Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Mangkrak

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
13/6/2016 06:00
Mangkrak
(ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

FAKTA paling menyedihkan di Republik ini ialah bila terjadi lagi mangkrak.

Sebab, di belakang mangkrak pasti ada korupsi, ada skandal. Semakin 'masif' mangkrak, semakin 'masif' pula korupsi/skandal yang terjadi.

Terus terang, saya amat penasaran saban kali membaca berita mangkrak.

Timbul pertanyaan, sejak kapan hal ikhwal mangkrak merebak di negeri ini?

Sebagai reporter, di awal 1980-an, rasanya saya tidak pernah mendapat penugasan meliput perihal mangkrak.

Lebih 30-an tahun kemudian, sering benar terbaca laporan jurnalistik mengenai mangkrak.

Salah satu cara untuk menjawab rasa penasaran itu menggunakan pendekatan leksikografis, menyelisik masuknya 'mangkrak' menjadi kosakata baku, masuk ke kamus bahasa Indonesia.

Hasilnya, mengagetkan!

Dari sudut pandang leksikografis, hingga 1966, kata 'mangkrak' tidak dikenal dalam khasanah bahasa Indonesia.

Setelah kata 'mangkok' yang ada kata 'mangkubumi' (yang artinya, antara lain, perdana menteri).

Padahal, alfabetis huruf 'u' yang terkandung dalam kata 'mangkubumi' berada setelah huruf 'r', yang terkandung dalam kata 'mangkrak'.

Berulang kali memeriksa halaman 573, berulang kali saya tidak menemukan kata 'mangkrak' dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Bagian Pertama (Huruf A s/d O), karangan WJS Poerwadarminta, Tjetakan IV, 1966.

Apa artinya?

Secara spekulatif, saya berkesimpulan, sejak zaman revolusi kemerdekaan hingga zaman Orde Lama (Presiden Soekarno, 1945-1966), hingga awal Orde Baru (Presiden Soeharto, 1966), bangsa Indonesia belum mengenal perkara mangkrak.

Pasti ada korupsi, tapi tidak berkaitan dengan ikhwal fisik (bangunan ataupun infrastruktur) yang mangkrak.

Penasaran belum terjawab.

Saya teruskan dengan memeriksa halaman 626 Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, cetakan keempat, 1995.

Kamus itu merupakan karya Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kembali tidak ditemukan kata 'mangkrak'. Setelah kata 'mangkokan' yang muncul dalam entri kembali kata 'mangkubumi'.

Jadi, selama Orde Baru 29 tahun, dari satu kamus ke kamus (1966-1995), kata 'mangkrak' belum layak dikamuskan.

Itu pertanda mangkrak belum menjadi buah bibir dalam ranah kepublikan, yang biasanya diangkat (bahkan diperkenalkan) dalam karya jurnalistik.

Salah satu sumbangsih media ialah memperkaya perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia.

Yang semula spekulatif, kiranya layak 'naik pangkat', menjadi substansi hipotetis, bahwa mangkrak merupakan produk fenomenal pasca-Orde Baru, di zaman reformasi.

Turunannya sangat tidak enak dikatakan, yaitu reformasi yang menghasilkan pemilihan kepala daerah dan kepala pemerintahan/kepala negara secara langsung juga memproduksi hasil samping skandal fenomenal berupa mangkrak, bahkan mangkrak yang semangkrak-mangkraknya.

Itulah skandal Hambalang.

Proyek Hambalang yang mangkrak itu aset negara yang dibiayai dengan APBN.

Presiden Jokowi telah meninjaunya.

Kiranya ditemukan solusi yang transparan dan akuntabel sehingga aset negara itu layak dilanjutkan pembangunannya demi kemaslahan bersama.

Presiden Jokowi sangat bergiat membangun berbagai fasilitas kepublikan, terutama infrastruktur.

Sampai hari ini, Presiden Jokowi merupakan Presiden RI yang paling sering turun ke lapangan meninjau langsung pembangunan fasilitas kepublikan.

Tulisan ini ingin mengingatkan para pembantunya, Presiden bukan superman, karena itu rajinlah turun mengontrol agar tidak terjadi mangkrak.

Jangan cuma turun ke lapangan karena 'dicangking' Presiden!

Anda semua terlalu terhormat untuk menjadi 'barang' cangkingan.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.