Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bersakit Dahulu

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
29/4/2015 00:00
Bersakit Dahulu
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
PRESIDEN Joko Widodo akhirnya hadir dalam silaturahim pers dalam rangka Hari Pers Nasional 2015. Pada 9 Februari lalu, Jokowi tidak hadir di Batam. Senin (27/4) malam, Presiden mengaku tidak berani lagi absen dan memutuskan pulang lebih awal dari KTT ASEAN agar bisa datang ke Auditorium TVRI.

Jokowi merasakan pentingnya pers sebagai alat kontrol dan koreksi. Walaupun ia kadang-kadang capek dikritik pers, kritik itu menyegarkan. Kritik diperlukan sebagai masukan bagi pemerintah dalam menjalankan tugas memperbaiki kesejahteraan rakyat. Seperti kritik terhadap enam bulan pemerintahannya, Jokowi mengakui hasil kerja pemerintah belum terlalu dirasakan rakyat. Tidak semua kebijakan yang direncanakan bisa langsung berjalan karena harus mengikuti kebijakan anggaran dan teknis pelaksanaan seperti pelelangan.

Namun, urusan anggaran, kata Presiden, sudah selesai Januari. Kini semua proses pelelangan pun hampir selesai. "Kalau kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar, bahkan mau berapa sekarang saya bisa kasih. Saya punya 84 juta KIS dan 18 juta KIP," kata Jokowi.

Proyek infrastruktur yang penting untuk menekan biaya logistik dalam satu-dua hari ke depan juga segera dimulai. Tol Sumatra dalam beberapa hari ke depan akan mulai dikerjakan. Demikian pula, tol Surakarta-Kertosono yang sempat tersendat kini bisa dilanjutkan kembali.

"Saya akui pada awalnya semua berjalan lamban. Pada awalnya kita harus bersakit-sakit dahulu, tetapi empat atau lima tahun ke depan, saya jamin semua akan merasakan hasilnya. Biaya logistik kita akan bisa turun separuhnya," kata Presiden membangkitkan optimisme.

Setidaknya ada dua hal harus dilakukan pemerintah. Pertama, komunikasi. Pemerintah harus terus memberikan update kepada masyarakat tentang rencana pembangunan dan kemajuan pelaksanaannya agar masyarakat tahu apa yang hendak dan sedang dilakukan pemerintah. Kedua, teknis pelaksanaan. The devil is in detail. Selama ini sering tidak sejalan antara apa yang direncanakan dengan apa yang dilaksanakan. Bahkan sampai muncul olok-olok Indonesia tidak masuk kuadran negara yang 'banyak bicara' dan 'banyak bekerja' karena kita selalu lain antara yang dibicarakan dan dikerjakan.

Dua hal itu penting karena kita harus membuat masyarakat paham tentang arah ke depan yang akan kita lakukan. Dengan itu, masyarakat diharapkan bisa ikut dalam proses pembangunan yang dilaksanakan. Peran serta masyarakat penting karena aktivitas ekonomi masyarakat ibarat darah dalam tubuh manusia.

Persoalan jangka pendek tidak kalah pentingnya daripada persoalan jangka panjang. Apalagi dalam situasi seperti sekarang, saat perekonomian mengalami kelesuan. Komisaris Bank Rakyat Indonesia Anggito Abimanyu memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal pertama 2015 diperkirakan di bawah 5%. Artinya perlambatan ekonomi berlanjut. Kalau kita gagal mengelola perekonomian jangka pendek, apa yang Presiden perkirakan untuk jangka panjang akan sia-sia. Ahli ekonomi John Maynard Keynes mengatakan, "In the long run we are all dead."

Dalam konteks itulah kita berharap pemerintah mencari jalan menggairahkan kembali ekonomi. Pertumbuhan kredit perbankan kuartal I yang hanya 11%, jauh di bawah target 15%-17%, menunjukkan ada yang sakit dalam ekonomi kita. Dorong kegiatan masyarakat dan jangan ganggu dengan kebijakan yang berubah-ubah.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.