Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Tharman Shanmugaratnam

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
03/10/2016 06:00
Tharman Shanmugaratnam
(AFP/ROSLAN RAHMAN)

SUKSESI PM Singapura menjadi pembicaraan hangat.

Dalam berbagai kesempatan, PM Lee Hsien Loong, putra mahkota pendiri negara Singapura Lee Kuan Yew, berkali-kali menyampaikan masa jabatannya yang sekarang merupakan masa terakhir ia berkuasa.

Siapa penggantinya? Dalam sesi dialog di Nikkei International Conference di Tokyo, Kamis (29/9), PM Lee Hsien Loong mengatakan suksesornya dipilih secara konsensus, berasal dari para menteri, yang muda.

Mereka yang harus memutuskan karena mereka harus mendukungnya dalam satu tim kerja sama.

Tak satu pun nama disebutnya.

Namun, survei yang dilakukan Yahoo Singapore mengorbitkan sebuah nama yang paling banyak dipilih responden untuk menggantikan PM Lee Hsien Loong.

Nama itu ialah Deputi PM Tharman Shanmugaratnam.

Tharman didukung 69% dari 897 responden serta menjadi pilihan pertama (55%) sebagai perdana menteri. Deputi PM Teo Chee Hean, 61, didukung 34%, hanya 17% menjadikannya pilihan pertama.

Menteri Keuangan Heng Swee Keat, 54, didukung 25%, hanya 9% menjadikannya pilihan pertama.

Menteri di Kantor Perdana Menteri, Chan Chun Sing, 47, didukung 24%, juga hanya 9% menjadikannya pilihan pertama.

Menteri Sosial dan Perkembangan Keluarga Tan Chuan-Jin, 47, didukung 16%, cuma 6% menjadikannya pilihan pertama.

Bagaimana dengan Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong? Sebagai yang termuda, 43, ia didukung 6%, tetapi hanya 2% yang memilihnya sebagai unggulan pertama menjadi PM Singapura.

Di antara deretan nama itu, dalam usia 59 tahun, Tharman bukan tergolong yang muda.

Akan tetapi, ia termasuk yang sering dipercaya merangkap jabatan.

Ia menjadi menteri pertama kali di masa PM Goh Chok Tong, terus dipercaya hingga kini di masa PM Lee Hsien Loong.

Selama lima tahun, ia menjadi menteri pendidikan (2003-2008), delapan tahun menteri keuangan (2007-2015), sekarang deputi PM sejak 2011 merangkap Chairman Otoritas Moneter Singapura.

Di kancah internasional, ia pernah menjadi petinggi di IMF.

Ia anggota Group of Thirty, sebuah badan internasional yang terdiri atas 30 anggota, yaitu para akademisi serta mantan ataupun yang masih menjabat pimpinan bank sentral dari berbagai negara.

Tharman politikus People's Action Party (PAP), partai berkuasa.

Beragama Hindu dan alumnus tiga sekolah terkemuka (London School of Economics, University of Cambridge, Harvard University),

Tharman terpilih menjadi anggota parlemen dari daerah pemilihan Taman Jurong sejak 2001.

Sekalipun hasil survei menunjukkan dirinya diunggulkan menjadi PM ke-4 Singapura, Tharman tegas menjawab ia bukan orang yang tepat.

Ia membahasakan dirinya sebagai orang yang bagus dalam membuat kebijakan serta bagus memberi nasihat kepada kolega yang lebih muda dan mendukungnya menjadi PM, tetapi bukan dia yang menjadi PM.

Suatu kali, ia menggunakan analogi dalam sepak bola.

Ia, kata dia, bukan seorang penyerang yang menciptakan gol. Ia senang di posisi setengah di belakang, mengumpan bola panjang ke depan.

"Saya bukan penyerang, kecuali dipaksa menjadi penyerang. Saya pikir saya tidak akan dipaksa karena kita punya banyak pilihan."

Survei juga menunjukkan aspirasi yang kuat: 9 dari 10 responden menginginkan proses suksesi PM Singapura dilakukan secara transparan.

Bahkan, 4 dari 10 responden merasa sangat menginginkannya.

Aspirasi yang sangat kuat akan keterbukaan itu relatif merata di semua etnik, yaitu Tionghoa (41%), Melayu (36%), dan India (40%). Dalam hal usia, aspirasi yang sangat kuat itu juga terdistribusi relatif merata: umur 15-24 tahun (35%), 25-34 tahun (43%), 35-49 tahun (40%), 50 tahun dan ke atas (40%).

Keterbukaan memilih PM ke-4 Singapura itu tentu persoalan besar, sebab belum pernah terjadi.

Publik cuma secuil tahu bagaimana PM pertama, Lee Kuan Yew, yang berkuasa sejak 1959, memilih PM ke-2, Goh Chok Tong (1990).

Yang orang tahu dengan pasti, ia kemudian mempersiapkan dan menjadikan anaknya, Lee Hsien Loong, menjadi PM ke-3, menggantikan Goh Chok Tong (2004).

Saya berharap kiranya ada tokoh seperti Tharman Shanmugaratnam di negeri ini, yang tahu betul siapa dirinya.

Tahu kekuatan, tahu kelemahan diri sendiri. Tidak disilaukan hasil survei elektabilitas yang menjanjikan. Tokoh yang enjoy mendukung dan memberi advis kepada yang muda, untuk menjadi orang nomor 1, memimpin negeri.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.