Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Skandal Percakapan

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
12/8/2016 05:31
Skandal Percakapan
(Ilustrasi Tiyok)

NASIB baik bisa dimulai dari percakapan, juga nasib buruk atawa prahara. Namun, dari beberapa fakta bolehlah dinubuatkan akan banyak perbincangan membawa mala. Perbincangan yang penuh kelindan pengingkaran terhadap aturan, bisa berarti "Percakapanmu harimaumu!" Aforismenya jelas, "Ketidaktahuan hukum tidak memaafkan siapa pun." Terlebih lagi perlawanan hukum justru dilakukan para penjaga marwah mahkamah. Mereka justru menjadi peruntuh hukum! Teknologi komunikasi yang menyimpan timbunan percapakan saban hari, yang benar maupun yang cemar, akan bisa dibuka kapan saja jika hukum membutuhkan.

Begitulah percakapan anggota dewan Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang soal 'apel washington' dan 'apel malang' dalam kasus Wisma Atlet. Keduanya kemudian menjadi orang rantai. Kini 'skandal percakapan' antara Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna dengan banyak pihak, tengah menjadi 'santapan' kita. Antara lain Andri dengan staf Panitera Muda Pidana Khusus MA Kosidah, antara Andri dan Taufik, besan Nurhadi, Sekretaris MA yang minta pensiun dini.

Bahkan, Taufik bercakap bisnis perkara dengan Andri ketika ia tengah beribadah haji. Andri jelas 'operator lapangan' paling penting dalam dagang perkara di MA. Bahkan, Ketua Hakim Pengadilan Tinggi Mataram, Andriani Nurdin pun (kini Wakil Ketua PT Surabaya), bergantung pada Andri dalam bisnis perkara. Percakapan keduanya sejak 16 November 2015 hingga 12 Februari 2016. Permohonan Andriani pada Andri terungkap melalui WhatsApp 7 Januari 2016. Ini menguatkan dugaan betapa siapa saja di Mahkamah Agung bisa memperdagangkan perkara.

'Please, Mas. Kepada siapa lagi, Mas. Nanti saya kalau perlu juga sampaikan duduk masalahnya ke majelis seperti yang dianjurkan Pak Jafni (Jafni Jamal, hakim agung. Kini telah pensiun). Saya hanya percaya dengan MasAndri Tristianto Sutrisna SH MH'. Andriani hanya percaya pada Andri tentu karena pria itu piawai bermain perkara. Kalau tidak, bagaimana ia bisa mengangsur rumah mewahnya Rp70 juta/bulan, sedangkan ia berpenghasilan Rp30 juta. Total perkara yang ditangani Andri ada 28, dengan Andriani empat perkara.

Dalam rangkaian percakapan itu, Andri menjawab Andriani pada 11 Februari 2016. 'Bunda, berkas sudah saya telaah kedua-duanya dan tidak ada kekurangan. Berkas tersebut masuk register 2016. Bila sudah ada nomer majelisnya, saya kabari ibu ya. Untuk pengantar Nomor 2970, Nomor KP dari saya 38 Kp.2016 dan pengantar nomor 2971 nomor kp dari saya 37 kp/16. Demikian laporannya bu. Trims'. Di awal kasus Andri mengemuka, para petinggi mahkamah tertinggi itu serupa kor, kompak menjawab kemustahilan Andri main perkara.

Namun, fakta demi fakta, membuktikan betapa pengawasan, pembinaan, reformasi birokrasi yang digemakan di MA, omong kosong. Skandal percakapan dagang perkara, Andri-Andriani dan juga yang lain, pastilah hanya riak. Jika saja seluruh percakapan via gawai para pejabat di MA, para hakim di banyak peradilan, pejabat-pejabat penegak hukum lain, dibuka, mungkin membuat kita terguncang. Atas nama teman, kolega, keluarga, atasan, dan atas nama murni bisnis (perkara), menjadi tali temali menciptakan korupsi yang serupa gunung es itu.

"Fiat justitia ruat coeleum". Biar pun langit runtuh, hukum harus tetap ditegakkan! Terlebih lagi, kita percaya penegakan hukum yang habis-habisan, yang dimulai dari MA, tak akan membuat langit runtuh. Justru pembersihan di MA akan membuat langit kian teguh dan cemerlang. Mestinya KPK punya mekanisme bagaimana bisa membuka skandal percakap-an dagang perkara yang kini masih banyak tersembunyi itu.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.