Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INILAH kebanggaan seorang juru taktik bernama Antonio Conte. Ia bangga dengan strategi bunglonnya (camaleonte) yang membawa timnas Italia melumat tim ber tabur bintang, Belgia, 2-0. Ia kalahkan pula Swedia 1-0. Tim ini pun menjadi jawara Grup E Piala Eropa 2016 meski kalah 0-1 dari Republik Irlandia.
Dengan wajah berbinar Conte mengungkapkan Italia telah menjadi pejuang tangguh di lapangan ketika menghadapi Belgia. "Seperti halnya bunglon, formasi dan strategi akan fleksibel menyesuaikan lawan," kata Conte yang dibayar 2,7 juta pound sterling (setara Rp52 miliar) itu. Di Montpellier, sebuah kota kecil, di selatan Prancis, 'Pasukan Bunglon' itu digembleng.
Kejutan-kejutan dimatangkan. Padahal, kita tahu tim Azzurri kini tak lagi punya Andrea Pirlo yang cerdik, serta dua bomber yang disegani lawan, Mario Balotelli dan Luka Toni. Para bintang seperti Claudio Marchisio dan Ricardo Montolivo juga tak merumput karena cedera. Itu sebabnya Italia tak diunggulkan. Namun, tanpa kehadiran mereka, salah satu anggota 'bunglon', Leonardo Bonuci, mampu memerankan Pirlo secara mendadak.
Secara keseluruhan, pagi dini hari (14/6) keperkasaan 'Tim Bunglon' Conte pun dirasakan pelatih 'Setan Merah' Marc Wilmots. Pelatih Belgia itu pun seperti kehilangan seluruh kata melihat keperkasaan Italia. Saya tak hendak menyoal apakah 'taktik bunglon' Conte nanti mampu mengantar tim Azzurri sebagai juara, tetapi keterusterangan sang pelatih itulah yang saya hargai.
Ia jujur dengan taktik mimikri itu. Umumnya, orang menghindar dari laku serupa bunglon. Conte justru menggunakannya sebagai strategi bermain dengan segenap percaya diri. Ia mengambil karakter bunglon karena memang istimewa. Entah sejak kapan manusia mencari kambing hitam untuk menganalogikan hal-hal buruk dirinya serupa binatang. Orang-orang brengsek disejajarkan dengan buaya, bandot, ular kadut, serigala, belut, bangsat, lintah darat, babi, monyet, anjing, dan keledai.
Salah apa binatang-binatang itu? Bunglon dapat mengatur jarak antarkristal berukuran nano yang berfungsi memantulkan cahaya. Itu sebabnya mereka dapat mengubah warna tubuh secara cepat. Binatang ini juga dapat mengubah penampilannya untuk menyesuaikan diri terhadap suhu, lingkungan, dan suasana hati secara cepat. Tahun lalu Michel Milinkovitch, ahli genetika evolusi dan biofisika dari Universitas Jenewa, membantah pandangan itu.
Ia mengatakan teori itu tidak dapat diterima sebab ada banyak bunglon hijau tapi tidak memiliki pigmen hijau dalam sel-sel kulit mereka. Milinkovitch dan rekan-rekannya di universitas mulai mengelaborasikan fisika dan biologi dalam penelitian mereka. "Kami melakukan fisika dan biologi secara bersama-sama," ujarnya dalam artikel The Colorful Language of Chameleons, National Geographic edisi September 2015.
Saat sampel kulit bunglon terkena tekanan dan mengalami proses kimiawi, para peneliti menemukan bahwa kristal ini dapat 'disetel' untuk mengubah jarak antara mereka. Hal itulah yang meme-ngaruhi warna cahaya yang dipantulkan kisi kristal. Jika jarak antara kristal meningkat, warna yang dipantulkan berubah dari biru ke hijau, ke kuning, ke oranye, lalu ke merah.
Layar kaleidoskopik menunjukkan bahwa hal itu umum terlihat di antara beberapa bunglon karena proses kimiawi dalam tubuh mereka ketika mereka santai, gelisah, atau bergairah. Tak pantas kebrengsekan manusia sendiri, yang konon makhluk tertinggi karena berakal budi, justru selama berabad-abad terus menyudutkan binatang.
Conte setidaknya telah membebaskannya, bahkan memuliakan para bunglon dari salah sangka dan kepicikan manusia. Jika kala ini Italia juara Eropa, mungkin karena berkah bunglon yang ia muliakan itu.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved