Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Danau Toba

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
24/8/2016 05:31
Danau Toba
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyad)

SEMARAK sekali kawasan Danau Toba pada Minggu (21/8). Karnaval Kemerdekaan berlangsung dengan sangat meriah. Seluruh warga di daerah itu seper ti tumpah ruah di Balige. Mereka ingin menikmati pesta kemerdekaan Republik Indonesia dalam pesta rakyat yang bertema Pesona Danau Toba. Danau Toba sendiri sudah dikenal sebagai daerah wisata dunia. Pers asing pun antusias meliput aca ra yang merupakan kegiatan tahunan itu. Festival Danau Toba merupakan upaya kita untuk semakin memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Kita memiliki segalanya sebagai daerah tujuan wisata. Hanya, kita tidak pandai mengemasnya sehingga semua potensi itu tidak bisa teroptimalkan. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini hanya 10 juta dan itu hanya terfokus ke Bali, Jakarta, dan Batam. Hanya sebagian kecil dari jumlah itu yang berkunjung ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Padahal, kita punya Danau Toba di Sumatra Utara, ada Bukittinggi dan Kelok Sembilan di Sumatra Barat, ada pasir putih di Belitung, ada Tanjung Lesung di Banten, ada Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, Boko di Yogyakarta, ada Bromo dan Banyuwangi di Jawa Timur, ada kawasan Mandalika di Nusa Tenggara Barat, ada Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan ada Raja Ampat di Papua. Semua itu merupakan potensi yang seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat wisata dunia.

Untuk mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019, pemerintah sekarang mencoba fokus ke 10 destinasi baru. Danau Toba merupakan salah satu dari 10 daerah wisata yang akan menjadi andalan Indonesia. Dengan pengalaman ketika menjadikan Bali sebagai daerah wisata, harus ada konsistensi dalam pengembangannya. Pertama-tama diperlukan infrastruktur dasar untuk mencapai daerah wisata itu.

Kementerian Pariwisata kemudian harus bekerja sama dengan perusahaan penerbangan dan asosiasi wisata untuk membuat paket-paket perjalanan yang kompetitif agar orang mau datang ke sana. Kedua, budaya pariwisata masyarakat setempat harus disiapkan. Mereka harus terbuka terhadap datangnya wisatawan. Masyarakat harus diedukasi untuk hidup bersih.

Sampah-sampah harus dikelola dengan baik agar kota menjadi bersih dan tidak bau. Tidak perlu serta-merta dibangun hotel-hotel yang modern di kawasan wisata itu. Yang justru harus ditonjolkan ialah hotel dengan sentuhan lokal yang kuat. Apalagi jika dilengkapi kota yang bersih dan nyaman, pasti orang akan suka datang ke Indonesia. Ketiga ialah membuat event tahunan yang baik. Bahkan harus diterjemahkan menjadi event bulanan dan kalau bisa mingguan.

Inilah yang akan membuat wisatawan tahu apa yang bisa didapatkan apabila berkunjung ke tempat tersebut. Kita harus ingat, orang berwisata tidak pernah mendadak, tetapi dengan perencanaan yang panjang. Kita sudah bergegas untuk membangun infrastruktur dasar seperti bandar udara dan pelabuhan laut. Namun, yang lain masih belum cukup dilakukan. Seperti di Danau Toba, kebersihan kota masih jauh dari seharusnya. Di Kota Parapat, sampah masih dibuang sembarangan sehingga terkesan kotor dan bau.

Membangun destinasi wisata membutuhkan waktu. Kalau kita memang serius untuk menjadikan wisata sebagai andalan, kita harus bersungguh-sungguh dan melakukan mulai sekarang. Kita dituntut lebih kreatif untuk membuat event-event karena aneh kalau jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia lebih kecil daripada yang datang ke Malaysia, Singapura, atau Thailand.

Presiden Joko Widodo sudah mengatakan, kalau kita ingin menjadi pemenang dalam era globalisasi, kita dituntut lebih kreatif. Kita sudah diberi sumber daya alam yang tidak terkira beragam dan indahnya, sekarang tinggal bagaimana kita lebih cerdas untuk bisa memanfaatkannya.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.