Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
APA yang menjadi kunci keberhasilan pada awal pemerintahan Joko Widodo sehingga semua agenda bisa dilaksanakan? Kekompakan. Pada awal pemerintahan, semua menteri tahu ke mana mereka harus berjalan dan mereka bahumembahu untuk melaksanakannya. Kita lihat beberapa hal yang selama ini nyaris tidak bisa tersentuh bisa diselesaikan. Petral yang menjadi momok bagi tingginya subsidi bahan bakar minyak bisa dibubarkan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Badan Usaha Milik Negara kompak. Proyek kilang Trans-Pacifi c Petrochemical Indotama Tuban pun bisa diserahkan ke Pertamina. Tol Cipali yang terkendala pembebasan lahan bisa dituntaskan karena Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang.
Dengan pengalaman itu, seharusnya tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan. Pembangunan pembangkit listrik 35 Gw, misalnya, seharusnya bisa kita mulai laksanakan. Pembangunan kereta api cepat Bandung-Jakarta seharusnya bisa berjalan mulus. Mengapa semua itu kemudian menjadi tersendat? Karena kekompakan itu tidak bisa dijaga. Sekarang para menteri mulai berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi kembali sulit untuk dilakukan.Di sinilah Presiden seharusnya tampil sebagai penyelaras. Sungguh aneh apabila para menteri dibiarkan berjalan dengan agenda sendiri. Apalagi ketika perbedaan di antara mereka di biarkan mencuat ke publik. Para menteri saling tunjuk
jari, sementara pekerjaan utama tidak bisa dilaksanakan.
Ketidakkompakan antaranggota kabinet bu kan pertama kali ini terjadi. Ketika perombakan kabinet pertama kali dilakukan Presiden Jokowi, yang segera mencuat ialah sa ling serang di antara anggota kabinet. Kita menangkap kegaduhan yang luar biasa, yang akhirnya mengganggu kinerja. Cara penyelesaian yang dilakukan Presiden ketika itu cenderung informal. Presiden tidak pernah mempertemukan para menteri yang berselisih. Akibatnya, tidak ada pembelajaran yang bisa dipetik. Tidak usah heran jika perselisihan mencuat kembali sekarang ini. Ironinya, para menteri diadu domba bawahan. Sidang kabinet yang seharusnya bisa menuntaskan semua perbedaan tidak juga mencarikan jalan keluar.
Kalau kondisi ini terus dibiarkan, yang akan terganggu ialah program besar pemerin tah. Elektrifi kasi yang diharapkan tuntas pada 2019 tidak mungkin terlaksana apabila program 35 Gw tidak mampu direalisasikan. Pembangunan industri, pengembangan usaha kecil dan menengah, pembangunan pertanian, dan pengembangan perikanan tidak akan bisa ber jalan tanpa ada ketersediaan listrik yang memadai. Tepatlah apabila sekarang Presiden Jokowi harus kembali membangun kekompakan di antara anggota kabinet. Keberhasilan pemerintahan ini hanya bisa tercapai apabila seluruh anggota kabinet memiliki satu visi dan satu kemauan untuk meraih keberhasilan.
Dukungan politik dan masyarakat tidak per lu diragukan. Sekarang ini semua partai politik nyaris berada di belakang Presiden Jo kowi. Bahkan, Partai Golkar yang semula men jadi oposisi sudah mengambil ancangancang untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024. Di tingkat masyarakat, tingkat kepuasan ke pada pemerintah cenderung meningkat. Masyarakat percaya kehidupan mereka akan lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Ini tentunya merupakan modal yang luar biasa bagi Presiden Jokowi. Namun, semua itu tidak akan berarti kalau program pembangunan yang direncanakan tak bisa berjalan. Ibaratnya musuh itu tidak lagi berada di luar, tetapi di dalam pemerintahan. Kalau pemerintah tidak kompak dalam menjalankan program kerja, semuanya tidak akan bisa memuaskan seperti diharapkan rakyat.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved