Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Cinta Jabatan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
14/4/2016 05:30
Cinta Jabatan
(ANTARA/M AGUNG RAJASA)

LIMA tahun menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Daerah, bagi sebagian besar anggotanya, dinilai terlalu lama. Mereka mendesak masa jabatan itu dipersingkat, tinggal separuh (2,5 tahun).

Akan tetapi, Irman Gusman, Ketua DPD yang masa jabatannya hendak dipangkas, menolak perubahan tata tertib pengurangan masa jabatan pimpinan DPD jika perubahan itu mulai berlaku di periode ini. Ia menilai perubahan tata tertib itu inkonstitusional dan bertentangan dengan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Sikap Irman Gusman itu menuai serangan lebih keras. Sebanyak 60 anggota DPD mengajukan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPD. Rapat paripurna, Senin (11/4), pun kembali gaduh, bahkan ricuh.

Pada hari yang sama, melalui musyawarah mufakat, Mahkamah Konstitusi memilih kembali Anwar Usman sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi. “Tidak seperti di lembaga politik yang posisi pimpinan menjadi rebutan, di MK, para hakim justru penuh kerelaan, menyerahkan siapa pun menjabat pimpinan. Hal ini mencerminkan kebersamaan dan sikap negarawan di MK,” kata Ketua MK Arief Hidayat.

Apakah di DPD tidak ada kebersamaan dan sikap negarawan? Ada atau tidak ada, bukan perkara yang perlu dibuktikan. Gaduh dan kemudian ricuh dalam sidang paripurna cukup menunjukkan bahwa pendapat Ketua MK itu, sedikit atau banyak, mengandung kebenaran.

Semua anggota DPD tentulah orang-orang dewasa, orang-orang waras, orang-orang yang punya sense of proportion. Siapa pun mereka, dari daerah mana pun mereka berasal, mereka tahu betul makna beramai-ramai membuat mosi tidak percaya.

Sebaliknya, bila Anda mendapat mosi tidak percaya dari mayoritas anggota, tidak dipercaya lagi sebagai pimpinan, apakah makna legalitas duduk di kursi pimpinan?

Kursi pimpinan di lembaga legislatif kayaknya segalanya yang menyebabkan orang mati-matian mempertahankan diri duduk di situ. Pimpinan tentu saja memiliki banyak privilese. Dalam acara kenegaraan, misalnya, Ketua DPD punya hak protokoler duduk dekat-dekat Presiden RI. Irman Gusman masih manusia biasa, yang wajar saja bila menikmati keistimewaan itu.

Maaf, yang juga wajar dipertanyakan di dunia fana ini ialah bila setelah duduk di kursi kekuasaan enggan berdiri. Sedemikian mendalam cinta kursi jabatan sehingga tidak menjadi ketua seakan-akan diguncang gempa bumi yang dahsyat.

Kayaknya, kursi Ketua DPD merupakan tujuan final, bukan sebaik-baiknya menjadi senator yang efektif mewakili daerah. Pernyataan keras itu layak juga ditujukan kepada penanda tangan mosi tidak percaya, yang menghendaki kursi pimpinan berganti separuh jalan (2,5 tahun). Tidakkah mereka ngiler dengan kedudukan itu? Tidakkah mereka pun cinta mendalam terhadap kursi jabatan dan ingin merasakannya?

Misi tiap orang menjadi wakil rakyat/wakil daerah, terlebih menjadi ketua badan legislatif, tentu bukan untuk menghancurkan, melainkan membangun. Namun, berulang-ulang terjadi paripurna yang gaduh dan kemudian ricuh, tidak bisa lain kecuali dapat dimaknai sebagai menghancurkan.

Jika berbagi kekuasaan, 2,5 tahun berganti pimpinan, lebih besar maslahatnya daripada mudaratnya, kenapa pilihan itu tidak diambil?

Tidak ada yang salah berkukuh berbasiskan undang-undang. Akan tetapi, ada saat hal itu bukan jalan yang bijak untuk ditempuh, yaitu ketika moral altruisme lebih berharga untuk didengarkan dan dituruti ketimbang legalitas kursi jabatan.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.