Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA peningkatan upaya meneroka bahasa menjadi alat laku durjana. Di sini bahasa menjadi tempat bersembunyi, makna sesungguhnya disimpan hanya untuk mereka sendiri yang mafhum. Makna bahasa bukan seperti yang diujarkan, melainkan yang dimaksudkan. Ia menjadi kode, menjadi sandi!
Tak mengapa bahasa jadi kode. Kita mafhum, di dunia tentara, kepolisian, intelijen, dan operasi-operasi rahasia, sandi jadi keharusan agar orang ramai tak mafhum. Di dunia serupa ini, yang terang memang sengaja digelapkan, yang tampak disembunyikan. Makna menjadi medan sempit.
Lima tahun terakhir, bisa jadi mungkin sebelum itu telah terjadi, sandi mulai merasuk dalam kejahatan korupsi. Yang terbaru, percakapan via Blackberry di antara sesama amtenar Mahkamah Agung (MA), Andri Triastianto Sutrisna dan Kosidah, tentang ‘nomor sepatu’. “Kira-kira minta ‘nomor sepatu’ berapa ya, Mbak?” tanya Andri kepada Kosidah. “Berapa, ya? Kalau 25, bagaimana?” jawab Kosidah. ‘Nomor sepatu’ berarti besaran uang, ‘nomor 25’ mengacu ke jumlah rupiah, Rp25 juta.
Dalam kasus dugaan di MA, untuk sementara, baru ‘nomor sepatu’ yang terungkap ke publik. Andri, yang disebut-sebut sekondannya Sekretaris MA Nurhadi yang tengah ramai dibincangkan di publik, setelah KPK menangkap Ketua Panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.
Publik pertama mendengar kode untuk tindak korupsi ketika mendengar persidangan kasus korupsi anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang. Ketika itu berhamburanlah sandi korupsi buah-buahan seperti ‘apel malang’, ‘apel washington’, ‘semangka’, dan ‘melon’.
Kita tahu kemudian, ‘apel washington’ berarti uang dolar; ‘apel malang’ (uang rupiah), ‘semangka’ (permintaan dana miliaran), ‘melon’ (permintaan dana ratusan juta rupiah). Angelina Sondakh-lah pembuat istilah-istilah itu. “Katanya biar tidak terlalu vulgar,” tutur Rosa menirukan Angelina ketika bersaksi untuk terdakwa korupsi Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, pertengahan Januari 2012.
Dalam kasus korupsi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, juga terungkap istilah makanan untuk merujuk ke dana. Dalam persidangan awal Januari 2015, terungkap ‘bos besar’ meminta kiriman ‘empek-empek tiga dus’ ke ‘kiai Palembang’. Yang dimaksud ‘bos besar’ ialah Akil, sementara ‘kiai Palembang’ ialah Wali Kota Palembang Romi Herton. Selain empek-empek, Akil pernah menggunakan sandi ‘ton emas’.
Sebelumnya, dalam sidang kasus APBD Kota Semarang, Jawa Tengah, yang melibatkan bekas Wali Kota Semarang, Sumarno HS, terungkap istilah ‘kopi coro’ (kopi kecoak), ‘susu kaleng’, ‘nyam-nyam’ dan ‘luak’. ‘kopi coro’, untuk hal-hal yang mengecewakan (dana tak sesuai dengan permintaan), ‘Susu kaleng’ mengacu uang miliaran. Uang yang akan diberikan kepada anggota DPRD disebut ‘nyam-nyam’, ‘luak’ berarti pihak yang meminta uang.
Dalam kasus korupsi yang melibatkan Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun dan pengusaha Gulat Medali Emas Manurung, terungkap sandi ‘kacang pukul’. Itu makanan ringan khas Kabupaten Rokan Hilir, terbuat dari kacang dan gula. Apa lagi maknanya kalau bukan duit?
Korupsi yang kian merajalela agaknya tak akan berhenti memproduksi sandi. Termasuk di MA, lembaga tertinggi pencari keadilan. Ia kini seperti remuk redam karena turbulensi korupsi. Korupsi di MA, seperti kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, serupa gunung es. Artinya, sangat boleh jadi, akan ada banyak sandi yang terungkap. ‘Sapu tangan’, ‘topi’, ‘kemeja’, ‘jas’ bisa jadi telah menjadi sandi kejahatan. Siapa tahu juga simbol-simbol negara, alat-alat ibadah, dijadikan sandi laku durjana!
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved