Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Dongeng Leicester

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
07/5/2016 06:00
Dongeng Leicester
(AFP/JUSTIN TALLIS)

BANYAK orang yang tidak menaruh perhatian kepada Leicester.

Dibandingkan dengan kota-kota lain di Inggris seperti London, Manchester, Liverpool, atau Birmingham, memang kota di tengah Inggris ini terasa asing.

Namun, bagi masyarakat Inggris, Leicester merupakan kota dengan sejarah panjang.

Apabila kita berkunjung ke negeri itu, kita banyak mendapati gedung berwarna merah dengan tulisan 'Thomas Cook'.

Orang banyak berhubungan dengan kantor itu karena salah satu tempat penukaran uang.

Thomas Cook merupakan orang asal Leicester.

Ia menjadi tokoh bisnis keuangan Inggris, karena Leicester yang sudah ada lebih dari 2.000 tahun, dikenal sebagai kota yang terbuka.

Sejak zaman Romawi, Leicester menjadi tempat penampungan mereka yang terusir dari negaranya.

Banyak tokoh besar Inggris yang dilahirkan di Leicester, termasuk di sepak bola.

Salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki St Georges Cross, Gary Lineker, berasal dari kota itu.

Lineker ikut membawa Inggris lolos sampai semifinal Piala Dunia 1990.

Bahkan di ajang Piala Dunia 1986, Lineker merebut sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak.

Kiper yang paling banyak memperkuat tim nasional Inggris, Peter Shilton, juga berasal dari Leicester.

Di ajang Piala Dunia 1986, kalau tidak ada gol 'tangan Tuhan' Diego Maradona, gawang Shilton sulit ditembus Argentina.

Meski banyak hal besar, Leicester dianggap kota yang biasa-biasa saja termasuk di sepak bola.

Mereka lebih dikenal sebagai klub spesial Divisi I karena kiprahnya lebih menonjol di sana.

Ketika tahun lalu promosi ke Liga Premier, mereka nyaris terlempar lagi ke divisi bawah karena hanya bisa mengumpulkan 19 angka dari 29 pertandingan.

Beruntung mereka bisa menang 7 kali dari 9 pertandingan terakhir sehingga selamatlah dari degradasi.

Dengan prestasi seperti itu, tidak ada seorang pun yang menduga Leicester City bisa menjadi juara Liga Premier Inggris tahun ini.

Rumah taruhan Ladbrokes dan William Hill menetapkan 5.000:1 bagi mereka yang berani menjagokan Leicester City.

Hadirnya pelatih asal Italia, Claudio Rani eri, ternyata menjadikan Leicester City menjadi 'rubah' yang sesungguhnya.

Dengan keunggulan 7 angka dari 2 pertandingan yang tersisa, Leicester tidak mungkin terkejar oleh klub-klub lain.

Rumah taruhan harus membayar 25 juta pound sterling (sekitar Rp400 miliar) kepada pendukung Leicester.

Pesta besar sudah berlangsung sejak Selasa lalu, ketika saingan terdekat mereka, Tottenham Hotspur, hanya mampu bermain 2-2 melawan tuan rumah Chelsea.

Leicester membuat dongeng itu menjadi kenyataan.

Klub berusia 132 tahun yang tidak pernah disangka-sangka menjadi juara, kini mengukuhkan diri sebagai klub terbaik di Inggris.

"Kalau ini cerita yang bisa terjadi sekali dalam 5.000 tahun, kita harus menunggu 5.000 tahun lagi untuk bisa menyaksikan peristiwa seperti ini," kata Executive Chairman Liga Premier, Richard Scudamore.

Kini masyarakat Leicester sedang mabuk kemenangan.

Pesta itu semakin lengkap karena duet pemain kesayangan mereka, Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, menjadi pasangan paling produktif di Liga Inggris.

Tidak usah heran apabila keduanya terpilih sebagai pemain terbaik versi wartawan Inggris dan pemain profesional Inggris, sama seperti Ranieri yang terpilih sebagai pelatih terbaik.

Leicester City mengajarkan kepada dunia bahwa tidak ada yang tidak mungkin diraih.

Sepanjang ada kemauan dan kerja keras, semua akan bisa didapat.

Tentu ada satu yang tidak bisa dilupakan, good luck.

Selamat Leicester City!



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.