Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Ujian bagi Tito

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
02/8/2016 05:31
Ujian bagi Tito
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

FREDDY Budiman sudah dieksekusi mati, tapi efek pengakuannya mungkin panjang. Pengakuan kepada Haris Azhar dari Kontras bahwa sepanjang ‘kariernya’ seba gai bandit narkoba ia sedikitnya telah menggelontorkan fulus hingga Rp450 miliar bagi pejabat BNN dan Rp90 miliar untuk pejabat Polri. Freddy pernah pula diminta petugas kepolisian untuk kabur dari tahanan meski sang bandit itu tak hendak kabur. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Ke kerasan (Kontras), mengungkapkan pengakuan Freddy lewat kicauan Twitter pada 28 Juli, malam hari.

Kenapa disebar ke publik hampir bersamaan dengan ekseskusi mati Freddy? Tentu saja Harislah yang paling tahu, apakah itu atas permintaan Freddy, mengingat Freddy bercerita kepada Haris dua tahun lalu di tengah kampanye Pemilu 2014. Freddy bercerita fulus yang begitu banyak sebagai suap agar ia leluasa memasok barang haram dari Tiong kok ke Indonesia. Menurut Freddy, ia pernah pula menggunakan fasilitas mobil TNI jenderal bintang dua membawa narkoba dari Medan ke Jakarta. “Si jenderal duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kon disi di bagian belakang penuh barang narkoba.

Perjalanan saya aman tanpa gangguan apa pun.” Menurut Haris, Kepala LP Nusakambangan (ketika itu), Sitinjak, juga mengungkapkan ada pejabat BNN beberapa kali menyuruhnya mencabut dua kamera CCTV yang mengawasi Freddy. “Para polisi ini menunjukkan sikap main di berbagai kaki. Ketika saya bawa itu barang, saya ditangkap. Ketika saya ditangkap, ba rang saya disita. Tapi dari informan saya, bahan dari sitaan itu juga dijual bebas.” Sungguh sebuah cerita yang bikin panas telinga ba gi yang tak suka. Radio Elshinta pun cepat tanggap. Pada 29 Juli 2016 mulai pukul 16.42 WIB, melalui akun Twitter @RadioElshinta, mereka melakukan jajak pendapat un tuk mengetahui respons publik terhadap tulisan Ha ris yang berjudul Cerita Busuk dari Seorang Bandit itu. Hasil jajak pendapat selama 2 jam dengan responden sebanyak 394 itu ialah 78% percaya, 9%
tak percaya, dan 13% ragu-ragu.

Jajak pendapat ialah fakta publik, tetapi bukan fakta hukum. Kebenaran fakta seperti yang ditulis Haris memang harus dibuktikan. Celakanya, Freddy Bu diman sudah mati. Siapa yang lancung? Freddy Budiman, Haris Azhar, polisi, atau pejabat BNN? Menurut Tito, jika informasi Haris benar, ia akan menindaklanjutinya dengan rapat analisis. Jika sebaliknya, ia menduga itu hanyalah cara untuk menunda eksekusi mati. Bekas Deputi Bidang Pemberantasan BNN Benny Mamoto pun bersuara bahwa ada beberapa kejanggalan di balik cerita Freddy. Waktunya sudah lama, diungkap ketika Freddy sudah mati. Juga, kenapa Kontras tak bisa menemukan pengacara dan pleidoi Freddy yang divonis mati pada 2012. Kepala BNN Komjen Budi Waseso juga meminta Haris membuktikan apa yang ditulisnya. (Bukankah yang harus membuktikan penegak hukum?)

Saya berharap cerita Freddy hanya isapan jempol. Jika betul, menjadi benarlah desas-desus orang ramai di luar, tak mungkin narkoba merajalela beredar tanpa keterlibatan para pemilik kuasa. Aparat yang meniagakan profesinya pasti akan membuat negara celaka, dan cerita Haris tentang pengakuan Freddy memang sebuah guncangan. Tentu yang paling mudah kini orang berbaku bantah. Untuk sampai pada fakta bahwa cerita itu hanya isapan jempol, hukum harus bekerja. Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus ekstra serius bekerja. Inilah mungkin sebuah guncangan yang menjadi ujian pertama Tito se bagai Kapolri baru. Tentu yang paling mudah kini orang berbaku bantah, dan ini tak bisa kita cegah. Na mun, baku bantah yang membawa faedah pastilah di ruang pengadilan. Untuk sampai ke sana, agar tak menjadi fi tnah, Tito dan Presiden Jokowi memang tak boleh menganggap ini cerita sepi. Publik menunggu betul apa kelanjutan cerita Freddy. Inilah ujian bagi Tito sebagai Kapolri ba ru, tentu juga bagi Jokowi. Jangan sampai pepatah ini jadi benar, ‘Sekali lancung keujian, seumur hidup orang tak percaya’.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.