Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAIR WS Rendra ketika berada di puncak kejayaannya justru merasa dalam bahaya.
Puncak kerap berdekatan dengan jemawa, dengan keangkuhan! Ketinggian baginya harus dirawat, harus rumat, bukan diumbar!
Ia tak mau terban dari ketinggian sebab akan amat menyakitkan.
Sang penyair itu pun kemudian masuk perguruan bela diri Bangau Putih pimpinan Subur Rahardja.
Sebagai seniman, sebagai aktor, ia penting mengolah gerak tubuh.
Namun, yang terutama, justru inilah cara menjaga puncak agar tak jatuh.
Jika diamsalkan, ia tak mau di atas langit yang tak ada langit lagi.
Artinya, ia butuh pihak yang mengawasi.
"Di perguruan Bangau Putih masih ada sosok yang saya hormati, yaitu Suhu (Subur Rahardja). Orang yang masih bisa menyuruh saya. Ini penting agar saya ada yang mengontrol sebab di atas langit masih ada langit," katanya kepada Media Indonesia dalam sebuah wawancara pada 1990-an.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Yogyakarta (1940-1988), juga wakil presiden (1973-1978), ialah nama yang punya cara elok menjaga kuasa. Ia tak jemawa ketika ditilang polisi, Brigadir Royadin, di jalan raya.
Di suatu pagi ia ringan saja angkat dagangan mbok bakul ke atas jip miliknya menuju sebuah pasar. Inilah cara sang Raja merasakan helaan napas dan getar tubuh rakyatnya yang bekerja.
Ia tak pamer deretan pengawal. Inilah cara sang Raja merawat kekuasaan.
Bung Hatta tentu mutiara lain lagi. Kesederhanaan dan kelurusannya ialah senjata utamanya.
Meski wakil presiden (1945-1956), ia tak mampu membeli sepatu Bally dambaannya.
Tabungannya tak pernah cukup.
Juga istrinya, Rahmi Hatta, yang gagal membeli mesin jahit karena tabungannya terkena sanering (pemotongan nilai uang).
Di kepolisian ada Hoegeng Imam Santoso, Kapolri (1968-1971), sosok tegak lurus hingga akhir hayatnya.
Kita sedih sebab masih selalu mengambil contoh kebajikan kepada para tokoh masa silam.
Tokoh hari ini masih berkelindan dengan aneka urusan.
Kini yang tengah diperlihatkan beberapa pejabat justru suka-suka mengumbar kuasa.
Ada pejabat negara dengan tanpa dosa merayakan ulang tahun anaknya, menghabiskan uang Rp30 miliar.
Nurani pejabat seperti apakah yang mengumbar gaya hidup serupa itu?
Saya melihat Mahkamah Agung (MA) yang tak peduli dengan kritik dan masukan masyarakat, terutama menyangkut posisi Sekretaris MA Nurhadi yang telah dicekal ke luar negeri karena terindikasi terkait tindak pidana, tapi seperti diproteksi.
Inilah salah satu contoh kekuasaan yang tak dirawat, tetapi dibentengi.
Ketua MA Hatta Ali seperti tak peduli suara publik dan suara internal MA atas posisi Nurhadi.
Hatta bahkan masih mengangkatnya menjadi penanggung jawab reformasi birokrasi.
Alih-alih meninjau ulang posisi Nurhadi, Hatta justru mempertahankannya.
Nurhadi bahkan dipercaya memimpin seleksi uji kelayakan dan kepatutan pimpinan pengadilan tingkat I dan IA peradilan umum dan peradilan agama.
Suara-suara di internal MA tak hanya satu-dua menyoal posisi Nurhadi. Itu masuk akal karena secara moral, ini menjadi sebuah paradoks dengan pemahaman reformasi birokrasi.
Bagaimana pejabat yang tengah menjadi sorotan secara moral dan hukum mereformasi institusi MA yang kini dirundung banyak kasus hukum?
Saya khawatir, semakin membentengi diri dengan rupa-rupa jurus, dengan rupa-rupa bungkus, menutup diri dengan usul-usul perbaikan, MA hanya menunggu kejatuhannya yang lebih fantastis.
Sebuah benteng keadilan akan roboh karena yang bermula dengan kebijakan 'super-Sekma'.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved