Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Merengek-rengek

Penulis: Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
02/6/2016 05:31
Merengek-rengek
(MI/PANCA SYURKANI)

PERLAHAN tapi pasti, dukungan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap kebijakan Presiden Jokowi bertambah kuat. Sistem presidensial pun kian kukuh. Ada dua hal kiranya menjadi bukti. Pertama, berkaitan dengan isu kepublikan. Senin (30/5), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan partainya mendukung Perppu Kebiri dan segera menyetujuinya di DPR. Bahkan, PAN juga mendukung rancangan undang-undang soal tax amnesty agar pembahasan undang-undangnya cepat selesai di DPR.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Setya Novanto, pun mengatakan hal yang sama, yaitu bakal mempercepat pembahasan undang-undang pengampunan pajak tersebut. Pengampunan pajak perkara besar. Isu itu sesungguhnya mengandung kontroversi hebat, baik substansial maupun teknis operasional. Repatriasi dana dari mancanegara itu berhadapan dengan kesangsian besar, apakah negara ini dapat dipercaya melindungi sehingga pemilik dana yakin seyakin-yakinnya aman membawa pulang hartanya.

Apakah tidak terjadi sebaliknya, setelah Jokowi turun takhta, peraturan berubah? Sekarang kedelai, besok tempe? Dalam perspektif itu, dukungan mayoritas di DPR terhadap rancangan undangun dang soal tax amnesty yang diajukan Pre siden Jokowi menjadi faktor sangat penting yang dibaca pemilik dana. Jokowi menang meraih suara rakyat da lam pilpres, tapi partai pengusungnya kalah suara di DPR. Karena itu, dukungan PAN dan Golkar yang tidak satu perahu dengan Jokowi di kala pilpres, merupakan energi politik yang memperkuat kepercayaan, bahwa pengampunan pajak merupakan ‘kearifan nasional’, demi sehatnya keuangan negara.

Kedua, yang menarik ialah cara pandang mendukung pemerintah. Dukungan diberikan agar program Jokowi-JK terlaksana demi kemaslahatan rakyat sebesarbesarnya. Zulkifli Hasan membahasakannya, tidak menyiapkan kadernya untuk duduk di Kabinet Kerja. Dukungan PAN tanpa syarat. Dalam bahasa anak-anak, kursi menteri sebagai imbal jasa politik kiranya sepadan dengan permen. Barang itu dikasih kepada anak-anak karena diminta dengan merengek-rengek atau diberikan sebagai imbal jasa agar berhenti merengek.

Mana sebab, mana akibat, bukan soal, karena yang pokok ialah adanya faktor merengek. Dalam politik pun eksis ihwal merengek, bahkan merengek-rengek. Berpolitik, khususnya berpartai, tidak otomatis disertai dengan kematangan penghayatan berketatanegaraan, antara lain sistem presidensial. Merengek-rengek minta kursi, apalagi ngotot harus ‘sejumlah’ kursi (padahal tahu bahwa itu hak prerogatif presiden), jelaslah pertanda belum dewasanya dalam berketatanegaraan secara presidensial.

Itu kekanak-kanakan. Mengasihi yang merengek, terlebih merengek-rengek, samalah artinya membuat elite politik kanakkanak abadi dalam bernegara. Berpartai menghasilkan politisi. Macammacam jenisnya, antara lain hasil samping berupa politisi merengek-rengek. Yang belum sepenuhnya tercapai ialah berpartai menghasilkan negarawan. Ke sanalah kiranya sekarang jalan kian terbuka, yaitu mendukung tanpa syarat, mengusung tanpa mahar, tanpa rengekan.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.