Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA hakim agung pernah mengeluhkan betapa dominannya peran Nurhadi, Sekretaris Mahkamah Agung, di institusi itu. Namun, umumnya mereka hanya berani berkeluh di belakang. Jarang yang berani berterus terang. Ada yang mengatakan siapa yang berseberang jalan dengan Nurhadi alamat dipersulit segala urusan. Ada yang menyebut sebagai pemimpin birokrasi di institusi itu, Nurhadi tergolong orang kuat. Punya dana dan didukung pimpinan.
Ruangan kerjanya yang jembar dan perabotannya yang mahal menunjukkan Nurhadi bukan sembarang Sekretaris MA. Syukurannya yang amat meriah di Semarang setelah dilantik menjadi Sekretaris MA pada 2012 juga semacam permakluman bahwa ia Sekretaris MA yang 'berbeda'. Hartanya yang melimpah kian menguatkan lagi siapa Nurhadi.
Namun, Nurhadi pula yang rajin mengampanyekan antikorupsi di institusinya. Bahkan, ia berteriak lantang tak segan memberi sanksi bagi jajaran MA yang menorehkan citra buruk. Namun, beberapa kali MA diterpa kasus tak sedap membuktikan kehendak baik itu hanya di atas kertas, tak berkorelasi dengan realitas.
Karena itu, hukum harus bisa menjelaskan disitanya tiga tas uang dolar Amerika yang bernilai miliaran rupiah dari rumah Nurhadi oleh KPK dalam kasus panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution. Dari mana dan untuk apakah uang sebanyak itu? Jika uang halal, kenapa tak ditaruh di bank? Kenapa uang menumpuk di rumah?
Tentu, Nurhadi belum tentu salah. Namun, bisakah ia menunjukkan dari mana hartanya yang melimpah sebagai pejabat eselon I? Jika ternyata nanti terbukti ia memang lancung, benarlah gosip tak sedap selama ini tentang dia. Lalu, apa makna capaian yang ia motori? Akan kian habislah citra birokrasi MA. Kian sulitlah masyarakat percaya pada 'gerbang terakhir pencari keadilan' itu.
Padahal, sebagai pejabat negara, berlapis-lapis aturan pastilah sudah diketahuinya. Berkali-kali sumpah-janji, sebagai pejabat karier, pasti telah diikrarkan. Berlapis-lapis tanggung jawab pastilah sudah dimaklumi. Akan tetapi, kita tahu mereka yang terjerat kejahatan, korupsi terutama, justru hidup dalam kepungan aturan dan sumpah yang pernah mereka ikrarkan, bahwa mereka tak akan khianat terhadap negara. Namun, di pundak orang-orang loba, aneka aturan dan sumpah kerap dianggap serupa ketinggian di langit dan kerendahan di bumi. Tak tersambung tak terhubung. Aneka aturan bisa diputar-putar, dikelabui, disiasati, dan dikhianati.
Dalam kasus Nurhadi, ada desas-desus opini, pimpinan MA akan berusaha sekuat mungkin agar ia selamat dari jerat hukum. Risikonya terlalu berat. Ia serupa air, implikasinya bisa mengalir ke mana-mana. Ada yang bilang Nurhadi serupa 'kotak pandora'. Begitu kotak itu dibuka, akan timbul rasa sakit dan guncangan hebat. Demi tegaknya wibawa MA, unsur pimpinan lembaga itu harus bisa membuktikan spekulasi opini seperti itu tidak benar!
Karena itu, di tengah kepercayaan masyarakat yang kian melindap, mestinya MA menerima tawaran KPK yang siap menempatkan personel mereka untuk ikut membenahi sistem. KPK tak akan intervensi soal-soal hukum. Tujuannya agar berbagai kasus yang menimpa MA tidak terulang.
Penerimaan itu punya banyak arti positif. Bahwa MA mengakui institusi mereka punya kelemahan dalam tata kelola keuangan dan manusia. Bahwa MA serius melawan korupsi. Bahwa orang-orang MA tak bisa lagi main-main membelanjakan uang negara juga dalam menerima harta. Mereka akan dilatih menjadi aparat hukum yang profesional dan bersih.
Namun, pada akhirnya, semuanya sangat berpulang pada unsur pimpinan MA. Hendak ke mana MA akan dibawa? Kita tak mau MA dibawa ke dasar jurang.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved