Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kemenangan Brexit melalui referendum, David Cameron mengundurkan diri dari jabatan PM Inggris disertai berbagai penilaian buruk.
Bahkan, sangat buruk buat biografi seorang tokoh yang telah dua kali menjabat PM.
Ada yang menyebut ia melakukan blunder, kesalahan besar dalam sejarah.
Hanya dalam referendum 11 jam pada 23 Juli 2016, upaya panjang 60 tahun lebih membangun kebersamaan dalam Uni Eropa copot seketika.
Ada yang menilainya sebagai penjudi kalah.
Penjudi menang kiranya dapat dimaafkan oleh sejarah.
Penjudi kalah?
Tanpa pengampunan secuil pun.
Mempertaruhkan pilihan warga atas 'yes' atau 'no' terhadap kompleksitas masalah kenegaraan yang berdampak sangat jauh jelaslah sebuah perjudian terbesar seorang perdana menteri.
Cameron bukan orang bodoh.
Ia pemimpin yang berhasil mengemudikan negaranya mengatasi krisis finansial.
Kenapa ia berjudi?
Jawabnya, karena ia terpenjara kemenangan demi kemenangan.
Kemenangan dikira membawa kemenangan baru.
Padahal, tidak selalu, bahkan tidak ada jaminan.
Kemenangan referendum pertama mengenai cara memilih anggota parlemen pada 5 Mei 2011.
Kemenangan kedua, 18 September 2014, referendum untuk menjawab 'yes' atau 'no' terhadap independensi Skotlandia.
Yang menang, jawaban 'no' (55,3%), menolak Skotlandia keluar dari Inggris Raya.
Cameron kalah berjudi karena banyak warga yang suaranya ditengarai putus dengan elite politik.
Bertambah celaka, pendukung pilihan agar Inggris tetap bersama Uni Eropa tidak menggarap mereka.
Penilaian paling kejam, Cameron telah merampas masa depan orang muda Inggris.
Kemenangan Brexit, kemenangan kaum tua, kekalahan warga kota berusia muda, yang berpendikan lebih baik.
Pendukung Brexit 40% berusia di atas 65 tahun.
Sebaliknya, 73% warga yang berumur 18-24 tahun memilih tetap bersama Uni Eropa.
Yang pasti, kemenangan Brexit lebih merupakan kemenangan koran the Sun dan the Daily Mail, serta Boris Johnson, mantan Wali Kota London, yang sangat bernafsu menjadi PM Inggris, menggantikan Cameron, sang pecundang.
Sanggupkah Johnson mengemudikan Inggris?
Ia dinilai tak punya jawaban, apakah model Norwegia, Swiss, atau Albania yang bakal digunakan Inggris setelah keluar dari Uni Eropa.
Bahkan, ada yang memandangnya 'kecil'. B
eban dan tanggung jawab sebagai Wali Kota London dinilai hanya urusan 'sambilan' (part time) jika dibandingkan dengan urusan raksasa memimpin Inggris setelah Brexit.
Di tengah banyak yang kecewa, antara lain Barack Obama, yang paling gembira kiranya ialah Donald Trump.
Bahkan, ada yang meramalkan Brexit berdampak bagi kemenangannya menjadi Presiden AS.
Rakyat Inggris telah memilih.
Hal yang bukan mustahil diikuti negara lain, apabila setelah bercerai, Inggris berhasil membuktikan kejayaan mereka.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved