Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pencari Bakat

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
09/5/2016 05:30
Pencari Bakat
(AP Photo/Matt Dunham)

TERUS terang, saya tak kuasa menahan diri untuk tidak menulis di balik keberhasilan Leicester City mengukir sejarah menjadi juara Liga Primer (Inggris). Saya terganggu keyakinan bahwa tidak ada prestasi fantastis diraih dalam semalam. Pasti ada kunci utama yang tidak terlihat. Manajer Claudio Ranieri, asal Italia, jelas membawa atmosfer berbeda. Jika berhasil membuat clean sheet, gawang tidak kebobolan, para pemain ditraktir makan piza. Itu terjadi. Belum pernah ada manajer klub di Inggris ‘seramah’ itu kepada para pemain. Akan tetapi, pasti bukan karena piza, the Foxes menjadi juara.

Apakah karena faktor pemilik klub? Vice Chairman Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, asal Thailand, mentraktir fans club minum bir dalam rangka merayakan ulang tahun pemilik klub. Semua itu ‘suasana’ unik. Tidak ada pemilik klub lain melakukannya. Akan tetapi, pasti pula bukan bir itu yang bikin the Foxes, yang musim lalu berjuang agar tidak terdegradasi, musim ini mengagetkan planet dengan menjadi juara Liga Primer.

Rahasia utama, Leicester City punya Steve Walsh, kepala bagian pencari bakat yang sangat jeli, tajam endusannya. Suatu hari (2012), Aiyawatt Srivaddhanaprabha bertanya, “Jika saya punya uang hanya 1 juta pound sterling untuk transfer musim depan, siapa yang akan dibeli?” Dijawab, Vardy. Sebuah keputusan yang tidak masuk akal fan karena Jamie Vardy, pemain nonliga (klub Fleet Town), tidak pula muda usia. Akan tetapi, vice chairman percaya akan ketajaman Steve Walsh. Terbukti, keputusan benar. Vardy, 29, menjadi salah seorang pencetak gol terbanyak musim ini.

Steve Walsh, 62, terutama tertarik mengendus pemain Liga-2 Prancis. Di matanya, Prancis berkemampuan menghasilkan bibit-bibit pemain cemerlang dengan harga di bawah standar Liga Primer. Hasilnya ialah N’Golo Kante dan Riyad Mahrez, dua pemain yang kini melambung namanya. Legenda Arsenal Thierry Henry menyarankan Arsene Wenger membeli Kante, pemain tengah yang kombinasi tekel dan intersepsinya sangat efektif. Mahrez menjadi pemain terbaik Liga Primer musim ini, yang menurut Fabregas, layak bergabung dengan Barcelona.

Steve Walsh telah malang melintang dalam mencari dan menemukan bakal pemain hebat. Ia membantu Chelsea selama 16 tahun, membawa Gianfranco Zola dan Tore Andre Flo, serta Didier Drogba dan Michael Essien di era kepemimpinan Mourinho. Dalam dua musim di Leicester City, ia merekomendasikan 32 pemain, termasuk Leonardo Ulloa, dari klub Brighton (Inggris), dengan nilai 8 juta pound sterling. Steve Walsh fokus mencermati pemain incarannya yang telah 35 kali diturunkan pelatih dalam semusim. Pemain hasil pantauannya dikelompokkan dalam tiga kategori. Pertama, bernilai A, yaitu pemain yang akan direkrut, ditandatangani.

Kedua, pemain bernilai B, harus terus dipantau perkembangannya. Ketiga, bernilai C, tidak layak dipertimbangkan. Pemain yang hanya tiga kali bertanding dalam semusim, betapa pun hebat potensinya, dilupakan saja. Persoalan yang dihadapi Claudio Ranieri, cepat atau lambat, sulit mempertahankan pemain biasa yang telah menjadi bintang. Akan tetapi, hemat saya, hal itu tidak terlalu mengkhawatirkan, sepanjang Steve Walsh, pencari bakat bri lian yang langka di dunia, masih bersama klub. Walsh dapat mencari pemain baru, mutiara terpendam, yang lebih hebat lagi.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.