau bekerja keras, kita sedang dihinggapi penyakit sosial.
Salah satu yang menjadi penyebab munculnya penyakit sosial ialah korupsi. Perilaku koruptif merusak mentalitas orang untuk berpikir, tidak perlu bekerja keras agar bisa kaya raya.
Kerusakan akibat korupsi tak hanya hilangnya uang milik rakyat, tapi yang lebih merugikan ialah munculnya sikap malas. Etos kerja bangsa hancur ketika orang berpikiran ada jalan mudah untuk menjadi kaya.
Apa yang dilakukan Dimas Kanjeng melanggar aturan tata kelola keuangan publik. Ketika seseorang mengumpulkan uang milik orang lain dalam jumlah yang banyak, ia harus memiliki izin dari otoritas jasa keuangan.
Bahkan seseorang yang akan diangkat sebagai direksi lembaga keuangan harus melewati uji kelayakan dan kepatutan bahwa ia memang memiliki keterampilan untuk mengelola uang milik masyarakat.
Kasus penipuan oleh Dimas Kanjeng membukakan mata kita betapa daya nalar dari bangsa ini masih rendah. Orang tidak mampu berpikir kritis dan begitu mudahnya untuk dikelabui orang lain.
Kejadian ini sekaligus membukakan mata kita bahwa masih panjang perjalanan dari bangsa ini untuk membangun peradaban tinggi. Kita belum memiliki disiplin yang melahirkan etos kerja tinggi. Kita masih terperangkap dalam budaya instan.
Semua bisa didapatkan dengan cepat tanpa harus bekerja keras. Tugas dari pemimpin bangsa ini untuk mencerdaskan bangsa. Ini tugas konstitusional karena dalam pembukaan UUD 1945 ditegaskan, tanggung jawab pemerintahan ialah menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tanpa mampu melaksanakan tugas konstitusional itu, jangan harap kita bisa bersaing dengan bangsa lain. Negara maju telah selesai dengan tugas membangun disiplin dan etos kerja warga bangsanya.
Untuk itulah, belum waktunya bagi kita berpuas diri dan membanggakan kemajuan yang telah kita raih. Kasus Dimas Kanjeng merupakan cerminan bahwa kita masih jauh untuk membangun peradaban yang bisa dibanggakan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved