Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Potong Anggaran

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
06/8/2016 06:00
Potong Anggaran
(MI/Panca Syurkani)

SIDANG Kabinet memutuskan untuk kembali memotong anggaran kementerian dan lembaga, serta transfer ke daerah.

Beratnya kondisi keuangan negara di masa depan membuat pemerintah harus lebih realistis, sehingga penghematan menjadi langkah yang perlu dilakukan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kita harus menerima kenyataan bahwa kondisi perekonomian di masa depan berat.

Perlambatan ekonomi global membuat harga komoditas andalan kita menurun tajam.

Akibatnya, kondisi sektor riil kita ikut terpukul.

Bagi negara, dampaknya sangat terasa dengan penerimaan pajak jauh di bawah target.

Kondisi itu sudah kita rasakan sejak dua tahun terakhir.

Pada 2014, penerimaan pajak Rp100 triliun di bawah target.

Tahun lalu, penerimaan pajak bahkan Rp248,9 triliun di bawah target.

Diperkirakan, tahun ini penerimaan pajak pun kurang Rp219 triliun dari target.

Dengan kondisi seperti itu, tidak ada jalan lain kecuali mengurangi pengeluaran.

Kita tidak mungkin hidup lebih besar pasak daripada tiang.

Pemotongan anggaran perlu dilakukan untuk memberikan pesan kepada pasar bahwa anggaran negara kita terkendali dan kredibel.

Jangan sampai kita dipaksa melakukan penyesuaian anggaran karena dinilai tidak kredibel oleh pasar.

Memang pahit, dalam waktu satu bulan anggaran sudah dikoreksi lagi.

Namun, kita tidak mungkin membiarkan defisit anggaran membengkak karena perekonomian kita berbeda dengan India, misalnya.

Jika dilihat dari ukuran kesehatan anggaran, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia memang hanya 2,5% dari produk domestik bruto, sementara defisit India mencapai 6%.

Namun, kita harus sadar, India mempunyai sistem keuangan lebih baik.

Meski defisit neraca transaksi berjalan 6%, mereka bisa menutupi dari dana dalam negeri karena dana pensiun dan asuransi mereka kuat.

Kita, meski defisit neraca transaksi berjalan hanya 2,5%, menutupnya harus dari aliran dana luar negeri.

Ketika kepercayaan kepada anggaran negara baik, pemerintah tidak akan kesulitan mendapatkan aliran dana masuk.

Namun, ketika APBN dianggap tidak kredibel, bukan hanya aliran dana yang sulit diperoleh, melainkan dana asing yang sudah masuk Indonesia pun akan ke luar.

Kita pernah alami, ketika kepercayaan kepada kemampuan anggaran kita terpuruk pada 2011, tekanan kepada perekonomian kita meningkat.

Banyak dana asing yang keluar Indonesia dan kita melihat bagaimana nilai tukar rupiah anjlok sampai menembus Rp14 ribu per dolar AS.

Sekarang ini, bukan tidak ada orang yang menunggu kondisi seperti itu.

Kenaikan indeks harga saham gabungan kini boleh dikatakan tidak biasa.

Kenaikannya dalam dua pekan terakhir ini terlalu tajam.

Kita menangkap ada tangan-tangan nakal yang mencoba mengambil keuntungan ketika anggaran negara dianggap tidak kredibel.

Atas dasar itu, kita mengapresiasi langkah Menteri Keuangan untuk lebih awal mengantisipasi pemburukan ekonomi di masa depan.

Pemotongan anggaran merupakan upaya untuk membuat APBN tetap kredibel dan menutup peluang bagi orang untuk bisa mengail di air keruh.

Kita tentu tidak perlu kecil hati dengan langkah pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah.

Yang penting, kita mau belajar dari pengalaman dua tahun terakhir ini bahwa kita perlu lebih realistis ketika menyusun anggaran.

Jangan sampai kita terjebak dalam utopianisme, sehingga alpa untuk menangkap perkembangan ekonomi di dunia.

RAPBN 2017 yang akan disampaikan Presiden Joko Widodo harus dibuat lebih membumi agar sesuai dengan kondisi yang tengah terjadi.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.