Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA pekan lalu saya mendapat undangan menghadiri World Journalist Forum di Seoul, Korea Selatan. Ada 100 wartawan dari 60 negara di seluruh dunia diundang hadir pada acara yang ketiga kalinya diselenggarakan di Korsel.
Sebagai tuan rumah, wajar bila kepentingan Korsel masuk agenda. Agenda pertama tentang ketegangan yang masih berlanjut di Semenanjung Korea.
Pemerintah Korea berharap pers internasional ikut terus menyuarakan dan mendorong tercapainya rekonsiliasi di antara dua bangsa bersaudara itu.
Setelah sehari penuh melakukan konferensi, para wartawan diajak melihat Korea. Dengan menggunakan empat bus buatan Korea, para peserta diajak jalan-jalan ke Daegu dan Busan.
Kebetulan di Daegu sedang berlangsung World Water Forum, pertemuan dunia untuk membahas ketersediaan air untuk umat manusia.
Berbagai pembangunan yang dilakukan di Korea diperkenalkan kepada para wartawan. Mulai pembangunan monorel di Daegu sampai penataan kawasan kumuh menjadi Kampung Budaya di Busan. Intinya, mereka ingin menyampaikan inilah Korea dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.
Dengan mengundang para wartawan, informasi tentang Korea diharapkan bisa tersebar ke seluruh dunia. Prinsip yang ingin mereka terapkan seeing is believing. Dengan orang melihat langsung, informasi akan semakin dekat dengan fakta.
Saya melihat cerdasnya bangsa Korea dalam mempromosikan diri. Memang tidak murah untuk mengundang 100 wartawan dari 60 negara. Namun, tidak ada makan siang gratis.
Jika kita ingin mengundang orang untuk datang ke negeri kita, kita harus berani mempromosikan diri. Kita lihat bagaimana pemerintahan Joko Widodo ingin mendorong pariwisata.
Tidak masuk akal Indonesia yang begitu kaya dengan alam dan budaya setiap tahun hanya dikunjungi 8 juta turis asing. Singapura yang kecil saja mampu mendatangkan turis di atas 20 juta tiap tahun.
Jangan bandingkan dengan Spanyol yang turisnya mencapai 80 juta atau Amerika Serikat yang bisa mencapai 200 juta turis tiap tahun.
Pemerintah belum lama ini mengeluarkan kebijakan memberikan bebas visa kepada 30 negara. Namun, itu tidak otomatis mendorong warga di ke-30 negara tersebut mau datang ke Indonesia. Tetap perlu promosi untuk memperkenalkan Indonesia karena tidak semua orang mengenal Nusantara.
Di sinilah kita perlu belajar dari bangsa lain. Bagaimana mereka cerdas dalam mengemas acara sebagai sarana promosi. Mereka tidak pernah tanggung-tanggung mengeluarkan anggaran. Promosi bukanlah biaya, melainkan investasi.
Kalau kita ingin menangkap paus, tidak mungkin kita menggunakan teri sebagai umpan. Kita harus berani menggunakan tuna. Beban biaya tidak harus ditanggung satu lembaga. Seperti yang dilakukan Korea, bus disediakan KIA Motors. Makan ditanggung bersama oleh Pemerintah Kota Seoul, Daegu, dan Busan.
Perjalanan pulang dengan menggunakan kereta api cepat ditanggung Korea Railroad Corporation. Semua dikoordinasikan dan dilakukan untuk kepentingan ekonomi Korea. Kita sering menyebutkan 'Indonesia Incorporated'. Namun, begitu sulit berkoordinasi.
Sulit bagi kita saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan Indonesia. Selalu ada pertanyaan 'Mengapa dia?' dan 'Bukan saya'. Kita membutuhkan momentum untuk membalikkan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Pariwisata salah satu yang bisa mendorong pembalikan perekonomian bangsa ini.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved