Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Geliat di Timur

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
04/6/2016 05:31
Geliat di Timur
(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

DATA sejak Desember 2015 menyebutkan jalur ekspor dari Indonesia Timur tidak harus menjalani proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya atau Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Dengan urusan kepabeanan sudah diselesaikan di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, kontainer sekadar lewat Tanjung Perak atau Tanjung Priok menuju negara tujuan ekspor. Kebijakan itu tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga mendorong pengusaha di Indonesia Timur kian bersemangat melakukan ekspor.

Dalam empat bulan pertama sejak penataan jalur tersebut, volume ekspor dari Pelabuhan Makassar meningkat dari semula 50 kontainer per bulan menjadi 200 kontainer per bulan. Apabila Pelabuhan Makassar bisa ditingkatkan menjadi pelabuhan internasional, efisiensi akan lebih tinggi lagi. Produk eskpor dari Indonesia Timur bisa langsung ke negara tujuan tanpa harus memutar ke Surabaya atau Jakarta yang memakan waktu dan biaya. Konsep tol laut harus dikembangkan lebih besar untuk menatap tantangan Indonesia 10 atau 20 tahun ke depan.

Sudah benar pemerintah membangun pelabuhan laut di banyak tempat di Indonesia. Sepanjang satu setengah tahun pemerintahan Joko Widodo, sudah 21 pelabuhan laut dibangun Kementerian Perhubungan di Indonesia Timur. Namun, pembangunan infrastruktur itu harus diikuti penataan sistem logistik. Integrasi antardaerah harus diikuti integrasi antara pelabuhan laut yang ditangani Kementerian Perhubungan dan pelabuhan besar yang ditangani PT Pelabuhan Indonesia. Menarik, pendekatan yang diterapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV Doso Agung.

Dengan luasan tanggung jawab meliputi 50% wilayah Indonesia, pelabuhan laut pemerintah dijadikan feeder untuk menuju pelabuhan besar yang dikelola Pelindo IV. Untuk meningkatkan volume angkutan, Pelindo IV memberi diskon 20% hingga 30% bagi pengguna angkutan barang, bergantung pada zona mana. Pelindo IV membagi wilayah pengelolaan menjadi empat zona. Pendekatan yang dilakukan kepada kepala-kepala daerah mendorong tumbuhnya perdagangan antardaerah.

Kalau arus barang bisa ditingkatkan, pasokan kebutuhan untuk Indonesia Timur semakin meningkat dan otomatis menurunkan harga. Kalau saja pemerintah konsisten mengembangkan tol laut dan menjadikan Indonesia Timur sebagai pintu gerbang produk ekspor, dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat relokasi industri ke wilayah timur. Apalagi jika pemerintah memberi insentif mereka yang mau berinvestasi di timur, pemerataan pembangunan bukan mustahil tercapai.

Harus diakui, masa depan Indonesia ada di timur. Potensi di wilayah itu banyak yang belum digarap. Berbeda dengan wilayah barat yang sudah dieksploitasi sepanjang 70 tahun Indonesia merdeka. Kalau kita cerdas mengembangkannya, pertumbuhan Indonesia akan mendapat dorongan baru. Beberapa perusahaan yang sudah menjadi pionir, antara lain Grup Medco, mengembangkan rice estate di Merauke, Papua. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti pembangkit listrik, mereka bangun sendiri.

Memang, skala dan jenis energi yang dipilih harus spesifik. Bekerja sama dengan PT Arkon Prima Indonesia, Medco membangun pembangkit listrik biomassa berskala 10 Mw. Pembangkit itu mencukupi untuk mesin pengering dan penggiling padi, bahkan sisanya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia Timur ialah kesungguhan, bukan hanya retorika. Sepanjang 70 tahun kita selalu mengatakan akan membangun Indonesia Timur, tapi kita tidak pernah melakukannya.
Download | Print | Kembali



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.