Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Laskar Viking

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
01/7/2016 05:31
Laskar Viking
(AP Photo/Michael Probst)

MIMPI buruk itu benar-benar terjadi. Di Stade de Nice, Prancis, Senin (27/6), Inggris dihajar 1-2 oleh Islandia, tim debutan. Ironinya, yang mengalahkan Inggris para 'penggemarnya' sendiri. Spirit 'Laskar Viking' dari 'Negeri Es' sungguh luar biasa, seperti memunculkan memori Perang Kod. Sejarah mencatat, pada 1958-1976, tiga kali selisih paham Islandia kontra Inggris perihal rebutan ikan kod di sekitar perairan Islandia.

Tak ada nasib yang lebih terkutuk bagi Inggris daripada kekalahan memalukan. Inggris pernah dikalahkan Argentina pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, juga dengan memori sejarah, Perang Malvinas. Namun, Argentina bukanlah negeri guram sepak bola. Ketika menjadi pecundang saat itu, Inggris berlaga di kancah dunia dan di final pula.

Di Prancis, Inggris baru babak 16 besar dan langsung tersungkur oleh tim guram. Bola, seperti kerap diungkap para 'pecandunya', ialah olahraga penuh drama. Sarat pesona, penuh tegangan, sihir, ironi, dan kejutan. Namun, tak ada nubuat dari para analis tentang Islandia di Piala Eropa 2016. Timnas Islandia hanya ditulis biasa, sebagai tim debutan Piala Eropa. Mereka seperti juga Albania, Slovakia, Wales, dan Irlandia Utara.

Islandia tak lebih, tak kurang: dipandang sebelah mata. Para legenda sepak bola seperti Franz Beckenbauer (Jerman), Pele (Brasil), Ruud Gullit (Belanda), misalnya, sama sekali tak menyebut Islandia. Tradisi analisis umumnya menyebut Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Inggris yang menuju puncak. Mata analis serupa itu, yang selalu terpaku pada tradisi dan sejarah, jumlah bintang, di klub mana mereka bermain, dan siapa juru taktiknya, pastilah tak akan menembus sisi terdalam keajaiban sepak bola itu sendiri.

'Spiritualitas' bola tak bisa didekati hanya dengan yang serbamaterial. Filosofi bola itu bundar sesungguhnya bermakna beribu kemungkinan. Bagaimana kita menjelaskan Denmark yang menggantikan Yugoslavia menjadi juara Eropa 1992 mengempaskan tim 'Panser' Jerman? Juga Yunani pada 2004. 'Negeri para Dewa' mempermalukan Portugal yang bertabur bintang ketika itu.

Tim ini amat jemawa karena sebelumnya menggilas Inggris dan Belanda. Yunani yang mengalahkan Prancis dan Republik Ceko belum dianggap cukup. Bagaimana pula Irak yang tercabik-cabik perang bisa juara Asia 2007? Kembali ke Islandia, penduduknya hanya 331.000 orang, lebih besar penduduk Kabupaten Pringsewu di Lampung yang 370.157 jiwa. 'Negeri Es' tak punya lapangan layak karena dalam setahun, lebih dari enam bulan lapangan tertutup es.

Tak ada kompetisi teratur. Bahkan, nilai kontrak seluruh pemain Islandia kalah jauh jika dibandingkan dengan seorang pemain Inggris. Inggris versus Islandia ialah duel liliput melawan raksasa. Mimpi dan idola mereka justru para pesepak bola Inggris yang penuh bintang, bermain di liga terbaik dunia. Tak ada pelatih dengan bayaran supermahal seperti juru taktik tim lainnya.

Pelatih utama Islandia, Lars Lagerback asal Swedia, dan Hallgrimson, putra asli Islandia, seorang dokter gigi. Hallgrimson bahkan tak bergaji. Kini masyarakat Islandia bangga dengan timnya yang semula dipandang sebelah mata. Saya selalu suka pada kejutan. Tim-tim papan bawah yang tak dilirik dan kemudian tampil impresif seperti menyimpan rahasia kuda troya.

Mereka inspirasi dalam banyak hal. Bahwa gelimang uang dan bintang, tradisi kompetisi yang mapan, ternyata tak selamanya bisa jadi andalan utama. Kekompakan, semangat tinggi yang terus terjaga, kepercayaan diri yang menjadi sugesti, ternyata mampu membangun karakter juara.

Jika menilik kepercayaan diri Islandia yang amat tinggi saat menggilas Inggris, mestinya hal yang sama bisa terulang ketika menghadapi Prancis di babak delapan besar, Senin (4/7). Namun, apa pun hasilnya nanti, Islandia, negeri para sastrawan itu, telah memperpanjang ukiran keajaiban permainan si kulit bundar. Mereka inspirasi banyak profesi.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.