Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS tertangkap tangannya pemimpin DPRD DKI M Sanusi berkaitan dengan reklamasi Teluk Jakarta membuka banyak masalah lain. Salah satunya berkaitan dengan isu corporate social responsibility. Apalagi setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaitkan CSR dengan kewajiban pengembang untuk membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Ada pemahaman yang keliru soal CSR. Tanggung jawab sosial dari korporasi bukan dimaksudkan agar perusahaan pura-pura peduli kepada masyarakat dan lingkungan. Ini program yang sungguh-sungguh untuk menjamin keberlanjutan perusahaan itu sendiri.
CSR muncul karena ketimpangan antara negara kaya dan miskin, antara warga kaya dan miskin, yang kian lebar. Ahli ekonomi Jeffrey Sachs dalam artikel terbarunya menyoroti ketimpangan yang juga terjadi di Amerika Serikat. Koefisien Gini AS mencapai 0,40, bandingkan dengan Kanada yang 0,32, Jerman 0,29, Swedia 0,27, dan Inggris 0,35. Semua ini terjadi karena selama 35 tahun, AS memberikan kenikmatan kepada para orang kaya. Para eksekutif di negara itu mendapatkan gaji yang nilainya mega dan selalu mendapatkan keringanan pajak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melihat ketimpangan di dunia akan sangat membahayakan masa depan. Untuk itulah kemudian digulirkan program Millennium Development Goals yang salah satunya mengurangi kemiskinan. Kini program MDGs dilanjutkan dengan Sustainable Development Goals yang jangkauannya diperluaskan menjadi 17 indikator perbaikan.
Peran korporasi diperlukan agar mereka ikut memikirkan masa depan bersama. Perusahaan jangan hanya memikirkan keuntungan para pemegang saham, tetapi juga harus memikirkan nasib karyawan, masyarakat sekitar, dan lingkungan hidup. CSR bukan program charity, melainkan pemberdayaan masyarakat. Kegiatannya terbuka terhadap pilihan yang ditetapkan perusahaan, yang penting bisa mengurangi kemiskinan dan kelaparan, menjaga ketersediaan air dan kesehatan, mengatasi ketertinggalan, serta memberdayakan keluarga.
Perusahaan toko serbaada AS, Tesco, misalnya, memilih memberdayakan petani kopi di Amerika Latin. Hal itu dilakukan karena Tesco merasa keuntungan yang didapat dari penjualan produk kopi begitu besar dan sebagian perlu dikembalikan ke sana agar kehidupan petani kopi di Amerika Latin lebih sejahtera dan dengan itu diharapkan, kualitas kopi yang dihasilkan juga lebih baik.
Dalam kasus Jakarta, kita kaget CSR dipakai bagian dari perjanjian bisnis. Pemerintah Provinsi DKI meminta pengembang melakukan program CSR dan itu bisa diperhitungkan sebagai pembayaran kewajiban kepada pemerintah. UU Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas 2012, meski tidak menetapkan besaran CSR yang harus dialokasikan, menggariskan kewajiban korporasi menyisihkan keuntungan untuk kepedulian kepada warga dan lingkungan sekitar. Kita ingin mengajak korporasi untuk tak rakus dan memikirkan diri sendiri. Mereka harus merasa gundah terhadap kehidupan warga bangsanya.
Kita tidak boleh lupa koefisien Gini Indonesia sama dengan AS, yakni 0,40. Kalau tidak membangun kepedulian bersama, kita akan membangkitkan kecemburuan sosial. Wakil Presiden Jusuf Kalla berulang kali mengingatkan kalangan pengusaha untuk belajar dari pengalaman 1998. Kalau kita hanya memikirkan diri sendiri, itu akan membuat rakyat yang merasa tertinggal marah dan akhirnya merusak hasil pembangunan yang sudah kita lakukan.
Karena itu, CSR jangan hanya dipakai sebagai tameng, apalagi menjadi perjanjian bisnis. Kewajiban untuk membangun fasum dan fasos merupakan kewajiban yang melekat pada para pengembang. CSR merupakan kepedulian untuk membuat seluruh rakyat bisa ikut menikmati hasil pembangunan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved