Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
"KALAU kepemimpinan yang elitis dan tertutup dipaksakan terus, MA akan rapuh."
Inilah autokritik keras, yang dilontarkan hakim agung Gayus Tapone Lumbuun atas kepemimpinan yang ia nilai lemah di Mahkamah Agung.
Menurut sang guru besar hukum itu, pengawasan internal di lembaga yang sering disebut sebagai 'gerbang terakhir pencari keadilan' itu tak berjalan baik.
Kritik dari kalangan dalam ini mestinya punya bobot faktual yang tinggi.
Gayus melontarkan kritik itu ketika merespons berbagai kasus yang melanda MA, terutama tertangkapnya Kepala Subdirektorat Kasasi Perdata dan Tata Laksana Perkara Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna oleh KPK, pertengahan Februari silam.
Kasus Andri, kata Gayus, bagian kecil kerapuhan di MA.
Puluhan hakim dan beberapa pegawai MA yang lain menjadi broker perkara.
Menurut mantan politikus PDIP itu, selama ini semua hakim dan pegawai pengadilan di seluruh Indonesia hanya dikendalikan sembilan orang di pucuk pimpinan MA.
Padahal, yang dikendalikan di institusi yudikatif sangat banyak.
Setidaknya ada sekitar 8.000 hakim dan 32.583 tenaga nonhakim.
Sebagai orang dalam, Gayus merasa tak pernah dilibatkan oleh pimpinan MA dalam pengambilan keputusan.
Alhasil, keputusan yang diambil sering blunder.
Menurut bahasa Gayus, selama ini para hakim agung hanya dijejali perkara dan diasingkan di tempat sunyi.
Seharusnya para hakim agung disertakan dalam pengambilan keputusan.
Ia memberi contoh, di DPR ada rapat paripurna. Di kampus ada sidang senat. Di pemerintahan ada sidang kabinet paripurna.
Namun, tak ada rapat pleno di MA.
Ia berharap tertangkapnya Andri menjadi pelajaran bagi pimpinan MA untuk ketat dalam pengawasan dan melibatkan para hakim agung dalam pembuatan keputusan. Gayus menduga Andri tidak sendirian.
KPK juga menduga ada jalinan besar dalam perkara suap penundaan salinan di MA. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengamsalkan serupa gunung es.
Untuk membongkar, KPK memeriksa beberapa pejabat MA sebagai saksi, juga Sekretaris MA, Nurhadi.
Lagi-lagi, ketika KPK menangkap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution, bersama dua orang lainnya (20/4), Sekretaris MA Nurhadi kembali disorot.
KPK tidak hanya menggeledah ruang kerjanya di MA, tapi juga rumah mewahnya di Jl Hang Lekir, Kebayoran Baru.
Harta kekayaannya Rp30 miliar kerap jadi pertanyaan.
Karena itu, kritik Gayus mestinya tak ditanggapi sepi.
Mengatur begitu banyak manusia di lingkup MA tentu tak mudah.
Ia butuh pemimpin yang tak hanya punya visi, tetapi punya seni memimpin.
Sebab, oleh kalangan pimpinan sendiri, pucuk pimpinan MA juga kerap dinilai kurang terbuka.
Padahal, ini prasyarat utama mengelola institusi negara.
Cetak biru visi MA 2010-2035, yakni 'Mewujudkan Badan Peradilan yang Agung', mestinya menjadi pegangan para hakim dan seluruh penghuni keluarga besar Mahkamah Agung.
MA seharusnya punya cara terbaik bagaimana menyeleksi orang-orang lancung. Terlalu sayang mahkamah yang agung dibiarkan limbung karena mereka itu.
Terlalu sayang mereka, para hakim, yang punya dedikasi tinggi dalam mengabdi, terganggu para elite dengan karakter kepemimpinan yang tak agung.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved