Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Perjalanan Cantik Obama

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
30/5/2016 05:31
Perjalanan Cantik Obama
(AFP PHOTO / JIM WATSON)

SIAPAKAH presiden paling asyik di dunia dalam rangka mengakhiri masa jabatannya? Jawabnya ialah Barack Obama. Presiden AS itu mewariskan contoh terbaik bagaimana turun takhta dengan cantik. Setelah AS kalah di Perang Vietnam yang sangat menyakitkan, tak terbayangkan akan ada presiden AS mengunjungi negara itu untuk mengumumkan keputusan mencabut sepenuhnya embargo penjualan senjata perang yang mematikan. Padahal, dalam ideologi tak ada yang berubah dengan Vietnam. Negara itu masih negara satu partai, Partai Komunis, dengan nama resmi Republik Sosialis Vietnam. Obama berdiplomasi bahwa di negara itu ada kemajuan hak asasi manusia. Pernyataan manis.

Obama membahasakan pencabutan embargo itu sebagai mencabut ‘sisa Perang Dingin yang masih ada’. Langkah itu bertujuan menyelesaikan proses panjang menuju normalisasi hubungan dengan Vietnam. Diplomasi itu kemudian dihiasi kejutan menikmati makanan khas Vietnam. Menjelang tengah malam 24 Mei, dengan masih mengenakan kemeja putih lengan panjang, berdua dengan Anthony Bourdain juru masak terkemuka pembawa acara di CNN Obama menyantap bakmi khas Vietnam. Di meja tampak dua botol kecil bir lokal. Bourdain yang mentraktirnya, total US$6, nilai yang pasti tidak tergolong gratifi kasi bagi KPK.

Tak hanya dengan Vietnam. Obama pun membuat terobosan diplomasi dalam lawatannya di Jepang. Dengan didampingi PM Shinzo Abe, Obama mengunjungi Hiroshima (27/5). Ia menjadikan dirinya presiden AS pertama ke sana dalam 70 tahun sejak bom nuklir menghancurkan kota itu. Tak sepotong kata maaf terucap dalam pidatonya, tetapi kunjungan itu mengekspresikan triliunan maaf. Katanya, jika 70 tahun lalu di sebuah pagi bom jatuh, kini di pagi yang cerah, mengembang senyum anak-anak kita dalam cinta perdamaian.

Sejarah pun tercipta ketika Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba. Ia menjadikan dirinya presiden AS pertama dalam 88 tahun ke negeri itu. Warga Kuba menyambutnya hangat. Satu lagi musuh Perang Dingin dirangkul, diikuti langkah konkret, yaitu penandatanganan perjanjian pemulihan penerbangan untuk pertama kali dalam 50 tahun. Berdasarkan perjanjian itu, bakal ada 100 penerbangan tiap hari! Padahal, seperti Vietnam, Kuba masih negara komunis. Apakah
tidak ada udang di balik batu? AS negara adidaya yang jago dalam perkara ‘udang di balik batu’, bahkan terang-terangan ‘di atas batu’.

Obama mengirim pesan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa sang adidaya paham benar perubahan geopolitik di Asia, terutama berkaitan dengan hasrat besar Tiongkok berkuasa di Laut China Selatan. Bukankah sepertiga perdagangan maritim global melalui Laut China Selatan? Vietnam sedang bersengketa dengan Tiongkok di situ. Mencabut embargo senjata mematikan dengan Vietnam menunjukkan bahwa AS ‘hadir’, langsung atau tidak langsung di perairan itu. Dalam perspektif geopolitik Asia itu pula peranan Jepang-AS harus dilihat. Kendati relasi AS-Jepang bak buku terbuka, dapat dibaca siapa pun, kunjungan Obama ke Hiroshima memberi kedalaman makna tertentu.

Bukankah Tiongkok pun bersengketa dengan Jepang di Laut China Timur? Kunjungan ke Kuba (21-23/3) menorehkan sejarah khas. Ekonomi Kuba menderita berat sekali. Menurut Time.com, 79% penduduk Kuba tidak puas dengan sistem ekonomi negara mereka dan sebanyak 55%, jika bisa, i ngin meninggalkan Kuba. Sebaliknya, 97% berpandangan hubungan lebih baik dengan AS menguntungkan Kuba. Obama menangkap peluang itu. Caranya? Sri Paus Fransiskus yang sangat populer di pulau itu membuka hati dan jalan. Hasilnya Obama menjadi presiden AS pertama dalam 88 tahun berkunjung ke Kuba. Perlu pula disebut, konser gratis The Rolling Stones di Ciudad Deportiva, Kuba, 25 Maret, setelah kedatangan Obama, yang ditonton sekitar 500 ribu oran g, penanda diterimanya ‘penyimpangan ideologi’ di negeri komunis itu.

Padahal, di dalam negerinya sendiri, tengah berlangsung pertarungan sengit perebutan kursi calon presiden untuk menggantikan dirinya. Sebagai presiden dari Partai Demokrat, Obama telah bersuara agar tidak memilih Donald Trump (Partai Republik). Ia pun telah mendatangi Inggris, agar tidak terjadi Brexit, keluar dari
Uni Eropa. Ia lalu meneruskan travelling geopolitik ke Asia, jalan-jalan kenegaraan, santai tapi terhormat. Siapa pun presiden AS setelah Obama, bahkan siapa pun pemimpin negara, kiranya sulit menyamai, apalagi melampaui betapa cantiknya Obama mengakhiri masa jabatannya dengan membuat perjalanan cantik bersejarah.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.