Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA tentu bersyukur di tengah tekanan perekonomian dunia, Indonesia mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2016. Setelah terjadi perlambatan pada kuartal I, perekonomian kita mampu tumbuh 5,18%. Itu pertumbuhan kuartal II tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kalau kita lihat motor pertumbuhannya, belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat pendorong utama. Ekspor impor masih menunjukkan pertumbuhan negatif. Itu mengindikasikan masih terjadinya perlambatan perekonomian dunia.
Atas dasar itu kita harus merawat kedua motor pertumbuhan tersebut. Kita melihat perekonomian global masih akan berat sehingga kita tidak bisa mengharapkan ekspor segera pulih. Lemahnya permintaan dunia membuat dunia usaha menahan investasi barunya. Mereka lebih fokus mengoptimalkan investasi yang sudah ada. Untuk itulah, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat. Langkah yang sudah dilakukan ialah mengendalikan inflasi. Kini, tingkat inflasi berada pada level yang terjaga baik.
Yang perlu juga diperhatikan pemerintah ialah jangan sampai ada kebijakan yang menyebabkan kontraksi. Sekarang ini pemerintah sedang gencar berupaya meningkatkan penerimaan pajak. Salah satunya dengan memberikan amnesti pajak. Semua itu harus dilakukan dengan tujuan menarik pajak yang selama ini belum dibayarkan. Jangan sampai sekadar mengejar target penerimaan Rp165 triliun dari amnesti pajak, yang dilakukan mengejar mereka yang sudah patuh menjalankan kewajiban.
Kita memang melihat besarnya antusiasme masyarakat dalam mencari tahu tentang amnesti pajak. Namun, jangan pula diartikan selama ini banyak warga yang menyembunyikan pajak. Apalagi, jika target Rp165 triliun tidak tercapai, pemerintah lalu kalap untuk mengejar wajib pajak. Yang perlu diupayakan ialah bagaimana membangun kesadaran akan tanggung jawab kita kepada negara. Tidak ada seorang pun di seluruh dunia yang dengan sukarela membayar pajak.
Namun, harus dibangun keadilan sehingga orang mau melaksanakan kewajibannya. Tanggung jawab pemerintah sendiri bagaimana membuat pajak yang sudah dibayarkan rakyat mampu lebih menyejahterakan masyarakat. Kalau pajak itu mampu dipakai untuk meningkatkan pendidikan rakyat, memperbaiki kesehatan masyarakat, membangun infrastruktur yang melancarkan kegiatan masyarakat, pendapatan masyarakat akan semakin meningkat.
Itulah yang akan membuat rakyat mau menjalankan kewajiban membayar pajak dan bahkan pajak mereka akan lebih tinggi karena pendapatan mereka semakin meningkat. Kita tidak boleh terlena dengan percepatan pertumbuhan pada kuartal II ini. Tantangan yang kita hadapi ke depan masih berat. Belanja pemerintah menghadapi masalah karena rendahnya penerimaan pajak tahun ini. Hingga Juli penerimaan pajak baru mencapai 33% dari target Rp1.360 triliun dan mustahil lima bulan terakhir akan bisa mendapatkan sisanya.
Hal lain yang harus menjadi perhatian, bagaimana pertumbuhan itu bisa dirasakan semua orang. Pengalaman banyak negara termasuk Amerika Serikat, pembangunan yang sekadar mengejar pertumbuhan sangat berbahaya karena menimbulkan kesenjangan. AS pun berupaya mengoreksi arah pembangunan agar lebih inklusif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Universitas Indonesia mengingatkan, persoalan berat yang kita hadapi ialah kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Ketiga hal itu hanya bisa dipecahkan apabila melakukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif.
Tugas pemerintah sekarang, bagaimana mendorong kegiatan pembangunan yang lebih berorientasi kepada pembukaan lapangan pekerjaan. Karena peran itu terutama berada di pundak para pengusaha, pemerintah harus bisa mendorong dunia usaha untuk memperluas lapangan pekerjaan. Dari sanalah kita bisa mengharapkan terjadinya penurunan angka kemiskinan dan akhirnya mengurangi kesenjangan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved