Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI suatu hari libur, saya berjalan pagi melewati sebuah perumahan tipe kecil. Di sebuah pertigaan jalan perumahan itu beradu mulutlah dua ibu, entah apa penyebabnya. Keluarlah isi kebun binatang dari kedua mulut perempuan sebaya itu, 40-an tahun. Resiprokal mulut yang tak ada habis-habisnya, ramai pula penontonnya. Sekitar satu menit cukuplah saya 'menikmati' adegan pagi hari itu.
Agaknya, makian yang disemburkan dua ibu itu tak menggambarkan karakter sesungguhnya. Emosional belaka. Akan tetapi, tak semua nama binatang untuk mengamsalkan hal-hal buruk manusia. Hal baik juga. Misalnya, jika Anda seorang pemimpin diamsalkan sebagai burung rajawali. Rajawali mampu terbang tinggi. Pandangannya tajam, tubuhnya kukuh. Karakter hewan ini ialah gagah, pemberani, visioner, tak takut risiko, dan transformatif.
Lawannya rajawali salah satunya burung unta. Ia amsal untuk pemimpin pengecut, kerap lari dari kenyataan, dan bersembunyi jika ada bahaya. Ia tak bisa terbang, tetapi kecepatan larinya bisa 70 km per jam. Memang bejibun jika dideretkan karakter binatang yang bisa disematkan pada manusia. Dalam kitab suci juga menyebut beberapa karakter hewan yang mesti dihindari manusia.
Salah satunya babi. Jika kita tak punya kehormatan, suka yang kotor-kotor, tak melindungi keluarga, bejat segala-galanya, babi ialah amsalnya. Jika Anda tega dan buas kepada sesama, Plautus (945) mengatakan "Homo homini lupus (manusia srigala bagi manusia lainya)." Istilah yang kemudian dipopulerkan Thomas Hobbes (1651). Jika lelaki suka bertualang dengan perempuan, cocoklah berpredikat buaya darat.
Badak ialah untuk siapa saja yang melakukan hal terkutuk sekalipun tanpa rasa malu. Manusia loyo tak punya gairah, bersiaplah dikelompokkan sebagai ayam sayur. Siapa pun yang bermental hanya mengabdi pada yang bayar bukan pada yang benar, Anda diamsalkan sebagai anjing. Jika Anda lamban bertindak dalam segala urusan, siput perumpamaannya. Jika kita bodoh bersiaplah menerima perumpamaan kerbau. Jika amat bodoh keledai sudah menanti.
Jika super bodoh, otak kita akan diamsalkan seperti (otak) udang. Jika Anda lemah tak berdaya siaplah disebut cacing. Jika munafik, bunglonlah Anda. Jika membiarkan diri sendiri diperalat orang lain, bersiaplah disebut kelinci (percobaan). Belut ialah amsal yang tepat bagi yang pandai berkelit. Jika Anda tabiatnya suka mencuri dan mencopet, bangsat makian yang harus diterima.
Susah juga untuk tak mengatakan alap-alap bagi manusia yang suka menyambar milik orang lain. Kecoa bersiap pula disematkan jika kita tak punya harga diri melakukan apa pun yang menjijikkan. Jika Anda rentenir, iklaslah disebut lintah darat. Jika Anda politisi suka ganti-ganti partai, kutu loncat namanya. Para maling yang beroperasi berpindah dari kendaraan satu ke kendaraan yang lain itulah bajing loncat.
Jika Anda rakus dan suka korupsi, menggasak uang negara, Iwan Fals menyebut Anda tikus. Menurut saya, selain tikus, mestinya juga belut, babi, anjing, badak, dan srigala. Mereka yang karakternya durjana kemudian masuk struktur kekuasaan, lalu menggunakan jabatan, institusi, pengaruh, untuk melakukan kejahatan, inilah serigala berbulu domba. Korupsi yang tak berhenti inilah akibat serigala berbulu domba yang kian meningkat jumlahnya.
Ia pandai berpilin dan berkelindan dengan kebajikan. Saya membayangkan, setelah KPK menyatakan tersangka korupsi, selain mengenakan uniform warna jingga, dikalungkan pula pada mereka gambar-gambar binatang seperti anjing, babi, serigala, dll. (Ah, tersebab dua ibu berduel mulut tentang isi kebun binatang jadilah saya ikut juga. Maafkan saya binatang yang tak berdosa, telah menjadi amsal keburukan manusia. Padahal, bisa jadi, itu semua justru mekanisme pertahanan diri.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved