Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Seribu Sprindik?

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
27/5/2016 05:31
Seribu Sprindik?
(MI/ROMMY PUJIANTO)

SPRINDIK diterbitkan, sprindik ditolak. Mungkin akan berkali-kali. Mungkin seribu kali sprindik, jika seribu putusan praperadilan menolaknya. Itulah yang mungkin akan terus dilakukan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur setiap kali para hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengabulkan gugatan praperadilan atas nama La Nyalla Mahmud Mattalitti. Inilah pertunjukan ‘duel’ sprindik kejaksaan versus kehakiman, yang entah kapan berakhir. Orang ramai pun mulai mengait-ngaitkan berpihaknya para pengadil kepada La Nyalla, Ketua Umum PSSI yang buron itu, karena ia masih berkerabat dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.

Namun, hukum yang sejati mesti serupa Dewi The mis itu. Ia dengan mata tertutup memegang neraca (keadilan) di tangan kirinya dan mengacak candrasa (pedang) di tangan kanannya. Hatta Ali jangan tak menjawab pertanyaan publik itu, agar mahkamah yang agung itu tak kian cemar. Sekurangnya telah tiga kali surat perintah penyidikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas La Nyalla dibuat. Dua kali La Nyalla, yang kabarnya bersembunyi di negeri tetangga: Singapura (yang nyaman
itu), menang dalam sidang gugatan preperadilan di PN Surabaya. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pun maju tak gentar. Setiap gugatan La Nyalla dikabulkan, saat itu pula sprindik diterbitkan. Begitu seterusnya.

“Mau 1.000 sprindik pun kita ladeni,” kata Jaksa Agung M Prasetyo dengan nada tinggi. La Nyalla menjadi tersangka terkait dengan duga an penyelewengan dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian IPO (initial public offering, penawaran saham perdana kepada masyarakat) Bank Jatim pada 2012 senilai Rp5,3 miliar. Ia juga menjadi ter sangka tindak pidana pencucian uang yang ter kait dengan korupsi dana hibah dari Pemprov Jatim ke Kadin Jatim periode 2011-2014 sekitar
Rp1,3 miliar. Akhir Maret lalu La Nyalla buron sebelum Ditjen Imigrasi Kemenkum dan HAM mencegahnya ke luar negeri. Paspor La Nyalla telah dicabut, seluruh rekening banknya diblokir, tetapi ia hidup ber bulan-bulan di Singapura.

Ada tangan-tangan dari Jakarta yang menghendaki kasus La Nyalla segera diakhiri. Itulah dugaan Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung. Ia juga menduga ada kurir yang selalu mengantar uang untuk La Nyalla di Singapura. Sayangnya kejaksaan hanya menunggu. Tak aktif memburu. Kesannya kejaksaan seperti dipermainkan mereka yang melawan hukum. Kasus dana hibah Kadin Jatim diusut sejak dua tahun lalu. Desember 2015 Pengadilan Tipikor Jatim memvonis Wakil Ketua Kadin Jatim Bidang Kerja Sama Perdagangan Antarprovinsi Diar Kusuma Putra satu 1 tahun 2 bulan penjara, denda Rp100 juta, serta mengembalikan uang negara Rp9 miliar.

Wakil Ketua Kadin Bidang Energi Sumber Daya dan Mineral Nelson Sembiring diganjar 5 tahun 8 bulan penjara, denda Rp100 juta, dan membayar ganti rugi Rp17 miliar. Keduanya dianggap merugikan negara sebesar Rp26 miliar dari penggunaan dana hibah 2011-2014 senilai Rp52 miliar. Meski pertanggungjawaban untuk sisa Rp26 miliar lagi belum jelas, jaksa awalnya tidak memiliki alat bukti yang mengarah kepada La Nyalla.

Itulah yang menjadi keyakinan Kejati Jatim, La Nyalla diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi. “Kami ingin buktikan. Biar masyarakat melihat pertunjukan ini, saya katakan ini pertunjukan. Substansinya tetap sama karena kami yakin semua buktinya sudah dimiliki Kejati Jatim. Apa lagi yang perlu diperbarui?” kata Jaksa Agung Prasetyo. Namun, pertunjukan ini tak bisa selamanya digelar. Hukum ialah soal kepastian dan keadilan. Seribu sprindik kejaksaan versus seribu penolakan pengadilan akan membuat pertunjukan hukum ini menjadi tak pasti. Apa pun sulitnya, terus berbalas pantun tanpa batas waktu, akan membuat mala sang Dewi Themis itu.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.