Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Tiga Nama

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
01/9/2016 05:31
Tiga Nama
(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

TIGA nama terselubung misteri. Ketiganya belum dibuka kepada publik. Kata ‘belum’ untuk sementara kita pergunakan karena suatu hari yang tidak terlalu lama, mestinya nama itu dibuka kepada khalayak umum. Tiga nama itu kabarnya disebut dalam video yang direkam sebelum gembong narkoba Freddy Budiman dieksekusi mati.

Freddy mati meninggalkan testimoni sangat penting untuk membongkar kejahatan narkoba yang melibatkan abuse of power aparatur negara. Sebelum perihal video itu mencuat ke ruang publik, testimoni yang pertama dan menggegerkan ialah wawancara Freddy dengan Koordinator Kontras Haris Azhar.

Freddy menelanjangi borok luar biasa busuk tiga penyelenggara negara. Ia, katanya, telah memberi uang Rp450 miliar kepada BNN. Ia mengasih Rp90 miliar kepada pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan, ia menggunakan mobil mayor jenderal TNI, bagian belakang penuh narkoba, menyetirnya dari Medan sampai Jakarta. Sang jenderal duduk di sampingnya. “Perjalanan saya aman tanpa gangguan apa pun,” kata Freddy, seperti pengakuannya kepada Haris.

Semula, semua aparat negara itu kebakaran jenggot, melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim Polri. Ia dianggap melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik. Namun, untunglah sikap overreaktif dan superdefensif itu tidak diteruskan. Polri akhirnya membentuk Tim Independen, yang antara lain beranggotakan Hendardi, untuk membongkar semua yang tertuang dalam tulisan Haris Azhar, “Cerita Busuk dari Seorang Bandit”.

BNN pun membentuk tim internal, katanya untuk memastikan keterlibatan anggota BNN. Untuk melengkapi penyidikan itu, mereka memerlukan keterangan Haris. Haris sendiri katanya bersedia membantu BNN. Akan tetapi, hemat saya, apa perlunya keterangan Haris? Ia bukan saksi terjadinya tindakan pidana khusus yang dicurhatkan Freddy kepada Haris.

Lagi pula, perkara itu bukan delik aduan. Berdasarkan semua yang telah dicurhatkan Freddy, bersama tim independen dan seluruh profesionalisme polisi dan BNN, mestinya perkara itu dapat tuntas dibongkar. Temuan PPATK bahwa ada transaksi sebesar Rp3,6 triliun berkaitan dengan Freddy Budiman yang berputar dari satu rekening ke rekening lain. Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menerimanya, dan kita percaya, telah mempelajarinya.

Namun, apa lanjutannya? Follow the money. Apakah aliran uang yang jumlahnya dahsyat itu tidak dapat membuka pintu, siapa yang ‘kesinggahan’ uang? Apakah tiga nama itu tidak kecipratan, atau malah penerima terbesar? Semua kata ‘konon’, ‘katanya’, dan yang sejenis, sengaja dipakai untuk menunjukkan bahwa sejauh ini tidak ada kemajuan dalam penanganan nyanyian Freddy. Terlebih bila tiga nama yang disebut dalam rekaman video itu tidak pernah dibuka kepada publik.

Dibentuknya Tim Independen Polri, serta duduknya Hendardi di dalam tim itu, menunjukkan kesungguhan pemerintah. Akan tetapi, kepercayaan itu bakal luntur bila tiga nama itu tiada kunjung dibuka kepada publik. Bukalah, siapa mereka, supaya terang-benderang, termasuk bila mereka dinilai tim memang tidak ada hubungan dengan Freddy Budiman. Siapa tahu, malah ada yang berani menunjukkan yang sebaliknya dengan bukti-bukti?

Nyanyian Freddy sangat berharga, justru setelah kematiannya, karena dengan demikian testimoninya tak bisa lagi diganggu gugat. Betapa sulit untuk jujur, menunggu mati dulu, karena menyangkut aparatur negara yang korup, yang menyalahgunakan kekuasaannya justru di dunia hitam narkoba. Dalam hal itu, Haris Azhar telah melaksanakan ‘pesan’ seorang bandit yang hanya berani jujur setelah dihukum mati, demi kemaslahatan yang masih hidup.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.