Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Time Lag

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
30/7/2016 05:31
Time Lag
(MI/PANCA SYURKANI)

PEROMBAKAN kabinet yang untuk kedua kalinya dilakukan Presiden Joko Widodo direspons positif oleh pasar, terutama pergantian pada kementerian ekonomi yang memberikan sinyal akan ada kebijakan yang lebih prudent dan kredibel. Itu terlihat pada penguatan nilai rupiah di pasar uang dan indeks saham di pasar modal. Kehadiran Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati dalam tim kabinet yang baru meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah.

Dengan pengalaman enam tahun di Bank Dunia, Sri Mulyani dinilai semakin memahami bagaimana menyusun APBN yang lebih realistis dan bisa menyentuh dua isu paling mendasar, yaitu kemiskinan dan kesenjangan. Tantangan paling mendesak kabinet baru ialah sustainability anggaran. Dengan perlambatan ekonomi global yang begitu dalam, kegiatan ekonomi di dalam negeri ikut terpukul. Akibatnya, bukan hanya kredit bermasalah yang meningkat, melainkan juga penerimaan pajak jauh di bawah target. Padahal, rencana pembangunan yang hendak dilakukan pemerintah begitu panjang dan membutuhkan biaya yang besar.

Amnesti pajak yang dilakukan pemerintah memang menjadi salah satu solusi. Sosia lisasi amnesti pajak selalu diikuti peserta dalam jumlah yang banyak. Para peserta tidak hanya saksama dalam menyimak, tetapi antusias bertanya. Seperti saat sosialisasi di depan anggota Bursa Efek Indonesia, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan dan Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo memberikan penjelasan yang jernih dan mudah dipahami.

Semua itu diharapkan bisa menggerakkan masyarakat untuk lebih mau membayar pajak. Pemerintah menawarkan insentif luar biasa bagi mereka yang belum menjadi wajib pajak atau belum melaporkan seluruh hartanya dengan tebusan yang ringan. Bagi mereka yang ingin melakukan repatriasi atau deklarasi harta di dalam negeri, cukup membayar uang tebusan 2% dari nilai harta untuk periode sampai akhir September, 3% untuk periode sampai akhir Desember, dan 5% untuk periode sampai akhir Maret 2017. Apabila hanya i ngin melakukan deklarasi atas harta yang ada di luar negeri, mereka membayar uang tebusan dua kali lebih besar yaitu 4%, 6%, atau 10% bergantung pada periode deklarasi yang hendak dilakukan.

Dengan melihat antusiasme yang begitu tinggi, kita berharap amnesti pajak bisa berjalan baik. Hanya, kita tidak bisa menduga berapa besar dana repatriasi dan deklarasi yang bisa didapatkan. Pemerintah dalam APBN perubahan sudah menetapkan penambah an penerimaan pajak Rp165 triliun dari amnesti pajak. Hanya, dalam ekonomi, ada yang namanya time lag. Dampak dari kebijakan yang dikeluarkan sekarang baru bisa dirasakan beberapa waktu ke depan. Termasuk dalam UU Amnesti Pajak, tidak sertamerta kita bisa merasakan manfaatnya ketika UU ditetapkan.

Paling cepat September nanti akan ada uang tebusan masuk. Kalaupun ada dana repatriasi dari luar negeri, itu juga tidak bisa langsung diinvestasikan tetapi akan masuk dulu ke bank persepsi. Di sisi lain, pembangunan harus dilakukan mulai sekarang. Kita tidak mungkin bisa menarik investasi dan mendorong pertumbuhan tanpa ada infrastruktur yang baik. Kita memiliki masa depan yang baik, tetapi ada persoalan besar pada kondisi sekarang ini. Tantangan inilah yang salah satunya harus bisa dipecahkan menkeu baru karena jangan sampai seperti dikatakan John Maynard Keynes, “In the long run, we are all dead.”



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.